Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
MEMUNCAK



sudah beberapa bulan ini Zana sangat sibuk dengan les saat sepulang sekolah, belajar kelompok bersama teman-teman nya dan juga persiapan dirinya untuk mengahadapi ujian Nasional yang minggu depan sudah di mulai sehingga waktu untuk nya bertemu dengan Kenzo sangat sedikit. walaupun begitu Kenzo tetap mengantarkan les atau mengantarkan Zana ke rumah teman kelompoknya dalam belajar.


hubungan mereka sangat baik setelah bertunangan. Kenzo lebih mengerti posisi Zana saat ini karena dia juga pernah mengalaminya. masa tenang Zana selama 3 hari sebelum ujian pun di pakainya full di tempat lesnya. kadang Kenzo merasa kalau Zana lebih dekat dengan Restu guru lesnya di banding dirinya.


jujur sampai saat ini satu-satunya orang yang membuat Kenzo cemburu hanya mahasiswa jurusan kedokteran itu. tapi Kenzo lebih memilih diam dari pada mengutarakan rasa cemburunya karena akan membuat hubungan mereka menjadi renggang. Kenzo sangat yakin hubungan yang di dasari kepercayaan satu sama lain akan membuahkan keharmonisan di dalamnya dan dia pun selalu percaya dengan tunangannya itu.


setiap hari Kenzo hanya bisa bertemu dengan Zana pada saat dia mengantarkan wanita cantik itu selanjutnya mereka jarang sekali bersama. bahkan di hari libur pun Zana mengisinya dengan menambahkan jam les tambahan.


"sayang besok kamu les lagi?" tanya Kenzo


"iya sayang senin besok kan aku ujian jadi aku harus mempersiapkannya semaksimal mungkin" jawab Zana yang sibuk dengan buku yang ada di tangannya


"bisa ga Minggu ini kamu ga usah les? kan mau ujian setidaknya kamu istirahat lah di rumah"


"tapi yank aku......" Zana tidak melanjutkan nya karena dia melihat wajah Kenzo yang benar-benar memelas padanya. Zana tersenyum dia pun mencium pipi Kenzo dan turun dari mobil


"nanti sore jemput aku ya sayang" ucapnya di jendela mobil yang terbuka dan berjalan meninggalkan Kenzo.


"ciiih bisa aja buat aku ga marah, awas aja nanti" ucap Kenzo melajukan mobilnya.


"siang kak Restu" sapa Zana yang baru masuk ke ruangan. Zana merasa heran kenapa ruangan tampak begitu sepi, biasanya 2 sahabatnya sudah berada di sana.


"siang Zana, silahkan duduk" ucapnya


"kak yang lain kemana?"


"kamu belum buka grup ya? mereka membatalkan les hari ini dan lebih memilih belajar di rumah " memang sejak tadi Zana tidak membuka ponselnya karena dia serius membaca buku. Zana pun mengambil ponselnya. benar saja banyak pesan masuk dari grup dan dari para sahabatnya dan juga beberapa telpon yang tidak terjawab


"benar kan?" ucap Restu dan Zana pun mengangguk tersenyum.


"jadi gimana donk, semua ga pada datang gini apa aku pulang aja?"


"emm karena kamu udah sampai ke sini bagaimana kalau kita belajar di cafe dekat sini sambil ngopi" ajak Restu dan Zana pun menyetujuinya


"pake motor kakak aja ya Zan"


"iya kak lagi pula aku ga bawa mobil"


"ooh di anter tunangan kamu ya" Zana hanya mengangguk tersenyum. dia pun naik ke atas motor sport Restu dan mereka pun pergi ke cafe


sesampai di sana Zana langsung memesan coffee latte kesukaannya dan Restu memesan ice coffee. mereka duduk di pinggir dekat kaca yang menghadap ke jalan. Restu mulai mengajarkan Zana macam-macam rumus cepat yang membuatnya dengan mudah mengerjakan berbagai macam soal.


"sumpah kak ini gampang banget"


"ini rumus kakak sendiri loh, cuma kamu yang tau" Zana tersenyum dan menyelesaikan kembali soal-soal latihan.


