
"Hei put,, saya antar pulang" (ucap Aldo sambil membukakan pintu mobil), putri hanya mengangguk menerima tawaran dari Aldo tersebut, dia harus segera pulang untuk mempersiapan keberangkatan ke Bali besuk pagi, belum lagi dia harus bilang kepada orang tuanya untuk meminta ijin pergi ke Bali selama satu minggu, "bagaimana kalau nanti Ayah gak ngijinin putri untuk pergi ke Bali besuk ya, haduhhhh pusing aku" (gumam putri yang terlihat cemas)
"kamu kenapa, kok kelihatan lesu gitu mukanya, masih kepikiran acara ke Bali besuk" (tanya Aldo)
"iya pak,," (jawab putri sambil sesekali menghela nafas dalam)
"kamu tenang aja, biar saya yang ngomong sama orang tuamu nanti" (jawab Aldo sembari menggenggam tangan putri), putri hanya membalas dengan senyuman
"terimakasih ya Pak" (sambung putri), sepanjang perjalanan putri lebih banyak diam dan menatap ke arah luar sambil melamun memikirkan bagaimana nasibnya selama di Bali besuk, selama ini dia belum pernah pergi jauh dari rumah, sekalipun itu dalam urusan pekerjaan, dia ingat waktu dulu musim liburan sekolah tiba, di saat teman temanya memilih untuk berlibur di luar kota dengan keluarganya, dia lebih memilih untuk bersantai sambil membaca buku di kamar dengan di iringi lagu mellow, dan sesekali duduk bersantai menikmati secangkir kopi dan kue kering di balkon rumahnya, hatinya terasa sangat damai kala itu, tanpa terselip kekawatiran seperti yang dirasakanya saat ini, "kangen suasana itu" (ucap putri dalam hati)
"put,, kamu mau disini terus", ucapan Aldo sontak membuyarkan lamunan putri saat itu, segera di usapnya kedua matanya, dia baru sadar bahwa dia sudah sampai di depan rumah,
"aduh,, bapak kok gak bilang sih kalau kita sudah sampai rumah,,(ucap putri sambil sesekali merapikan rambutnya yang terlihat berantakan),, Aldo hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya, ," put put,, kamu kan gak tidur, masa iya harus aku kasih tau juga kalau udah sampai rumah, kaya' risqi aja (sambung Aldo sambil mengusap usap rambut putri)
" aduh bapak,, baru aja di rapiin udah di acak acak lagi" (ucap putri cemberut) eh,, maksut bapak apa saya seperti mas. Qi" (sambung putri sambil menatap ke arah Aldo)
"gak papa" (jawab Aldo singkat sambil berjalan memasuki halaman rumah putri)
"eh tunggu dulu pak,, jelasin dulu (ucap putri penasaran), namun Aldo tak menghiraukanya, dia terus berjalan tanpa menengok ke belakang, belum sempat mengetuk pintu tiba tiba pintu rumah sudah di buka,,
" lhooo,,, nak Aldo to, silahkan masuk silahkan masuk (sapa ibu putri terlihat antusias melihat kedatangan Aldo dengan putri saat itu), silahkan duduk dulu nak, ibu buatin minum dulu ya. Putri, kamu temenin nak Aldo ngobrol dulu disini, (sambung ibu putri sambil melirik ke arah putri)
"gak usah repot repot tante" (ucap Aldo)
"gak usah sungkan, sebentar ya nak" (jawab ibu putri sambil berjalan ke belakang untuk membuatkan minum),
Putri yang terlihat letih langsung menyenderkan badanya di sofa sambil sesekali menghela nafas dalam, terlihat jelas dari raut wajahnya yang lelah setelah seharian bekerja di kantor,,
"capek ya" (ucap Aldo sambil melihat ke arah putri)
"eh,, iya pak, maaf ya pak, biasanya saya kalau pulang kerja langsung rebahan di kamar soalnya, untuk sementara waktu menghilangkan letih, baru setelah 15 menit berlalu saya pergi mandi biar badan lebih segar,, hehe (terang putri), tak lama kemudian ibu putri datang membawa segelas jeruk hangat untuk Aldo,
