Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
NEGERI SINGA



Zana dan calon keluarganya kelak sudah tiba di Singapore Changi Airport. Mereka pun langsung mencegat mobil taxi menuju Hotel yang sudah di pesan sebelumnya. Perasaan Zana saat ini campur aduk, antara senang dan sedih.


Setelah lelahnya perjalanan mereka pun istirahat di kamar masing-masing, sebelum mereka akan berkeliling untuk mencari apartemen untuk Kenzo.


"Jam 1 kita nanti pergi ya, sekarang kamu istirahat dulu." Ucap Sarah pada calon mantunya, Zana mengangguk.


"Istirahat ya, sayang!" Kata Kenzo, Zana tersenyum dan masuk ke dalam kamarnya.


Zana merebahkan tubuhnya, walaupun belum terjadi tapi, Zana sudah merasakan dirinya yang berada jauh dari Kenzo. "Tuhan apa aku bisa?" Ucapnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 1, Kenzo mengetok kamar Zana menjemputnya.


"Iya, iya tunggu sebentar," Ucapnya di ponselnya sambil membuka pintu kamarnya.


"Tidur ya?" Tanya Kenzo sambil mematikan teleponnya.


"Ga, Aku tadi lagi di kamar mandi. Bunda sama Ayah mana?"


"Udah nunggu di lobby, yu turun!" Kenzo menarik tangannya. Zana melihat punggung Kenzo entah kenapa perasaan dia menjadi sangat sedih? Jantungnya berdetak tidak karuan.


"Sekarang saja sudah merasakan seperti ini, lalu apa kabar 4 tahun??" Ucapnya dalam hati.


Setelah sampai di lobby mereka pun naik mobil yang sudah di pesan dan pertama-tama menuju apartemen yang jaraknya sekitar 20 menit dari universitas Nanyang. Terlebih dahulu mereka masuk ke dalam management dan menanyakan apakah ada apartemen yang di sewa atau di jual lengkap dengan fasilitasnya.


"Apa Bunda sama Ayah tidak berlebihan menanyakan apartemen yang di jual? memangnya Kenzo selamanya akan disini??" Ingin rasanya dia ungkapkan rasa penasarannya tapi, apa daya Zana hanya memendamnya bersama dengan kesedihannya.


Pihak dari manajemen pun menunjukan apartemen yang lumayan luas berada di lantai 6. Sarah dan Rangga langsung melihat sekitarnya. Memang semua interior nya sangat mewah, untuk harga jangan di tanya, harganya selangit karena memang apartemen ini tergolong paling mewah dari semua yang ada di dekat universitas.


"Kak, kamu suka ga?" Tanya Sarah pada Zana.


"Heloo Bunda, yang kuliah kan Kenzo kok nanya nya sama Zana??" Tentu saja bukan itu yang di katakan pada calon mertuanya.


"Bagus Bun. Tapi, kayanya kejauhan deh dari tempat kuliah, selama Kenzo tidak keberatan sih ga masalah kamu gimana suka ga?" Zana menanyakan pertanyaan yang sama yang di berikan oleh Sarah.


"Iya Bun, bener kata Zana, mending kita cari yang lumayan deket dari kampus aja biar tinggal jalan, iya ga sayang?" Ini lagi Kenzo kenapa nanya sama aku?? Zana menggerutu dalam hati. Dia hanya tersenyum menjawab pertanyaan Kenzo.


Mereka memutuskan mencari makan siang terlebih dahulu, sebelum melanjutkan mencari tempat tinggal untuk Kenzo. Mobil yang sudah di sewanya pun berhenti di rumah makan yang cukup terkenal disana. Kenzo menarik kursi untuk Zana tapi, sebelumnya terlebih dahulu menarik kursi untuk wanita pertama yang di cintainya. Zana yang melihat perlakuan lembut Kenzo pada Sarah, bangga.


Memang kamu sudah dewasa Ken, ucapnya dalam hati sambil tersenyum.


"Yank, mau makan apa?" Kenzo menunjukan menu padanya, dan mata Zana langsung berhenti di steak beef sirloin mushroom sauce kesukaannya. Sambil menunggu makanan yang sudah di pesan mereka pun mengisinya mengobrol.


