
Tahun ajaran baru kali ini heboh dengan kedatangan murid baru yaitu Gian dan Kia. bertambah lagi deretan cogan (cowok ganteng) di sekolah SMA KHARISMA DARMA UTAMA. masuknya Gian di kelas XI IPA 1 membuat kelas menjadi ricuh apalagi para wanita. sedangkan Kia berada di kelas XI IPA 3 yang sekelas dengan Zacky dan juga tidak kalah heboh dengan sorakan para laki-laki.
keduanya sangat senang akhirnya mereka bisa bersekolah di tempat kedua orang tua mereka sekolah dulu. tempat yang sangat bersejarah yang menemukan orang tua mereka dan akhirnya membuat mereka lahir ke dunia.
awal masuk sekolah memang belum berjalan seperti biasanya karena seperti biasa sekolah menyambut para anak tahun angkatan baru. Kenzo sebagai panita MOS pun menjadi salah satu idola para gadis angkatan baru, begitu juga Zacky yang ikut jadi panitia karena dirinya juga mengikuti organisasi OSIS.
tahun ini pun tahun yang sibuk untuk Kenzo karena tahun ini dia terakhir bisa sekolah di sekolah tercintanya ini dan juga dia sibuk mempersiapkan dirinya mengahadapi ujian dengan mengikuti tambahan pelajaran. selain itu juga Kenzo benar-benar mempersiapkan dirinya untuk kuliah di Singapura dengan memperbaiki nilai-nilai pelajarannya. itu membuatnya jarang ada waktu untuk dia bersama Zana.
sekarang Zana pun membawa kendaraannya sendiri karena memang Kenzo sudah tidak bisa menunggu dan mengantarkannya seperti dulu.
"belum kuliah di luar negeri aja lo udah ga punya waktu buat gue" kesalnya sambil mengemudi mobil kesayangannya. memang sebelumnya Zana meminta Kenzo untuk mengantarnya ke kampus karena dia mau mencari bahan materi di perpustakaan, tapi Kenzo tidak bisa mengantarkannya karena dirinya masih sibuk di sekolah.
sesampai di kampus Zana langsung bergegas ke perpustakaan karena Icha sudah menunggunya disana.
"sorry Cha gue telat" ucapnya menghampiri Icha yang sudah duduk di sana.
"mana brondong lo tumben ga ngebuntutin?"
"tau ah gue lagi BT"
"kalian berantem? tumben banget sih" katanya heran karena memang Zana dan Kenzo nyaris tidak pernah ada masalah, mereka selalu saja harmonis dan itu membuat orang-orang yang mengenal mereka menjadi iri.
"Cha ada ga sih hubungan yang mulus kalau LDR?" tanya Zana tiba-tiba
"emmm 30% sih yang berhasil dan 70% nya gagal karena tergoda sama cewek or cowok lain. tumben lo nanya gitu emang kenapa?"
"Kenzo Cha, dia mau kuliah di Singapura" ucap Zana sedih tertunduk
"seriusan? terus lo izinin?"
"yaaa gue ga berhak untuk ngelarang dia, lagi pula ini udah impian dia sejak dulu, gue ga mau menjadi penghalang impian dia" Icha tau kalau sahabatnya itu sedang sedih dan langsung memeluk tubuh Zana
"tapi gue yakin kalau Kenzo itu termasuk di dalam 30% orang yang setia sama pasangannya" katanya sambil melepaskan pelukannya.
"belum berangkat aja gue udah merasa kesepian Cha karena kesibukan dia sekarang"
"lo yang sabar ya Zan, dan Lo harus yakin kalau kalian itu sudah di takdirkan bersama, lagipula kan kalian udah tunangan jadi lo tenang aja" ucap Icha menguatkan hati Zana
Zana menarik nafas panjang, dia menelungkupkan wajahnya di atas meja, niatnya semula untuk mengerjakan tugas pun hilang sudah. Icha yang melihat sahabatnya hanya bisa memberikan semangat menepuk bahunya.
tidak terasa sudah jam 5 sore dan Zana pun tertidur di sana, Icha sengaja tidak membangunkannya agar dia bisa menenangkan dirinya. ponsel Zana pun terus bergetar membuat gadis cantik itu pun kaget dan seketika langsung bangun mengambil ponselnya.
"whaaat? jam 5, lo kenapa ga bangunin gue?" ucap Zana kaget saat melihat jam di ponselnya dan Icha hanya tersenyum.
Zana baru menyadari ponselnya yang sedang bergetar dan langsung mengangkat telepon dari tunangannya.