"silahkan di minum nak Aldo, mumpung masih hangat" (ucap ibu putri sambil meletakan gelas di atas meja)
"terimakasih tante" (jawab Aldo sembari menganggukan kepala)
"sudah lama ya, sejak terakhir nak Aldo main kesini"
"iya tante, kebetulan di kantor lagi banyak kerjaan juga, jadi baru sempet main lagi kesini, ow iya tante, om kok gak kelihatan" (ucap Aldo sambil meneguk jeruk hangat di meja)
"Bu',,,!! Ibu,, ambilin sarung bapak di kamar bu" (terdengar teriakan ayah putri dari balik pintu kamar mandi),, "walah,, bapak ini kok gak sopan, ada tamu kok teriak teriak" (ucap ibu putri lirih)
"bu,,,!!! (teriak ayah putri lagi)
" iya sebentar" (teriak ibu), "tante tinggal sebentar ya nak" (ucap ibu putri bergegas ke arah kamar , Aldo hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya)
"ibu itu,, tadi bilang ayah gak sopan teriak teriak dalam rumah, tapi ibu sendiri juga teriak di depan pk. Aldo" (saut putri cemberut)
" hehehe,, iya to, maaf kalau gitu, ibu khilaf" (jawab ibu sambil menenteng sarung berjalan ke arah kamar mandi) Aldo hanya tersenyum melihat interaksi dari keduanya, dia merasa begitu nyaman saat berada di rumah putri, suasana yang hangat membuatnya merindukan sosok seorang ibu yang telah pergi meninggalkanya sewaktu masih kecil, dia bahkan tidak memiliki kenangan sedikitpun bersama Ayah dan Ibunya, karena orang tua Aldo meninggal dalam kecelakaan saat dia masih berusia 3 bulan, yang pada akhirnya mempertemukan Aldo dengan risqi.
Setelah kejadian itu Ayah dan ibu risqi membesarkan Aldo seperti halnya anak nya sendiri,
"ayah ini gak sopan, di depan ada tamu kok teriak teriak" (terdengar suara percakapan ibu dengan ayah putri dari arah belakang)
"lho,, ada tamu to, kok ibu gak bilang tadi" (jawab Ayah)
"iya,, di depan ada nak Aldo, tadi juga sempet nanyain bapak" (terang ibu).. Terlihat ayah putri berjalan dari arah belakang sambil membetulkan sarung nya,, "lho,, ada tamu to, maaf y, om tadi baru mandi, ada acara apa ini, kok tumben nak Aldo main ke sini" (ucap Ayah putri sembari duduk di sebelah anaknya)
"selamat sore om" (sapa Aldo sambil mencium tangan Ayah putri), saya minta maaf sekiranya menggangu waktu om istirahat" (terang Aldo)
"gak papa, ini tadi habis ngasih makan parjo, habis itu terus mandi, ow iya kopi bapak mana bu??!!" (ucap ayah sambil melihat ke arah ibu putri)
"oh iya,, lupa pa', sebentar ibu buatkan dulu" (jawab ibu sambil bergegas menuju dapur) ayah putri hanya mengehela nafas pendek sambil memlintir kumisnya menanggapi itu,
"cepetan bu,, keburu hujan lho" (teriak ayah putri sambil menengok ke arah dapur)
"iya iya,, sabar to pa' (jawab ibu putri),,,
Aldo hanya tersenyum sambil kembali menggeleng gelengkan kepalanya," pantas saja putri gak pernah mau pergi jauh dari rumah, ternyata suasana di rumahnya terasa sangat nyaman dan hangat,,, eh,,tunggu tunggu, apa maksut dari ayah putri tadi ya, (cepetan bu, keburu hujan??) keburu hujan,?? emang kenapa kalau hujan, bukanya kita ada dalam rumah"(ucap Aldo dalam hati sambil memperhatikan atap)
"pak. Aldo,, pak. Aldo kenapa, ada apa di atas" (tanya putri yang heran melihat Aldo )
"takut kalau hujan ya, tenang,, atap udah om lapisi dengan no bocor bocor kok (saut Ayah putri),, mendengar ucapan dari ayah putri, raut muka Aldo terlihat bingung dengan sesekali melihat ke arah putri,
" NO DROP maksutnya pak, pelapis anti bocor" (jelas putri), Aldo yang mendengar itu langsung tersenyum dengan lebar,,