"Emmm lingkungan enak Yah, mungkin bisa betah kamu gimana Ken?" Seperti biasa Zana melempar pertanyaan itu pada Kenzo.


ini orang tua sama anak lagi pada berantem ya??kok selalu menanyakan pertanyaan melalui aku sih. Lagi-lagi Zana berbicara pada dirinya sendiri di dalam hati.


"Ya, jawaban kamu tuh mewakili jawaban Aku, kalau suka kamu betah Aku betah dan kalau kamu suka aku." Ucap Kenzo sambil tersenyum.


Jawaban apa itu keeeeen, itu bukan sebuah jawaban tapi sebuah tiruan yang tidak punya pendirian, yang mau tinggal di sini kan kamu bukan aku. Andai kedua calon mertuanya tidak ada di depannya kata-kata itu sudah di layangkan untuk tunangannya. Zana memilih tersenyum dengan jawaban Kenzo.


"Kamu inget Bang, selalu jaga Zana jangan sampai menantu Ayah merasakan sedih atau susah!"


"Iya ayah pasti, Kenzo akan menjaga Zana sepenuh hati"


Ya Tuhaaan, drama apa yang sedang keluarga kecil ini mainkan?? Kenapa seolah-olah aku dan Kenzo yang akan tinggal di negeri singa ini. Ingin rasanya Zana berteriak karena, terjebak dalam situasi yang sama sekali tidak ia mengerti.


"Sayang, kok melamun makanannya keburu dingin loh," Ucap Sarah yang membuyarkan lamunan Zana.


"Oh, iya Bun," Ucapnya malu.


Suasana hening saat mereka menyantap makan siang. Selesai makan mereka pun lanjut mencari tempat tinggal dan sekarang mereka berhenti di apartemen yang berjarak dekat sekali dengan kampus. Hanya butuh 5 menit untuk sampai kesana berjalan kaki.


Pihak manajemen apartemen pun menuntun mereka untuk melihat apartemen yang kosong, yang sudah lengkap dengan isinya yang berada di lantai 10. Mereka pun naik ke atas. Saat masuk ke ruangan Zana langsung jatuh cinta sama interior yang menurutnya sedikit klasik dan juga pemandangan langsung dari balkon menghadap ke kampus, yang kelak akan menjadi kampus calon suaminya.


Memang tidak semewah apartemen pertama yang mereka lihat tapi, harga apartemen ini hampir 2 kali lipat dari yang pertama, mungkin karena lokasinya yang dekat dengan kampus membuat harga pasarannya lebih mahal dari sebelumnya.


"Gimana kak, suka?" Tanya Rangga. Lagi-lagi mereka menanyakan pertanyaan itu pada calon menantu mereka. Sebenarnya Zana ingin sekali menanyakan, kenapa aku yang di tanya? bukan Kenzo?? Apa dia tidak mempunyai pendirian sampai-sampai harus bertanya padaku? Apa daya, pertanyaan itu hanya di pendam nya dalam hati.


"Suka yah lebih strategis, dan juga apartemen luas, tapi Yank, emang ini ga terlalu luas untuk kamu?" Kenzo hanya tersenyum mengelengkan kepalanya. Ciiih kenapa coba ni anak dari tadi hanya diam tanpa mengeluarkan pendapatnya, kesal Zana


"Ya udah, kita ambil yang ini ya," Ucap Sarah. mereka pun kembali ke kantor management dan mengurus surat-surat apartemen. Tidak tanggung-tanggung, Sarah dan Rangga langsung membeli apartemen itu untuk anak mereka. Memang kalau di pikir-pikir sih sedikit lebay untuk membelinya hanya untuk di tempati selama 4 tahun, tapi kalau orang kaya sih bebas, mungkin biar bisa lebih nyaman kali ya untuk di tempati.


Setelah hampir ½ hari mereka mencari tempat tinggal untuk Kenzo, mereka pun memutuskan untuk kembali ke hotel. Karena urusan yang utama sudah di selesaikan, sisanya selama 3 hari ke depan mereka akan berlibur mengelilingi tempat-tempat wisata di Singapura.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA TERSENYUM DAN BAHAGIA


kamut :"mencintai tidak harus memiliki, tapi saat memiliki harus belajar untuk mencintai"


JANGAN LUPA UNTUK TRSENYUM 😁😁