
Malam pun berlalu,, Risqi segera bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas untuk mandi, terus di lanjutkan dengan sholat subuh, di lihatnya Aldo masih tertidur di sofa dengan begitu banyak tumpukan buku di meja, ternyata semalam setelah pulang dia masih melanjutkan kerjaanya di rumah sampai tertidur di sofa,,
"do,, do, bangun woe udah pagi" (ucap risqi sambil menepuk nepuk bahu Aldo)
"uuuaaahhhh,,,, kenapa qi" (jawab Aldo malas sambil mengucek kedua matanya)
"kenapa kenapa,, udah pagi nih, sholat subuh dulu, jam setengah 5 noh" (ucap Risqi sambil memperlihatkan jam di tanganya)
"iya,, sebentar ya Qi, aku masih ngantuk banget, baru tidur jam 3 tadi" (jawab Aldo sembari merebahkan kembali tubuhnya di sofa)
"emang siapa yang nyuruh tidur jam 3,, cepetan bangun, males amat jadi orang", (ucap Aldo yang kembali mengoyak oyak bahu Aldo)
" iya iya,, uahhhh",, (jawab Aldo mencoba membuka mata sambil meregangkan kedua tanganya),, Aldo mencoba untuk duduk sembari menunggu kesadaranya kembali, masih begitu berat rasanya untuk membuka ke dua matanya dan kepalanya pun terasa pusing karena kurang tidur, dilihatnya kembali jam yang menempel di tanganya, "Ternyata aku hanya tidur selama satu setengah jam, pantas saja badan ini berasa sangat berat" (ucap Aldo sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing),,
"nih minum dulu do,, biar anget badanya" (ucap risqi sambil menyodorkan segelas jahe hangat untuknya)
"wah,,, makasih qi, kebetulan banget, badan lagi kurang fit ini (jawab Aldo yang langsung meminum jahe yang diberikan saudaranya tersebut),," sruuuupppp,,, ahhh seger, ow iya ini jahe darimana emang qi" (sambung Aldo)
"dari sebelah" (jawab risqi singkat)
"sebelah, Sebelah mana maksutmu?" (tanya Aldo penasaran)
"kebun sebelah do" (jawab risqi sambil menyisir rambutnya)
"kebun sebelah,, kebun punya siapa,,??!" (tanya Aldo sambil mengerutkan dahinya)
"tau" (jawab risqi sambil cengengesan)
"uhuk,,,, gila lu qi, jahe hasil nyolong lu kasih ke gua" (ucap Aldo sambil melotot ke arah risqi),, kebiasaan jeleknya dari kecil ternyata masih melekat pada dirinya, Aldo ingat betul waktu mereka berusia 10 tahun, hampir setiap hari ada tetangga yang datang ke rumahnya sambil marah marah kepada kedua orang tua risqi, mereka selalu mengeluhkan tentang buah mangga mereka yang selalu hilang di pohon, dan itu semua karena ulah dari risqi, bahkan saat dia berusai 12 tahun, risqi juga sering memecahkan kaca rumah tetangga saat bermain bola, ya walaupun sebenarnya dia gak sengaja,,
"woe,,, bengong aja dari tadi" (ucap risqi sambil menepuk bahu Aldo)
"eh Qi,, kenapa??" (jawab Aldo nampak kebingungan)
"yaelahhh,, kirain tadi udah mandi, eh ternyata masih santai santai di sini, hadehhh do do, udah jam 5 lebih ini, ada ada aja lu, pake acara bengong segala lagi" (ucap risqi sambil garuk garuk kepala)
"astaga,, udah jam 5 lebih ya, bentar qi, mau sholat subuh dulu" (ucap Aldo terkejut sambil bergegas lari ke belakang)
"oe jahenya di habisin dulu mumpung masih anget" (teriak risqi), sesaat setelah itu Aldo berlari kembali sambil menyahut jahe hangat yang ada di meja dan meneguknya sampai habis, risqi hanya bengong dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Aldo saat itu,
"gila lu do, jahe hasil nyolong lu embat juga,, hahahaha"
"bodo,,, yang penting kan bukan gua yang nyolong" (jawab Aldo cepat sambil nenteng handuk ke kamar mandi),, "lama lama tinggal sama kamu jadi ikutan gila aku qi" (ucap Aldo sambil ngomel di kamar mandi)
