
Zana mulai memikirkan kata-kata yang di ucapkan oleh mamanya untuk pindah kuliah di Singapura demi dekat dengan Kenzo, tapi di sisi lain dia tidak mau egois meninggalkan keluarganya. Putri bisa saja mengizinkan anak perempuannya untuk pergi karena dirinya tidak ingin mengekang sang anak untuk meraih yang dia inginkan, tapi tidak dengan Tristan dia akan selalu ikut campur dengan keputusan sang anak karena sejak kecil memang Zana lebih dekat dengan papanya di banding dengan Putri.
setelah berfikir panjang akhirnya niat Zana untuk pindah mengikuti Kenzo dia urungkan karena dia juga tidak bisa membayangkan akan jauh dari mama dan papanya. apalagi disana negeri orang yang semuanya berbeda dengan Indonesia.
06.30
pagi itu semua sudah berkumpul di meja makan termasuk Kenzo yang baru saja datang. mereka langsung menyantap sarapan yang sudah di sediakan oleh kedua wanita cantik di rumah itu. Zana juga sudah menyiapkan bekal untuk Kenzo.
"ma, pa Kenzo sama Zana berangkat ya" pamit Kenzo kepada kedua calon mertuanya
"hati-hati ya bawa mobilnya bang" ucap Tristan, Kenzo menaikkan 2 jempolnya
seperti biasa Kenzo mengemudikan mobil Zana saat pergi sekolah.
"sayang aku ada kelas sampe sore dan kayaknya akan pulang malam, kamu ga apa-apa pulang sendiri ga aku jemput?"
"ga apa-apa sayang lagi pula hari ini aku free kok ga les"
"okee deeeh, ntar malem tapi ke rumah yaaa"
"iyaaa sayang ga bisa yaaa 1 hari ga liat aku" canda Kenzo sambil mengusap rambut panjangnya
"iyaaa mumpung kamu masih disini nanti kalau udah jauh kan jarang ketemu" Kenzo hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan Zana.
setelah mengantarkan Kenzo Zana langsung bergegas ke kampusnya. hari ini memang hari yang sibuk untuk Zana karena banyak tugas yang menanti di tambah jam kuliah nya yang sangat padat. dia sedikit menyesal karena disaat Kenzo tidak ada les tambahan dia malah yang banyak tugas.
sesampainya di kampus Zana terlebih dahulu pergi ke perpustakaan untuk mencari buku sebagai bahan untuk presentasinya nanti.
"hai tumben pagi-pagi udah nongkrong di sini" sapa Riski yang baru saja datang
"eh kak Riski, iya kak gue banyak tugas terus ntar siang mau presentasi. kakak nyari tugas juga?"
"iya sama, gue keliling dulu ya nyari buku, semangat presentasi nya" Zana hanya tersenyum. Rizki pun berjalan menuju rak buku, sesekali dia melirik ke arah Zana karena sampai saat ini hati nya selalu bergetar kalau bertemu dengan-nya. walaupun dia sudah mengetahui kalau Zana sudah mempunyai tunangan tapi tidak membuatnya menyerah dengan perasaannya.
***♥️♥️♥️***
"lo ga ke kantin lagi Ken?" tanya Yuri
"gue tiap hari di bekelin sama istri"
"ciiih ngebet banget sih jadi lakinya kak Zana, inget lo sebentar lagi lo pergi jauh dan pastinya banyak cowok yang yang ngincer kak Zana menanti kepergian lo, yakin kak Zana tidak berpaling??" canda Yuri
"maksudnya???" Kenzo sama sekali tidak pernah memikirkan itu karena dia selalu yakin cinta Zana untuk dirinya
"pikir aja sendiri, udah ah gue ke kantin, yayang Zacky udah nungguin bye Kenzo"
Kenzo masih memikirkan apa yang di katakan Yuri padanya. Kemungkinan itu bisa terjadi, tapi sebelum Yuri mengatakan itu Kenzo memang sudah berbicara pada kedua orang tuannya sebelum liburan ke Singapura untuk melamar Zana dan keduanya pun setuju.
sepulang sekolah Kenzo langsung pulang ke rumahnya.
"bro thanks ya, ga mampir dulu" ucap Kenzo pada Gian
"iya bang sama-sama, kayanya ga bang salam sama bunda yaa"
"oke hati-hati di jalan"
Kenzo memasuki rumahnya dan langsung menghampiri Sarah yang sedang berada di ruang keluarga bersama Rangga.
"siang bunda, loh ayah kok udah pulang?" heran dia saat melihat Rangga yang tak seperti biasanya pulang lebih awal.
"ayah kangen bunda lah"
"ya biarin donk, walaupun ayah udah tua tapi jiwa ayah muda tau, kalo ga percaya tanya aja bunda"
"udah-udah kebiasaan deh kalau udah ketemu pasti aja berdebat, bang ganti baju sana" titah Sarah
"oia yah, bun Kenzo mau minta 1 permintaan boleh?"
kedua orang tuanya saling tatap
"apa sayang?" tanya Sarah
"Kenzo mau lamar Zana"
"emang rencananya seperti itu kan bang" ucap Rangga
"maksud abang sekarang"
"apa????" keduanya kaget dengan apa yang dikatakan oleh Kenzo
"bukannya setelah kamu Lulus? lagi pula kalau sekarang kan bunda ga ada persiapan jangan ngaco ah bang"
"serius bunda, ya nikahnya nanti aja pas lulus sekarang lamarnya mumpung Zana ada kuliah sampe sore"
"maksudnya kamu mau lamar Zana pas orangnya ga ada?"tanya Rangga dan Kenzo tersenyum mengangguk
"yang penting restu kedua orang tuanya, nanti selebihnya Kenzo yang bakal lamar Zana dengan suasana yang romantis"
"lebay banget sih, ya udah kamu siap-siap" Kenzo kaget dengan ucapan sang bunda
"jadi bunda setuju? beneran?" Sarah tersenyum mengangguk
"...kalau ayah?"
"yaaa kalau bunda setuju ayah mana bisa bilang ga" Kenzo tersenyum lebar dan langsung memeluk kedua orang tuanya
"thanks ayah, bunda kalau gitu Kenzo siap-siap sekarang yaa, dia pun bergegas berlari naik ke atas
"ga nyangka ya anak kita udah gede lagi, berarti kita harus bikin yang baru kayanya bun" ucap Rangga yang mendapat 1 cubitan di perutnya
"...aw sakit bun"
"siap-siap jangan kebanyakan ngayal" katanya dan langsung berjalan meninggalkan suaminya.
**KEDIAMAN TRISTAN**
sebelumnya Sarah sudah menelpon Putri akan kedatangan keluarga kecilnya dan Putri yang mendapat kabar dari sahabatnya segera mempersiapkan aneka makanan untuk menyambut mereka.
"apa kabar Put, gue kangen banget sama lo" sapa Sarah yang baru tiba di rumahnya
"baik, gue juga kangen banget sama lo" ucapnya sambil mencium kedua pipi sahabatnya
"perasaan kalian berdua baru ketemu minggu kemaren deh, tapi ngeliat sekarang seperti yang bertahun-tahun ga ketemu" canda Rangga
"ya buat kita itu 1 hari bagaikan 1 tahun" ucap Sarah mengundang tawa
"ya udah ayo masuk aku sudah mempersiapkan banyak cemilan untuk kalian" ucap Putri dan mereka pun masuk kedalam.
HAPPY READING
KEEP SMILE 😁😁😁😁😁