
Gian, Kia dan Zacky sibuk mempersiapkan kejutan untuk Zana, dikarenakan jam Kenzo yang sangat padat dengan les tambahan untuk mempersiapkan diri mendekati ujian, yang tidak terasa tinggal menunggu beberapa hari lagi. Kejutan lamaran yang sudah disiapkan oleh ketiga sahabat Kenzo sudah berjalan 70% dan tinggal beberapa yang harus di kerjakan. Sedangkan pernikahan sendiri sudah berjalan sekitar 60%, tinggal menunggu Zana dan Kenzo fitting baju pengantin.
Kenzo memilih tempat sebuah cafe yang disuguhi langsung pemandangan pantai. Kenzo menyewa seluruh bagian luar dari cafe yang berdiri di atas pantai. Dia sengaja memilih tempat ini karena menurutnya pantai adalah tempat yang sangat romantis untuk melakukan lamaran.
Tempat itu pun disulap dengan sangat bagus. Red karpet yang dipasang disepanjang jalan ditaburi kelopak-kelopak mawar putih dan dipinggirnya berjajar lilin-lilin kecil warna-warni untuk menghiasi gelapnya malam.
Tempat lamarannya pun dipenuhi bunga-bunga yang mengelilingi sepasang tempat duduk untuk dinner keduanya nanti. Tidak lupa beberapa balon juga ikut menghiasi pinggir-pinggir pembatas. Lampu kerlap kerlip pun ikut dipasang di sekitar tiang-tiang cafe itu. Entah berapa kocek yang sudah dikeluarkan oleh Kenzo untuk lamaran ini, tapi dia tidak memusingkan itu, karena yang terpenting adalah apa yang dia lakukan tidak akan pernah dilupakan olehnya juga Zana.
***♥️♥️***
Hari ini adalah hari terakhir Kenzo masuk sekolah, karena tiga hari ke depan adalah masa tenang untuk menghadapi ujian, dan itu artinya malam nanti adalah acara lamaran dirinya untuk Zana. Ketiga adik sekaligus sahabatnya sudah mendekor tempat itu dan 100% semuanya sudah siap. Yuri dan Kia akan bertugas mengajak dan menghiasi Zana, Galen dan Zacky menjadi juru camera yang nanti akan merekam semua prosesi lamaran Kenzo agar kelak menjadi kenang-kenangan buat keduanya.
Sedangkan Gian membantu Kenzo untuk bersiap di rumahnya. Kenzo memakai kemeja biru tua terang dengan dilapisi jas hitam dan membuat aura ketampanan nya makin keluar. Sudah tiga hari ini Kenzo sama sekali tidak bertemu dengan Zana selain salah satunya rencana dari berjalannya lamaran juga, karena dirinya yang sangat sibuk dengan berbagai les tambahan. Setiap hari Kenzo hanya mengirimi pesan singkat untuknya dan itu membuat Zana merasa rindu padanya.
Zana yang mendapat kabar dari kedua sahabat wanitanya sudah menunggu kedatangan mereka di ruang tamu rumahnya. Saat keduanya datang Zana merasa kaget melihat mereka yang berpenampilan cantik dengan dress selutut dan sedikit sentuhan make up pada wajah keduanya. Sebenarnya itu mereka lakukan agar Zana tidak merasa curiga kalau nanti keduanya akan mendandani dirinya.
"Kalian berdua cantik banget emang mau kemana?" tanyanya heran.
"Temen aku ngadain party ulang tahun, kakak inget Febby 'kan? Teman sekelas aku dan Kenzo? Sekarang dia ulang tahun dan dia meminta aku mengundang kakak kesana," jelas Yuri.
"Jadi gimana kak, mau ikut ga?" tanya Kia. Tanpa pikir panjang Zana mengangguk menyetujuinya, karena pikirnya pasti ini kesempatan dirinya untuk bertemu dengan Kenzo.