"oe,, cepetan mandinya",, terdengar teriakan risqi dari luar sambil menggedor gedor pintu kamar mandi,, " ada apaan lagi ni anak,,, hiiiihhhhhh,,baru juga mau mandi udah ribut lagi" (ucap Aldo sambil menggaruk garuk kepalanya)
"apaan lagi, gangguin orang lagi mandi aja lu qi, baru juga masuk" (jawab Aldo sembari membuka sedikit pintu kamar mandi dan menjulurkan kepalanya ke luar)
"bodo amat" (saut Aldo cepat sambil menutup pintu kamar mandi)
"dor dor dor,, do cepetan udah sampai ujung nih" (ucap risqi menggedor gedor pintu kamar mandi),, namun tidak ada jawaban dari Aldo, risqi hanya bisa mondar mandir di depan kamar mandi sambil tangan kanan memegang perut, dan tangan kirinya memegang pant*t sambil meringis menahan tekanan dari dalam perutnya yang sudah tak tertahankan dengan sesekali menggedor pintu kamar mandi berharap Aldo segera keluar, sudah 5 menit lebih dia menunggu Aldo keluar dari kamar mandi,,
"ceklek",, tiba tiba terdengar pintu kamar mandi terbuka, dengan cepat risqi berlari masuk ke dalam kamar mandi,,
"bruak,,!! Woe ki pelan pelan napa, kaya ngejar maling aja" (ucap Aldo yang hampir aja terjengkang gara gara kesenggol risqi yang buru buru masuk kamar mandi sambil memegang perutnya),, "makanya jangan sembarangan ngambil punya orang, jadi kena karma kan lu,, hahaha" (ucap Aldo sambil mengusap kepalanya dengan handuk),, setelah selesai sholat subuh, terlintas di fikiranya untuk mengirim pesan pada putri, "kira kira putri lagi apa ya" (ucap Aldo dalam hati), di ambilnya Hp yang sedari tadi berada di atas kasur dengan mulutnya yang penuh dengan roti panggang, sementara di tangan kananya membawa segelas susu hangat untuk mengganjal perutnya di pagi itu,,
"pagi put, lagi apa? " (tanya Aldo sambil duduk di atas kasur), tak lama kemudian Hp Aldo bunyi, di lihatnya ternyata pesan balasan dari putri, di bukanya pesan dari putri sambil tersenyum
"ini baru selesai sarapan pak" (balas putri)
"sudah siap,? , 10 menit lagi saya jemput ya" (ucap Aldo sembari melihat jam di tanganya), di lihatnya lagi jam di tanganya, dan bergagas menghampiri risqi yang masih belum keluar dari kamar mandi,,
"dok dok dok,, Qi, masih lama gak?" (tanya Aldo sambil mengetuk pintu kamar mandi)
"bentar lagi do,, nanggung" (teriak risqi),, "buset ni anak ngapain aja di dalam, dari tadi gak kelar kelar" (gumam Aldo)
"aku duluan ya, mau jemput putri dulu, lu gak papa kan nanti ke bandara sendiri (ucap Aldo)
" ok do,, (jawab risqi dengan nada berat)
"Hadehhh,, ni anak kebiasaan dari dulu kalau mau pergi pasti pake acara mules dulu " ( gumam Aldo sambil berjalan masuk ke dalam mobil) di ambilnya kembali Hp di saku celananya untuk mengirim pesan lagi kepada putri,,
"saya sudah di jalan" (tulis Aldo singkat sambil berjalan menuju rumah putri),,
Di sisi lain, putri sudah terlihat berdiri di depan rumahnya dengan koper besar di sebelahnya sambil sesekali menengok ke arah jalan,,
"belum dateng nak Aldonya?" (tanya ibu putri berjalan menghampiri anaknya tersebut)
"belum bu', tapi barusan pak. Aldo bilang kalau sudah di jalan, mungkin sebentar lagi sampai (jawab putri sambil tersenyum) ibu putri hanya membelai rambut anaknya tersebut sambil tersenyum,, tak lama kemudian Aldo pun datang,
" selamat pagi tante" (sapa Aldo sambil mencium tangan ibu putri)
"masuk dulu nak" (jawab ibu putri)
"maaf tante, mungkin lain kali saja, sudah mepet waktunya, kita mau langsung berangkat saja ya, takut kalau ketinggalan pesawat" (jawab Aldo sembari melihat jam di tanganya)
"ya sudah,, hati hati ya nak,kamu juga jaga diri baik baik di sana ya put (ucap ibu putri)
" iya bu, putri berangkat ya, Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"