Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Serius



Kenzo yang masih memilih-milih jenis biscuit untuk istrinya, tiba-tiba bertemu dengan Galen yang kebetulan juga belanja di toserba yang sama. Dilihatnya penjaga kasir sedang menscan coklat belanjaanya Galen.


“Len, tuh coklat buat Erina ya?” tanya Kenzo tiba-tiba dari belakang.


“Halah Ken, kirain siapa. Iya buat Erina pulang sekolah nanti,” jawab Galen.


“Mas, biayanya 20.000 rupiah, tidak sekalian pulsanya mas, atau deterjennya lagi ada promo beli satu gratis lima,” ujar penjaga kasir dengan lincah.


“Tidak mbak cukup, ini uangnya,” jawab Galen.


Setelah transaksi, Galen menunggu Kenzo yang sedang membayar belanjaannya.


“Belanjaannya 39.900 mas, tidak sekalian pulsanya mas, atau deterjennya lagi ada promo beli satu gratis lima,” ujar penjaga kasir yang tidak selincah sebelumnya.


“Ini uangnya mbak,” ucap Kenzo, sambil memberikan uang 20.000 rupiah dua lembar.


“Uangnya 40.000 rupiah ya mas, kembaliannya boleh didonasikan aja, mas?” ujar penjaga kasir.


“Ya ... boleh.” jawab Kenzo.


Setelah melakukan transaksi, keduanya berjalan keluar.


“Lo serius 'kan Len sama Erina? Lo 'kan tahu Erina sepupunya Zana,” tanya Kenzo.


“Ya ... justru karena Erina sepupunya Zana, gue benar-benar serius, Ken. Persahabatan kita bisa jadi persaudaraan,” balas Galen.


“Ya ... baguslah kalau lo serius,” ujar Kenzo.


“Ya udah, gue duluan ya, Ken,” balas Galen.


“Sip, sampaikan salam gue sama Erina ya, bilang sering-sering maen ke rumah.” Galen tersenyum mengangguk sambil menaikkan kedua jempolnya.


Matahari sudah bersinar dengan angkuhnya, saat itu sudah pukul 13.30 dimana Galen sudah menunggu di dekat pagar sekolah dengan motor sportnya. Tak lama Erina keluar bersama Nia juga Rei sepupunya.


“Kak, yuk pulang!” ucap Erina sambil menepuk pundak Galen.


“Rei, Nia, aku pulang duluan ya!”


“Siap ... kak Galen titip cewek bawel ini ya,” canda Rei membuat mereka tertawa kecuali Erina.


“Rese kamu. Ya udah bye Nia Galen.” keduanya melambaikan tangan, dan berjalan meninggalkan pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta.


“Ini helmnya, cantik.” Galen memakaikan helm yang diberikannya kepada Erina sampai terdengar suara klik.


“Kak jangan ngebut ya, aku pasti pegangan kok,” ujar Erina sambil senyum.


Galen menuruti kemaun kekasihnya itu, berjalan dengan kecepatan 40km/jam saat jalanan lenggang namun saat macet gas bisa turun sampai 20km/jam melaju diatas jalanan dengan terik yang terus saja menyengat.


“Ga kepanasan Er?” tanya Galen Khawatir.


“Ga papa kok, kak. Kalau sama Kamu sepanas apapun terik matahari, tetap akan terasa adem,” jawab Erina yang kini sudah mulai fasih berbahasa Indonesia.


“Cie ... pacar aku yang satu ini, udah tau gombal. Diajarin siapa sih?”


“Nih ... orangnya yang lagi aku peluk.” Galen tersenyum sambil memegang tangan kekasihnya.


“Yang bener, yank pegang motornya!” Galen mengangguk dan kembali memegangi stang motornya.


Sampai akhirnya mereka sampai di depan rumah Erina. Galen mematikan motornya lalu berusaha dengan cepat mengeluarkan coklat dari tas kesil selempang yang dipakainya.


