
Flashback of...
Kecermelangan karir Luna di dunia hiburan ternyata justru berbanding terbalik dengan kisah cintanya. Siapa yang menyangka kalau Luna yang berwajah cantik, dengan kulit mulus terawat, tubuh ramping ideal, juga karir yang mapan, ternyata masih betah menyandang status single di usia yang sangat matang bagi seorang wanita. Sebentar lagi Luna hampir berusia tiga puluh delapan tahun dan Pamela delapan belas. Banyak orang yang salah paham dengan statusnya. Orang-orang mengira Luna adalah seorang janda. Padahal sebenarnya Luna sama sekali belum pernah menikah. Mungkin karena keberadaan Pamela. Yah, Pamela memang anak buah dari hubungan terlarangnya di masa lalu. Anak di luar pernikahan, hasil dari hubungan zina. Tapi Luna tetap merasa sakit kalau ada yang menyebut Pamela anak haram. Sebab yang haram bukanlah anaknya, melainkan hubungannya dengan ayah anak itu. Jadi tidak adil rasanya jika stigma negatif itu melekat pada Pamela, buah hatinya tercinta.
Saat awal-awal merintis karir di Jakarta dan namanya mulai dikenal ada seorang lelaki yang mendekati Luna. Wajahnya cukup tampan dan selalu bersikap sopan. Perlahan-lahan Luna membuka diri hingga mereka semakin dekat dan akhirnya resmi berpacaran. Pertama kalinya Luna merasakan jatuh cinta. Dan hidupnya terasa semakin berwarna karena kehadiran pria itu. Dia laki-laki yang baik. Usianya terpaut tiga tahun di atas Luna. Laki-laki itu setia mengantar dan menemani Luna menjalani aktivitasnya. Luna tidak menyangka kalau laki-laki yang dipacarinya ternyata adalah anak seorang pengusaha ternama. Karena itulah sedikit banyak sang kekasih juga sering membantunya untuk mendapatkan kemudahan akses. Tapi disisi lain, ternyata keluarga kekasihnya tidak menyukai Luna. Profesinya sebagai biduan dianggap rendah dan tidak sepadan dengan keluarga sang kekasih. Tapi Luna dan kekasihnya memilih tidak perduli. Mereka tetap asyik merajut kisah asmara. Apalagi Luna sedang semangat-semangatnya berjuang, sedikit demi sedikit perjuangannya mulai menampakkan hasil. Di usia yang cukup muda namanya semakin dikenal dan pendapatannya pun semakin besar. Luna saat itu benar-benar sedang berada di puncak. Semua kebahagiaan seakan tumpah di hidupnya. Memiliki karir yang bagus, materi yang berlimpah, juga kekasih tampan dan baik hati yang setia menemaninya kemana saja.
Sampai akhirnya kemudian keadaan berbalik secara tiba-tiba. Luna hamil saat di usia sembilan belas tahun. Dunia seakan runtuh. Dalih sang kekasih untuk menjaga Luna dengan menemaninya kemana-kemana, justru berbalik petaka. Ibarat pagar makan tanaman. Kekasih yang mencintai dan berniat menjaga akhirnya justru jatuh tergoda. Panjangnya waktu kebersamaan turut memunculkan banyaknya kesempatan, hingga bisikan setan menjadi lebih kuat dari iman. Dan akhinya merekapun terjerumus dalam perbuatan terlarang itu atas nama cinta.
Sayangnya cinta saja tidak cukup untuk menyatukan mereka. Bahkan dalam kondisi terdesak itu kekasih Luna justru tidak sanggup mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Plaaak!!!
Luna memberikan tamparan keras sebagai jawabannya.
"Pergi dari hidupku dan jangan pernah muncul di hadapanku dan anakku, aku tidak butuh uangmu!"
Itu menjadi akhir hubungan sekaligus pertemuan terakhir Luna dengan kekasihnya. Setelah itu Luna benar-benar menutup semua akses dan komunikasi. Kisah yang awalnya terajut indah harus berakhir dengan tragis hanya karena nafsu sesaat.