***


"Ken ngapain sih loh hari libur gini ngajak gue jalan, tunangan lo kemana??" tanya Galen pada sahabatnya.


"seperti biasa dia les" jawabnya singkat


"gue laper kita makan di cafe deket tempat les Zana ya biar pas beres sekalian jemput doi"


"yaaaah jadi kacang lagi deh gue" kesal Galen. Kenzo memang sering mengajak Galen saat sedang berkencan atau apapun itu dan membuat dia selalu jadi nyamuk di antara keduanya.


setelah sampai di cafe itu Kenzo memarkirkan mobilnya. Galen kaget melihat Zana yang sedang asik mengobrol dengan Restu guru lesnya. ini akan semakin rumit kalau Kenzo melihatnya ucap Galen dalam hati. Kenzo sedang melihat ke kiri hendak membuka sabuk pengamannya membuat Galen merasa aman.


"Ken mendadak gue ga lapar gimana kalau kita ke mall aja nonton sambil nunggu kak Zana pulang les" ucapnya mengalihkan pandangan Kenzo agar tidak melihat Zana


"ogah banget gue harus nonton sama lo nanti orang kira gue penyuka sesama jenis lagi" saat Kenzo hendak melihat ke arah depan Galen menarik wajah Kenzo agar melihat ke arahnya


"kalau gitu kita pindah tempat lain aja gue lagi pengen masakan Padang"


"lo kenapa sih ngidam? katanya tadi ga laper?" ucap Kenzo dan dia pun tidak lagi peduli dengan keinginan sahabatnya itu, dia pun membuka pintu dan secara tidak sengaja matanya melihat ke arah depan mobilnya.


"yaa sudah deh perang dunia" bisik Galen pasrah.


Kenzo melihat Zana yang sedang asik mengobrol di dalam cafe itu mendadak sekujur tubuhnya menjadi panas. rasa cemburu yang selama ini di pemdamnya akhirnya memuncak. dia pun segera turun dari mobil dan berjalan dengan cepat masuk ke dalam cafe tersebut.


Galen sekuat tenaga melarangnya masuk agar tidak terjadi kekacauan tapi rasa cemburu Kenzo membuat tenaga yang di keluarkan oleh Gian pun sia-sia. Kenzo terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


Zana masih asik mengobrol dan sesekali tertawa dengan Restu.


"ooh jadi ini yang namanya les tambahan? pantes aja kamu semangat banget ya tiap pergi les dan sekarang gue tau alasannya" ucap Kenzo cukup keras membuat seisi cafe yang sedang ramai itu melirik ke arah mereka.


"Kenzo maksud kamu apa?" tanya Zana yang kaget sekaligus tidak mengerti apa maksudnya


"lo tau kan kalau Zana udah tunangan tapi lo masih aja deketin tunangan orang" kata Kenzo menunjuk kearah Restu


"KENZO CUKUP!!" teriak Zana emosi, Kenzo hanya menatap sinis ke arah Zana


"sorry bro lo salah sangka gue....."


"cukup gue ga butuh alesan" Kenzo langsung mengambil buku dan tas Zana dan menarik tangannya keluar dari cafe, mereka mencuri perhatian semua orang yang berada disana. tidak sedikit dari mereka yang ikut bergosip tentang mereka.


"kak maaf ya, temen gue yang satu itu kalau lagi cemburu langsung kerasukan" ucap Galen pada Restu


"ga apa-apa" jawabnya tersenyum


"kalau gitu saya permisi ya kak" Galen pun pamit dan segera keluar menghampiri keduanya.


"SIAL, selalu gue kena imbasnya nasib-nasib" ucap Galen kesal karena mobil Kenzo yang sudah pergi entah kemana. Galen pun berjalan ke depan mencari taxi untuk pulang ke rumah.


"apes banget sih gue, makan ga dapet eh malah di tinggal gini" ucapnya kesal dan menaiki taxi yang sudah berhenti di depannya.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️♥️