Ketiganya pun segera naik ke atas. Yuri membantu Zana untuk mendandani dirinya, karena memang dia sangat ahli dibidang itu dan cita-citanya sendiri memang ingin sekali menjadi MUA suatu hari nanti. Sedangkan Kia menyiapkan baju yang sudah di siapkan oleh Kenzo, warna baju yang senada dengannya.
"Kalian kapan menyiapkan ini?" tanyanya kaget saat melihat baju dan perlengkapan lainnya yang sudah tersedia.
"Udah kak pake aja, kita keburu telat loh," ucap Kia sambil mendorongnya masuk ke toilet yang ada di kamarnya.
Keduanya sangat kagum saat melihat Zana keluar dengan dress panjang selutut berwarna biru tua terang kesukaannya. Zana terlihat bercahaya dan sangat cantik.
"Btw gue ga bawa kado, kalian ngedadak banget sih bilangnya," ucapnya saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Tenang aja kak, Febby tidak menerima kado kok yang terpenting kita datang ke pesta ulang tahunnya." jawab Yuri yang membuatnya sedikit tenang.
Selama perjalanan Zana terus saja mengirimkan pesan singkat pada Kenzo menanyakan apakah dirinya juga akan datang ke ulang tahun? Tapi tidak ada balasan sama sekali dari pujaan hatinya. Sesampai di sana, Yuri memarkirkan mobilnya. Saat berjalan tiba-tiba Kia menutup kedua mata Zana dengan kain panjang kecil yang memang sebelumnya sudah mereka siapkan.
"Kok pake tutup mata segala?" protes Zana, saat dia hendak membuka penutup itu dengan cepat kedua tangan Zana pegang oleh Yuri dan Kia. Zana pasrah, dia pun berjalan sambil di tuntun oleh kedua sahabatnya.
Saat sampai di tempat lamaran lagu Marry You dari Bruno Mars langsung di putar. Zana yang mendengar lagu itu langsung membuka matanya. Seketika badannya menjadi kaku, karena saking kagetnya dia melihat Kenzo yang sedang dance di depannya dengan diiring dua orang dancer yang memang sudah disewanya. Hanya butuh waktu dua hari buat Kenzo untuk menghapalkan semua gerakannya. Tiap ketukan lagu yang senada dengan gerakannya membuat Zana tertawa, kelima jarinya menutup mulutnya tidak menyangka kalau kekasihnya padai juga menari.
sayang,
Izinkan aku untuk menjadi lelaki seutuhnya dengan selalu berada dekat padamu.
Izinkan aku menahan air mata sedih mu dengan cinta tulusku.
Izinkan aku menjadi separuh dari hidupmu.
Izinkan aku membawa dirimu masuk ke dalam kehidupanku.
Izinkan aku untuk menjadi ayah dari anak-anak mu
dan izinkan aku untuk menyimpan hatiku didalam hatimu.
Sayang, will you marry me?
Zana menetes air matanya terharu, Kenzo berdiri menatap Zana menunggu jawaban darinya. Ke-lima sahabat mereka menyemangati Zana dengan teriak terima,terima,terima. Zana tersenyum mengangguk, Kenzo dengan spontan meloncat dan berteriak YES, tepukkan tangan pun diberikan oleh para sahabatnya. Saking senangnya Kenzo dia langsung memeluk Zana dan menggendong tubuhnya memutar. Semua menertawakan kelakukan Kenzo yang bisa di bilang sedikit berlebihan.
"Sayang, terimakasih, aku janji akan membahagiakan kamu seumur hidupku," ucap Kenzo menatap wajah Zana, dia hanya tersenyum mengangguk. Sejak tadi Zana tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya, karena saking bahagianya dia.
Kenzo perlahan mendekatkan wajahnya, tapi kecupan yang dibayangkan Kenzo seketika sirna saat ke-tiga teman lelakinya menarik tubuh Kenzo menjauhi Zana.
"Nanti aja bang, sabar," ucap Zacky mengundang tawa.
.
.
.
.
~Bersambung~
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA
MAAF YANG SELALU TELAT UPDATE 😭😭