Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Undangan



Tiada hari tanpa vidio call, itulah yang dilakukan kedua calon mommy dan daddy muda ini. Kenzo selalu saja menyempatkan diri untuk melihat istrinya. Sudah satu bulan berjalan, dan tidak bisa dipungkiri kalau keduanya benar-benar sangat rindu.


Perut Zana yang sudah sangat besar, membuat aktivitasnya berkurang, karena sulitnya dia untuk bergerak. Beruntungnya sang mama dan papa selalu ada disampingnya juga adik dan para sahabatnya. Hari-hari Zana ditemani oleh sahabat-sahabatnya dan itu sedikitnya mengurangi kesepian Zana.


“Sayang, ada Aji sama Keysa.” ucap Putri. Zana yang sedang asik membaca buku kesukaannya langsung dengan cepat turun dari kasur dan keluar kamar.


Sahabatnya sejak SMA ini kini sudah kembali tinggal di Jakarta. Dan keduanya sudah lulus dan bekerja. Aji bekerja di perusahaan Asing yang ada di Jakarta, sedangkan Keysa bekerja di salah satu perusahaan milik keluarganya. Melihat Keysa Zana langsung berlari kecil ke arahnya, dan tentu itu membuat Kedua sahabatnya merasa khawatir, mengingat kehamilannya yang sudah besar.


“Zan, jangan lari,” ucap Aji cemas, begitupun dengan Keysa.


“Kekey, gue kangen. Aji, gue kangen,” Zana langsung memeluk keduanya secara bergantian.


“Duh ... ibu hamil yang satu ini ga nyadar ya kalau bawa perut besar, maen lari-lari aja,” ucap Aji yang masih ada dalam pelukan Zana.


“Saking kangennya gue sama kalian berdua. Duduk di taman belakang yu!” Ketiganya pun berjalan ke taman belakang.


Zana mulai menceritakan pengalaman dia yang sedang mengandung, dari awal kehamilan sampai perutnya yang sudah sangat besar. Keduanya menjadi pendengar setia, dan sesekali tertawa saat mendengar certa pada masa Zana ngidam yang membuat suaminya pusing.


“Yank, kamu nanti ngidamnya jangan berat-berat ya,” ucap Aji pada kekasihnya.


“Ya ... mana aku tahu, itu kemauan baby-nya, sayang,”


“Kok gue aneh ya, liat kalian berdua yang kaya gini? gue cemburu,” ucap Zana membuat kedua sahabatnya tertawa.


“Jangan-jangan lo nyesel nolak gue dan sekarang suka sama gue?” canda Aji, dan langsung mendapat dua cubitan di perutnya dari kedua wanita yang sangat dia sayangi.


“Aw ... sakit tau!” ucapnya meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


“Makanya kalau ngomong jangan ngasal aja. Oia Zan, kita berdua mau ngasih sesuatu buat lo,” kata Keyza, dan membuat Zana penasaran.


“Apa itu?” Keysa dan Aji saling beradu pandang dan langsung tersenyum kepada Zana. Itu berhasil calon ibu itu merasa penasaran dengan sesuatu yang akan diberikan oleh kedua sahabatnya.


Keyza mengambil benda pipih panjang di dalam tasnya dan memberikan kepada sahabatnya. Zana kaget saat menerima benda itu. Dia menatap serius pada dua sahabatnya, dan langsung menarik keduanya masuk ke dalam pelukannya.


“Gue seneng banget, akhirnya kalian berdua menikah,” ketiganya tersenyum bahagia.


“Tapi ....” Zana melepaskan pelukannya, dan kembali melihat kartu undangan yang ada di tangannya.


“Yah ... kayanya gue ga bisa datang. Waktunya berdekatan dengan HPL gue,” ucapnya sedih menundukkan kepalanya.


Keysa kembali memeluknya, “Gue juga tadinya ga mau bulan depan, tapi keluarga gue dan Aji menginginkan pernikahan dilaksanakan bulan depan. Gue pengen lo hadir, tapi, karena gue sayang sama ponakan gue, lo ga boleh dateng ke pernikahan gue!” Zana memasang wajah masam. Karena dia ingin sekali hadir dalam pernikahan kedua sahabatnya.


“Kita berdua janji, sebelum pergi bulan madu, kita bakal adain pesta pernikahan kecil-kecilan disini untuk lo,” ucap Aji yang dengan seketika membuat wajah cantiknya tersenyum.


Kedua calon pengantin itu merasa bahagia melihat senyuman dari Zana. Mereka pun lanjut ngobrol, Keysa menceritakan persiapan yang sudah mereka siapkan untuk penikahannya. Banyak ide yang diberikan Zana untuk konsep pernikahan mereka. Dan pastinya keduanya akan memakai ide dari Zana. Tidak terasa ketiganya melepas rindu hingga sore hari. Setelah menyantap makanan yang sudah disiapkan asisten rumah tangga Zana, keduanya pamit untuk pulang.


Kembali Zana merasa sepi, setelah kepulangan kedua sahabatnya. Tapi, kesepiannya terobati dengan kedatangan adiknya dan Nia yang baru pulang. Zana pun lanjut berbincang-bincang dengan kedua pasangan itu.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Maapkan Author yang baru bangkit dari keterpurukan hahahaha...


Author mulai berusaha akan up One day One bab yaa...


Maap... Maap... Maap yaaaaa


Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya biar Author tambah semangat dalam menulis.♥️♥️


Puisi Rindu


Jika harus menunggu seribu purnama untuk membuatmu percaya... mungkin sang waktu Takan berpihak padaku..


Namun andai saja waktu seumur hidupku Takkan mampu membuatmu yakin dengan cinta yang bertabur rindu...


Aku ingin menukar umurku dengan waktu sehari denganmu, cinta, rindu menyatu dalam satu waktu...


Aku hanya bisa memunguti sisa-sisa waktu dari setiap kesibukanmu.


Kau tau? Apa yang aku lakukan saat sendirian tanpa dirimu mengisi kehadiran?


Menunggumu melawan rindu yang dengan cepat beranak pinak. Mengharapkan waktumu yang tersisa dari semua rutinitas yang telah merenggutmu dari sampingku.


~Azis Beck~


Seperti biasa aku mau ngasih tau novel Recommended banget nih... Pokoknya kalian ga akan nyesel deh.


Judul \= When You kiss me!


Pena \= Motifasi_senja


Judul \= Legenda Sang Monster


Pena \= Adhy Artha


Judul \= Menikah Muda


Pena \= Muhammad Aulia Luthfi


Judul \= Cinta Sejati


Pena \= Evey Rachmawathy


Judul \= Dunia Abimanyu


Pena \= Jo Whylant


Judul\= My Heart is Only For you.


Pena\= Ergina Putri


Judul\= Boss Come Here Please!


Pena\= Novi Wu


Judul\= Pujaku Mayang


Pena\= Azis beck


Judul \= Tragedi Mengubah Hidupku


Pena \= Gunawan Aja


Judul \= Radio Kampus Oren


Pena \= SoFiyanFerry


Happy Reading guys....