"sayang kamu dimana?aku ke rumah tapi kamunya ga ada"
"kampus" jawabnya singkat
"ya udah aku jemput ya"
"ga usah aku bawa mobil sendiri"
"kamu masih marah yank? maafin aku sayang tadi beneran aku ada rapat di sekolah terus lanjut les"
"ya udah ga apa-apa ga usah di bahas lagi, udah ya aku mau lanjut kerjain tugas"
"pulang jam berapa?"
"ga tau , ya udah bye" Zana langsung menutup ponselnya
"katanya tadi kesepian, giliran orangnya nelpon malah di matiin" sindir Icha
"tau mendadak males gue denger suaranya"
"ciih lain di mulut lain di hati lo, jangan membohongi hati lo Zan" Zana hanya diam dan mulai mengerjakan tugas yang dari tadi belum di kerjakan nya.
Kenzo merasa khawatir dengan Zana dan diapun memesan Gojex menuju kampus Zana.
"ke mall yu Cha, gue males pulang ke rumah pasti dia masih disana nungguin gue"
"lo yaa sekarang aja ngomong gitu nanti kalau orangnya udah pergi ke negeri orang lo ngerengek. ya udah ayooo siapa takut" Zana tersenyum dan langsung merangkul tangan Icha berjalan keluar perpustakaan.
"pake mobil gue aja ya" ucap Zana memandang wajah Icha
"Zan....tu brondong lo" katanya sambil menunjuk Kenzo yang sedang berdiri menyenderkan tubuhnya di mobil Zana. langkah Zana langsung terhenti melihatnya.
"ngapain dia kesini" kesalnya
"udah sana samperin, kita ke mallnya lain kali aja ya gue balik dulu"
"Cha temenin gue" rengek Zana tapi Icha melepaskan genggaman Zana
"selesain dulu masalah kalian, bye" dia pun pamit dan melambaikan tangannya.
dengan berat Zana melangkahkan kakinya menghampiri Kenzo. Kenzo yang baru melihat kedatangan Zana pun langsung melemparkan senyumannya.
"ngapain kesini?" tanyanya dengan nada ketus
"jemput calon istri aku lah ngapain lagi"
"siapa juga yang mau jadi istri kamu" ucap Zana pelan menunduk. Kenzo hanya tersenyum dan langsung menarik tubuh Zana masuk dalam pelukannya.
"yakin ga mau jadi istri aku?" goda Kenzo
"tergantung" jawab Zana pelan, Kenzo melepaskan pelukannya dan langsung mengecup keningnya. untung saja suasana kampus sudah sangat sepi karena memang hari sudah menjelang malam
"Ken kalau ada yang liat gimana" ucap Zana sambil mencubit perutnya
"biarin donk, calon istri aku ini ya udah masuk yu" Kenzo mengambil kunci mobil dari Zana dan membukakan pintu mobil untuk tunangannya itu.
"yank senyum donk, ngeliat kamu cemberut kaya gini hati aku teriris tau" kata Kenzo yang belum menjalankan mobilnya
"males" Kenzo menarik wajah Zana hingga berhadapan dengannya
"jangan gitu donk maafin aku sayang please"
"kamu masih di Indonesia aja udah sibuk banget sampe aku merasa kesepian gimana nanti kuliah di Singapura"
"janji deh ga bakal kaya gini lagi"
"aku ga butuh janji Kenzo" ucap Zana menegaskan
Kenzo memegang tangan Zana dan menciumnya
"sayang please ngertiin aku ya, aku mau jadi yang terbaik di sisi kamu jadi please selalu dukung aku, tapi kalau memang kamu keberatan dengan aku kuliah di luar negeri aku akan membatalkan nya" ucap Kenzo membuat Zana kaget
"ga sayang kamu ga perlu membatalkan impian kamu karena aku, maafin aku Ken karena sudah bersikap egois aku hanya belum siap aja merasa kesepian" Zana meneteskan air matanya menyesal dengan sikapnya hari ini.
Kenzo tersenyum dan kembali memeluk tubuh Zana
"ga ada yang salah sayang kamu ga perlu minta maaf" katanya dan melepaskan pelukannya sambil mengelap air mata Zana. Zana menatap wajah Kenzo tersenyum dan langsung mengecup bibirnya
"love u" Kenzo tersenyum lebar dan menarik wajah Zana dan membalas ciumannya.
"love u too sayang more more more" ucap Kenzo membuat keduanya tertawa.
"sayang laper ga?"
"lapeer" jawab Zana manja
"oke kita cari makan dulu ya sebelum pulang" kata Kenzo sambil menancapkan gas, Zana hanya mengangguk tersenyum.
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️😘