
"yaaah kamu ga akan mampir dulu yank?" ucap Zana manja
"ada yang harus aku urus sayang, janji nanti malem ke rumah" Zana menarik nafas dalam mengangguk pasrah. dia pun keluar dari mobil dan melambaikan tangannya
"salam buat mama papa ya, love u" ucap Kenzo dan langsung pergi menancapkan gas mobilnya.
sesampainya di rumah Kenzo langsung bersiap karena dia sudah mempunyai janji dengan Rio siang ini. kedua orang tuanya sejak tadi sudah siap menunggu Kenzo. jam sudah menunjukan pukul 1 mereka pun segera pergi ke rumah kediaman Agatha.
kali ini perasaan Kenzo lebih tegang dari sebelumnya karena ini adalah penentuan dirinya untuk meminang Zana.
selama perjalanan Kenzo yang duduk di belakang kemudi memainkan jarinya karena merasa tenang. Ini lebih tegang di banding dia meminta izin pada kedua orang tua Zana. Rangga sambil memegang kemudi melihat ketegangan anaknya dari kaca spion mobil.
"bang santei aja, granpa Rio baik kok" ucapnya menenangkan sang anak
"duuh ini tuh penentuan akhir abang yah buat memboyong Zana ke Singapura, abang takut yah Granpa ga setuju" ucapnya menarik nafas dalam di akhir bicara
"bunda yakin ga ada yang berani nolak anak bunda yang cakep, tenang aja bang" ucapan bunda nya lebih membuatnya merasakan ketenangan.
setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman Agatha. Kenzo mengatur nafas mempersiapkan dirinya untuk berhadapan dengan penentu nasibnya. ketiganya pun melangkahkan kaki masuk kedalam. Bi Inah menyambut kedatangan ketiganya di depan pintu dan mempersilahkan keluarga kecil
"halo om, tante apa kabar?" ucap Rangga sambil mencium tangan keduanya di ikuti Kenzo dan istrinya.
"baik, kebetulan tante udah nyiapin masakan mending kita langsung makan siang bareng yu" keluarga Al-Farizi itu pun menikmati hidangan yang di sajikan tuan rumah.
selesai makan siang, Rio menyuruh mereka ke halaman belakang agar bisa lebih santai mengobrol. seperti Arta, Rio sudah tau niat kedatangan keluarga kecil ini kerumahnya. Kenzo mulai memberanikan diri untuk angkat bicara. dia pun membicarakan niatnya untuk meminang Zana sama seperti yang dia bicarakan pada Arta kemaren.
Rio hanya diam, Kenzo tertunduk harap-harap cemas mendengarkan jawaban dari lelaki tua yang sudah dia anggap kakeknya sendiri.
"granpa keberatan" jawaban yang sangat tidak ingin Kenzo dengarkan saat ini. dirinya masih tertunduk, Rangga yang melihat anaknya kecewa merangkul dan menepuk pundaknya.
"tapi kalau mau granpa setuju ada 1 syarat" Rio kembali angkat bicara, Kenzo yang mendengarnya mengangkat wajahnya sedikit tersenyum begitupun dengan Sarah dan Rangga yang ikut tersenyum.
"apa om syaratnya?" tanya Rangga penasaran.
"anak pertama kalian harus memakai nama keluarga Agatha" seperti yang kalian tahu kalau kedua cucunya mengambil nama dari keluarga Hikaru dan itu membuat dirinya tidak mempunyai keturunan keluarga Agatha. Rangga langsung memandang istrinya karena kaget. karena bagaimanapun anak pertama Kenzo kelak akan menjadi cucu dan cicit pertama keluarga Al-Farizi.
Kenzo pun langsung menatap Rangga dengan tatapan memohon.
"bagaimana?" tanya Rio lagi. suasana kali ini semakin tegang.
"om apa ga ada syarat lain?" tanya Rangga karena dia juga ragu kalau keluarga besarnya bisa menerima persyaratan dari Rio.
"hanya anak pertama saja, selanjutnya kalian bisa memakai nama keluarga kalian" secara tidak langsung Rio menyuruh cucu mantunya itu agar mempunyai anak lebih dari 1 tidak seperti keluarganya.
"om biarkan saya bicarakan sama keluarga besar saya dulu, karena saya juga tidak bisa mengambil keputusan sendiri"
Memang kalau sudah menyangkut nama keluarga akan sangat sensitif. sebenarnya masalah ini tidak perlu di ributkan karena hal itu masih jauh untuk terjadi. tapi Rio hanya ingin memastikan kalau nanti cicitnya kelak akan membawa nama keluarganya.
"oke granpa akan tunggu jawaban kalian, kalau kalian menyetujuinya maka granpa akan setuju dan semua biaya pernikahan kalian akan granpa biayai" jelas Rio
"oke om, terimakasih saya akan secepatnya memberi kabar" ucap Rangga dan mereka pun pamit pulang.
selama di mobil Kenzo diam karena melihat ayahnya yang mendadak wajahnya berubah menjadi serius. dia tidak bisa memohon pada ayahnya karena ini akan menyangkut keluar besarnya. karena hari masih sore mereka pun memutuskan langsung pergi ke rumah kediaman Al-Farizi yang ada di Tanggerang.
"sore bu" sapa Sarah pada ibu mertuanya yang membukakan pintu untuk mereka.
"sore, kalian kenapa ga bilang-bilang dulu kalau mau kesini, ayo masuk" titah ibu dari Rangga
"bapak mana bu?" tanya Rangga
"bapakmu lagi ada di ruang tv sedang menonton sinetron kesukaannya" jawabnya dan mereka pun masuk kedalam
"waah ada cucu kebanggaan kakek" ucapnya langsung memeluk Kenzo.
"kakek apa kabar?" tanya Kenzo
"kabar kakek baik, abang sendiri bagaimana?"
"abang sehat kek seperti kakek liat" mereka pun duduk berkumpul disana, sedangkan Sarah mengikuti ibu mertuanya ke dapur membantunya menyiapkan minuman untuk ketiga lelaki yang ada di depan.
"bagaimana persiapan kamu untuk kuliah di Singapura?"
"semua udah siap kek, tinggal nunggu ujian sekolah" jawabnya
"pak sebenarnya ada yang mau Rangga bicarakan sama bapak"
"ada apa? kayanya ada yang serius" Rangga mulai menceritakan kronologi nya pada bapaknya. seperti yang sudah dia duga kalau bapaknya akan kaget mendengar persyaratan dari calon besannya.
apakah bapak dari Rangga akan setuju dengan persyaratan Rio?????
tunggu jawabannya di episode selanjutnya....🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
Terimakasih semuanya...
jangan lupa like dan komen yaaaaaaa..