“Er, ini coklat untukmu. Kakak ga tau kamu suka coklat apa ga, yang pasti mulai sekarang akan selalu ada kejutan kecil untuk Erinaku yang imut ini,” ujar Galen.


“Makasih Kak, aku suka banget coklat. Dan lagian apapun dari kakak, aku suka,” jawab Erina sambil menerima coklatnya.


“ ... Kak, ga mampir dulu?” tanya Erina.


“Hemmm ... Papa sama mama ada?” Galen balik bertanya.


“Lagi ga di rumah semua Kak,” jawab Erina.


“Ya udah … kakak mampirnya kalau mama sama papa kamu ada aja ya sayang. Kakak ke kampus dulu.” balas Galen sambil mengusap Rambut kekasihnya yang imut itu. Erina mengangguk tersenyum. Dia sangat bersyukur bisa mendapatkan laki-laki yang sangat bertanggung jawab dan baik seperti Galen.


**♥️♥️**


“Kamu serius ga sih sama aku? ayolah ini sudah satu bulan semenjak kamu janji mau melamar aku yank. Mau aku siram kuah baso ini ke muka kamu,” ujar Kia ngambek.


“Kasih napas dong yang, setidaknya sampai aku selesai sidang deh, aku janji.” jawab Gian dengan mata yang berkaca-kaca.


“Sekarang gini deh, kamu lebih milih nikah atau sidang, kalau ga mending kita udahan deh aku cape,” ujar Kia sambil beranjak lalu meninggalkan Gian sendirian.


Keinginan Kia yang ingin menikah muda seperti para sahabatnya bertolak belakang dengan Gian. Gian ingin menjadi lelaki yang pantas untuk istrinya kelak, dan karena itu dia masih ingin mengejar kariernya dulu dibanding harus cepat-cepat untuk menikah.


Dengan cepat Gian mengikuti langkah kekasihnya.


“Sayang, udah dong jangan ngambek. Jelek loh?” goda Gian yang berhasil menyusul langkah Kia.


“Bodo!!”


“Aku udah bilang ke bunda sama ayah, kalau kita tunangan dulu. Gimana?” Kia berusaha menahan senyumannya. Setidaknya dengan begitu Kia tahu kalau Galen benar-Benar serius padanya.


**♥️♥️**


“Abang lama!!” ucap Zana dengan wajah yang masam.


“Maaf sayang, tadi abang ketemu Galen terus ngobrol-ngobrol bentar. Mukanya jangan gitu ah, abang gemes, jadi bawaannya pengen gigit kamu,”


“Cih ... gigit aja kalau berani!” Kenzo menyimpan biscuit di meja dan menghampiri istrinya yang sedang santai duduk di sofa.


“Abang mau apa?”


“Tadi kamu 'kan yang nantang abang, sayang.” Kenzo perlahan mendekati istrinya. Jujur sudah lama memang dia merindukan waktu-waktu mesra dengan sang istri. Zana hanya tersenyum saat Kenzo mulai dekat dan ....


Tok ... Tok ... Tok ...


“Non, Den, makan siang sudah siap.” teriak bi Sari di balik pintu kamar mereka.


“Yah ....” keluh Kenzo karena harus menghentikan aksinya. Zana tertawa puas melihat wajah sang suami.


“Ngetawain aja terus, yank. Seneng banget keliatannya,”


“Ya udah, entar malam plus-plus deh.” bisik Zana sambil jalan meninggalkan suaminya. Kenzo yang mendengar perkataan Zana langsung tersenyum lebar dan tidak sabar ingin segera malam hari dan menagih ucapan istrinya.


“Sayang, tunggu abang!” teriaknya sambil mengikuti langkah istrinya.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan lupa Like, dan vote sebanyak-banyaknya...


yang mau komentar, kolom komen dibuka selebar-lebarnya.


Terimakasih semuanya ♥️♥️♥️


Recommended novel buat kalian


Judul : Terpaksa Menikahi Pria Culun


Pena : Arip Riko


Cuzz buat kalian yang suka genre Teen, Romance.