Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
MASALAH BARU



selama 1 minggu ini Zana dan Kenzo di larang keluar rumah oleh kedua ayah mereka, selain karena hukuman mereka yang pulang hampir larut malam juga karena mereka sedang ulangan semester. keduanya hanya bisa bertemu di sekolah saat istirahat.


hari ini adalah hari terakhir mereka untuk ujian, rencananya Zana dan kedua sahabatnya sepulang sekolah akan pergi untuk menonton film yang baru saja keluar.


"gaes hari ini jadi kan?" tanya Zana


"jadi donk gue udah bawa baju ganti nih" jawab Keysa semangat


merekapun keluar dari kelas dan menuju parkiran. Zana lupa mengabari Kenzo tentang rencana hari ini. Kenzo terus menunggu Zana di tempat parkiran motor karena sudah beberapa hari ini Kenzo selalu menunggunya di sana.


sesampai di mall mereka pun langsung memesan tiket lalu menuju toilet untuk mengganti pakaian dan menunggu di lorong-lorong sambil menunggu jam tayangnya.


tring tring


Kenzo :"sayang kamu dimana?apa perlu aku menjemputmu ke kelas???"


"OH GOD" teriak Zana membuat kedua sahabatnya melirik kaget padanya


"kenapa Zan?" tanya Aji


" bentar ya gue nelpon Kenzo dulu" Zana berlari ke arah toilet


"perang dunia deh" ucap Keysa sambil memakan popcorn yang ada di tangannya


"udah donk Key makannya giliran masuk ke dalam nanti tinggal bungkusnya doank" kata Aji


"bodooo, tinggal beli lagi kan lo masih banyak duit"


"nyesel gue ikut, perasaan hari ini gue semua deh yang ngeluarin duit" sesal Aji


" jangan pelit Ji kuburan lo sempit loh" Aji hanya menarik nafas dalam


setelah sampai di toilet Zana langsung masuk kedalamnya bersyukurnya dia karena saat itu toilet dalam keadaan kosong. Zana pun langsung menelpon Kenzo


"halo sayang kamu ngapain sih lama banget"


"Ken maafin aku, aku lupa ngasih tau ke kamu kalau aku sekarang mau nonton sama Aji dan Keysa"


"Apa???? kenapa ga bilang? kenapa sih sayang kamu suka banget buat masalah baru"


"maaf" ucap Zana dengan nada yang menyesal tapi Kenzo langsung mematikan ponselnya


Zana berjalan tertunduk menuju kedua sahabatnya. keduanya yang melihat Zana seperti itu hanya menggelengkan kepala mereka.


"gue bilang juga apa pasti terjadi perang dunia lagi" bisiknya pada Aji membuatnya tertawa mendengarnya


"kenapa Ratu cantik kalian berantem lagi" ucap Aji sambil mengelus kepalanya, dengan muka yang cemberut Zana mengangguk


"kenapa ya selalu aja ada masalah sama hubungan gue dan Kenzo?" katanya kesal


"itu tandanya lo ga cocok sama dia lo cocok nya sama gue" canda Aji tapi Keysa langsung mencubit perutnya membuat Aji meringis kesakitan


"aaaw sakit Key"


"habisnya lo kalau ngomong asal mulu deh"


pengumuman film yang mereka akan nonton sudah di mulai, ketiganya pun masuk ke dalam. sebenarnya hati Zana tidak tenang dari tadi dia ingin sekali pulang tapi dia tidak enak dengan kedua sahabatnya. Selama film di putar Zana terus mengirimkan pesan untuk Kenzo tapi tidak satupun ada yang di balas. Keysa menyadari kalau sahabatnya itu merasa khawatir dia pun menyuruh Zana untuk pulang, Zana yang mendengarnya langsung bergegas keluar dari bioskop


"Ratu kemana?" tanya Aji


"mau ngadain konferensi meja bundar" jawab Keysa ngasal tapi Aji langsung mengerti apa yang di maksud Keysa.


setelah keluar dari mall Zana mencegat taxi yang sedang lewat dan segera menuju ke rumah Kenzo. hanya membutuhkan waktu 15 menit akhirnya gadis cantik itu sampai.


tok...tok...tok...


"eh non Zana" kata bi Cucu yang membukakan pintu untuknya


"Kenzo ada bi?"


"ada non di kamarnya ayo masuk" Zana melihat sekitar rumah yang sangat sepi


"bunda mana?"


"nyonya lagi keluar katanya mau ke rumah non Zana"


"oh gitu, ya udah aku ke kamar Kenzo ya bi" Zana pun langsung pergi ke kamar kekasihnya


tanpa mengetok pintu dahulu Zana membuka pintu Kenzo perlahan berniat untuk mengagetkannya tapi bukannya Kenzo yang kaget tapi dirinyalah yang kaget. saat membuka pintu Kenzo sudah berdiri melipat kedua tangannya di atas dada dengan wajah yang serius, karena Kenzo sudah mengetahui kedatangan Zana saat dia hendak turun kebawah dia mendengar suara kekasihnya itu diapun langsung masuk ke kamar lagi.


"Oh Tuhan" teriak Zana yang kaget melihat Kenzo


"ngapain ke sini?" tanya nya dengan nada yang jutek


"Ken ngagetin aja sih, ya mau ketemu calon tunangan akulah siapa lagi" kata Zana langsung memeluk tubuh Kenzo, tapi pelukannya tidak di sambut oleh Kenzo, dia malah melepaskannya membalikkan badan berjalan menuju balkon, Zana memeluk tubuhnya dari belakang dan mengikuti langkah Kenzo


"jangan marah donk aku kan sudah minta maaf" kata Zana dengan menyesal. Kenzo melepaskan pelukan Zana dan duduk di sofa yang ada di balkon kamarnya


"emangnya cukup dengan kata maaf aja?"


"ya terus aku harus gimana?"


"kenapa sih Zan kamu selalu buat aku marah?dan setiap kamu melakukan kesalahan kamu hanya bilang kata maaf tapi kamu tidak pernah memperbaiki kesalahan mu"


Zana menggenggam tangannya dan memasang wajah yang memelas karena dia tau itu adalah kelemahan Kenzo. berulang kali Kenzo memalingkan wajahnya tapi Zana selalu mengikutinya, membuat Kenzo akhirnya luluh


"janji jangan mengulanginya ya" ucap Kenzo sambil membelai rambutnya, Zana mengangguk dan tersenyum bahagia


"udah makan?" Zana hanya menggelengkan kepalanya, Kenzo pun menarik tangan Zana merangkul pinggangnya berjalan kebawah menuju ruang makan.


TERIMAKASIH SEMUANYA...


MAMPIR KE NOVEL DIA SUAMIKU YA AUTHOR AKAN MENULIS BEBERAPA CHAPTER BONUS TENTANG KEDUA ORANG TUA ZANA DAN PARA SAHABATNYA..


MAMPIR JUGA KE NOVEL RINDU YANG G KALAH RAME...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA


LOVE U ALL