Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
MENYIMPAN HATI



"Ken kamu apa-apaan sih, aku sama kak Restu cuma belajar ga lebih" Kenzo membanting setirnya ke pinggir membuat Zana kaget memegang sabuk pengamannya


"belajar kata kamu? oh jadi makan di cafe berdua, ketawa-ketawa ga jelas kamu bilang itu belajar? aku mulai benar-benar paham sekarang kenapa kamu sangat bersemangat untuk pergi ke tempat les walaupun itu hari libur, kamu suka kan sama dia? mending sekarang kamu jujur aja jangan memaksakan hubungan kita kalau tidak di dasari rasa cinta"


"Ken kok ngomongnya gitu sih? aku beneran ga ada apa-apa sama kak Restu" Kenzo hanya diam tidak menanggapi Zana dia pun kembali menyetir mobil dengan kecepatan tinggi


"please Ken aku mohon pelankan mobilnya" teriak Zana tapi tidak di dengar olehnya, Zana hanya bisa diam pasrah.


akhirnya mereka sampai di rumah Zana, dia bernafas lega karena sampai dengan selamat.


"Ken...maafin aku please denger penjelasan aku dulu"


"turun!!!" ucap Kenzo yang tatapannya masih ke arah depan. Zana menarik wajahnya sampai menghadap ke arahnya


"please sayang denger penjelasan aku dulu, jangan seperti anak kecil donk yank" ucap Zana memohon.


"aku di mata kamu memang masih anak kecil kan Zan, sudahlah aku capek selalu berdebat terus dengan denganmu, mungkin dari awal kita memang ga pernah cocok Zan, lebih baik kamu sekarang menata hati kamu dan konsentrasi dengan ujian mu aku tidak akan mengganggumu dan maaf untuk hari ini " ucap Kenzo kembali menatap ke arah depan. Zana langsung meneteskan air matanya mendengar perkataan Kenzo


"please Ken harus seperti apa lagi aku membuktikan padamu kalau aku sayang dan cinta banget sama kamu" Kenzo menatap Zana yang menangis tersedu-sedu


"maafkan aku Zan, belum bisa jadi yang terbaik buat mu, maaf" ucapnya menunduk Zana pun semakin menjadi tangisnya, Kenzo langsung memeluk tubuh nya.


"Ken, aku ga mau dan ga akan pernah mau kita berpisah, aku sayang banget sama kamu, maafkan aku yang selama ini tidak peduli akan perasaanmu, maafkan aku yang tidak pernah meminta izin padamu maaf Ken, please aku ga mau kehilangan mu" Kenzo melepaskan pelukannya dan mengelap air mata yang ada di wajah tunangannya itu.


Kenzo mengeluarkan kalung dari kotak yang ada di dasbor mobilnya, melepas cincin tunangan mereka dan mengantungkan cincin itu di dalam kalung lalu memakaikannya di leher Zana. tadinya kalung itu untuk hadiah Kenzo buat Zana pada saat kelulusan tapi Kenzo lebih memilih memberikannya sekarang.


"Ken maksud kamu apa?" hati Zana terasa sakit melihat Kenzo melepaskan cincin itu dari jari manisnya


"ini hati aku buat kamu dan aku memilih menyimpannya di dekat hatimu, sampai kapan pun aku akan selalu mencintaimu dan menunggumu Zan sampai hati kamu benar-benar untukku, dan lagi semangat ya buat ujiannya"


Zana terus menatap Kenzo, air matanya yang terus mengalir tidak percaya apa yang Kenzo lakukan hari ini, tanpa mengatakan apapun Zana turun dari mobil berlari masuk ke dalam rumah sambil menangis.


"maafkan aku Zan" ucapnya dan langsung menjalankan mobilnya keluar dari rumah Zana. Kenzo melakukan semua ini agar Zana bisa menata hatinya, dia tidak ingin Zana memaksakan dirinya untuk menerima Kenzo padahal sebenarnya Zana benar-benar sangat mencintai Kenzo tapi dia tidak pernah menyadari besarnya cinta Zana terhadapnya.


"kak kamu kenapa?" tanya Putri pada anaknya yang melihat Zana menangis, tapi dia tidak menjawab pertanyaan Putri berlari ke atas masuk ke dalam kamarnya.


"Zana kenapa sayang?" tanya Tristan yang baru keluar dari kamar


"ga tau yank aku samperin Zana ke kamar dulu ya" pamitnya dan segera naik ke atas.


"sayang kamu kenapa?" Zana bangun dan langsung memeluk tubuh Putri, dia menangis sejadi-jadinya, Putri membiarkan Zana untuk mengeluarkan semuanya agar dia merasa tenang. setelah Zana puas menangis dia melepaskan pelukannya.


"ma Kenzo ma" kata nya tersedu


"ada apa sayang dengan Kenzo" Zana menceritakan semua kejadian hari ini membuatnya kembali meneteskan air matanya


"ma dia melepaskan cincinnya di sini" sambil menunjukan kalung yang ada di lehernya


"...ma apakah pertunangan kita berakhir? ma Zana ga mau kehilangan Kenzo, Zana benar-benar salah hari ini tapi Kenzo sama sekali tidak mendengarkan penjelasan Zana"


Putri kembali memeluk tubuh anaknya dan membelai rambut panjang nya


"sayang mama tau sejak dulu Kenzo sangat menyayangi mu melebihi siapapun, Kenzo tidak mungkin akan melepaskanmu dia hanya memberimu waktu untuk menata hatimu"


"kenapa harus di tata mah, hati aku hanya untuk dia" Putri tersenyum


"sayang di dalam suatu hubungan memang membutuhkan waktu untuk sendiri menata hati, karena dengan begitu kita bisa meyakinkan perasaan kita sebenarnya, mending sekarang kamu istirahat ya" Zana mengangguk


"ma Zana masih bertunangan dengan Kenzo kan?" Putri tersenyum membelai rambut anaknya


"tentu saja sayang, lagi pula mamah tidak akan membiarkan kalian terpisahkan" ucap Putri membuat Zana tersenyum


"mending kamu istirahat sayang supaya badanmu fit karena kan sebentar lagi kamu mau ujian, lupakan dulu masalahmu dengan Kenzo dan belajarlah dengan giat oke" Zana mengangguk Putri pun meninggalkan kamar Zana.


Zana :" Ken maafin aku, tunggu sampai aku selesai ujian aku akan mengutarakan semua isi hatiku padamu😘"


Kenzo membaca pesan dari Zana dan tersenyum.


Kenzo :" semangat untuk ujiannya 😊"


Ken aku akan semangat karena mu, tunggu aku sayang aku sangat mencintaimu ucap Zana sambil menatap fotonya bersama Kenzo. air matanya kembali menetes bukan karena sedih melainkan air mata bahagia karena Kenzo membalas pesan darinya.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YAAA


DITUNGGU LIKE DAN KOMENNYA 😘