
sudah 3 hari ini Tristan diam dan lebih seringnya melamun, dia merasa sedih karena sebentar lagi akan kehilangan putri tercintanya. diwaktu kosongnya dia selalu membuka album foto kenangan dirinya dengan Zana saat masih kecil hingga dewasa. secepat ini kah kamu tumbuh dewasa sayang? papa belum puas mengurusmu ucap Tristan sambil membelai foto Zana ketika dirinya berusia 3 tahun.
Putri selalu memberikan semangat pada suaminya, ternyata ini sisi baru Tristan yang baru dilihatnya selama 22 tahun pernikahan, Tristan yang melow dan sangat baper. untuk seorang ibu dia merasa tidak keberatan di tinggal oleh Zana tapi bagi Tristan Zana wanita ke 3 yang dia cintai setelah bunda dan istrinya.
"pa, boleh Zana duduk disini" Zana yang baru pulang dari kampusnya langsung menghampiri papanya yang sedang duduk di halaman belakang rumah dengan tumpukan album-album foto.
"sini sayang" ucapnya menarik tangan Zana agar duduk di sebelahnya. Zana menyenderkan kepalanya di bahu papanya dan membuka tiap lembaran album yang di pegang oleh Tristan.
"pa ini waktu kita liburan ke Hongkong ya? kok aku ga ingat"
"jelas kamu ga ingat, waktu itu kamu masih berusia 2 tahun sayang, naah kalau yang ini kamu inget ga? ini waktu kita liburan ke Jepang" Tristan menunjukan foto yang ada di lembaran selanjutnya
"inget pa, disini aku udah gede dan Rei juga udah ada, waktu itu Rei umur berapa sih pa?"
"kalau ga salah dia masih 1½ tahun deh papa juga lupa" keduanya asik mengingat memori-memori saat keluar kecil mereka liburan yang hampir seluruh negara mereka datangi.
"masih bisa ga kita liburan seperti ini?" tanya Tristan yang seketika wajahnya menjadi sedih
"papa" Zana langsung memeluk tubuh Tristan yang masih saja kekar walaupun usianya yang sudah tidak muda lagi
"walaupun Zana sudah menikah kita akan tetap liburan bersama, Zana tidak akan pernah melupakan papa karena papa adalah cinta pertama Zana" Triatan menarik bibirnya keatas tersenyum lebar mendengar kata-kata itu.
"sayang kamu juga salah satu wanita yang sangat papa cintai setelah granma dan mama, papa sedih akan kehilangan kamu dan papa takut kamu akan melupakan papa"
"itu tidak akan terjadi pa, papa akan tetap menjadi prioritas pertama Zana saat liburan semester"
"kamu harus selalu mengirimkan kabar untuk papa ya sayang Zana mengangguk tersenyum.
"Jadi papa aja nih yang di peluk mama sama Rei ga?" ucap Putri yang dari tadi dia dan Rei melihat drama melow antara ayah dan anak.
Zana tersenyum dan menarik Rei dan Putri dalam pelukannya, melihat itu Tristan berdiri dari duduknya dan ikut memeluk orang-orang yang sangat dia cintai. keluarga kecil yang tampak sangat bahagia. setelah acara melow mereka pun duduk bersama di sana sambil menikmati cemilan dan teh sore hari.
"de inget nanti kamu harus jagain papa dan mama jangan pacaran mulu"
"ih siapa juga yang pacaran, aku sama Nia tuh kalau lagi berdua belajar bareng, kita kan pacaran sehat kak"
"gimana ujian kamu kemaren?" tanya Tristan karena Rei juga baru saja melaksanakan ujian nasional tingkat SMP
"bisa donk pa, anak papa kan pinter" sombong Rei mengundang tawa mereka.
"jadi gimana kak persiapan pernikahan nya semua beres?" tanya Putri
"beres ma, tinggal menunggu hari H"
"berkas-berkas kamu sudah beres?" lanjut Tristan bertanya
keluarga kecil itu pun melanjutkan obrolan mereka yang menjadi momen sangat langka karena kesibukan masing-masing.
**♥️♥️**
selama 5 hari ujian Nasional Kenzo tidak sama sekali menghubungi Zana karena ponselnya yang di tahan oleh Rangga membuat dia sangat frustasi dengan rasa rindunya pada kekasih hatinya. demi menghilangkan rasa rindunya Kenzo melihat album foto dirinya dan Zana saat mereka masih kecil hingga mereka dewasa.
Kenapa harus ada aturan pingit segala sih, sayang aku rindu...
disisi lain Zana sibuk dengan berbagai perawatan pra pernikahan. tidak memungkiri kalau Zana juga sangat merindukan kekasihnya itu, tapi semua itu bisa sedikit terobati dengan berbagai perawatan yang di jalaninya juga berkumpul bersama para sahabatnya yang sengaja datang di sela-sela dirinya perawatan dan memang sengaja untuk melihat Zana.
setelah lulur dan mandi kembang Zana langsung bergabung dengan ke-enam sahabatnya yang sudah menunggu dirinya di taman belakang. Aji yang sengaja bolos sehari kuliahnya demi bertemu dengan Zana sebelum dia menjadi istri sah dari Kenzo.
"Ajiiiiii..." teriak Zana dan langsung memeluknya saat dirinya melihat sosok sahabat yang selama ini dia rindukan, aji menyambut pelukan Zana mumpung ga ada sang bodyguard Kenzo pikirnya.
"udah-udah pelukannya calon bini orang tau" Keysa memisahkan keduanya
"mumpung belum sah key, jangan-jangan lo cemburu yaa???" goda Aji
"ih apaan sorry yaaa ga level" jawabnya dengan wajah yang memerah. yang lain menertawakan kedua orang itu yang selalu beradu argumen saat bertemu.
semua temannya sudah pulang kecuali Kia dan juga Nia yang menginap disana. hari semakin malam dan membuat Zana semakin gelisah dengan hari esok yang selama ini di tunggu-tunggu nya. kedua adiknya hanya tersenyum melihat dirinya yang sejak tadi mondar-mandir ga jelas.
"kak tidur napa, pusing kita liatnya" ucap Kia disertai anggukan dari Nia
"ga bisa, gue deg-degan" Kia dan Nia menarik tubuh Zana dan menyuruhnya untuk tidur di tengah di antara keduanya.
"kan gue bilang ga ngantuk" protes Zana pada keduanya.
"kalau ga di tidurin ya ga akan tidur kak, kakak butuh istirahat karena seharian besok kan kakak akan sibuk menjadi Ratu dalam sehari" ucap Kia
"iya kak, relax hempaskan semua beban pikiran, tutup mata dan tarik nafas yang dalam"ucap Nia sambil mempraktekkan nya
"apaan sih de lebay banget" timpal Kia
"bener loh kak biar kita lebih enjoy, itu juga Nia liat di buku"
"iya-iya deh, ya udah kita bobo yu udah malem takutnya besok kesiangan lagi" titah Kia.
sejak tadi Zana hanya diam dan mengikuti apa yang di contohkan Nia saat keduanya sudah tertidur, karena sejak tadi mata tak kunjung menutupnya. setelah mempraktekkan beberapa kali benar saja Zana menjadi lebih relax dan enjoy. kini dia mencoba menutup matanya berharap acara besok akan berjalan dengan lancar.
Terimakasih sudah setia mengikuti novel ini
jangan lupa like dan komen yaa