Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Siapa orang itu?



"gak ada yang ketinggalan kan put?" (tanya Aldo sambil menengok ke arah koper yang putri bawa)


"inshaAllah gak ada pak" (jawab putri singkat)


"sampai kapan kamu akan panggil saya dengan kata itu" (ucap Aldo dengan tatapan tajam ke arah putri), sebenarnya sudah sering sekali Aldo meminta putri untuk tidak memanggilnya pak saat di luar jam kantor, Aldo merasa ada jarak pemisah antara keduanya selama putri masih memanggilnya dengan panggilan itu,


"maaf pak, ehhh mas, takutnya nanti kalau putri keceplosan di depan teman teman kantor, (jawab putri)


" emang kenapa kalau orang kantor tau tentang hubungan kita" (ucap Aldo sambil mengerutkan dahinya menengok ke arah putri)


" maaf pak, putri belum siap" (jawab putri sambil memainkan ponsel di genggamanya)


"belum siap, kenapa?" (tanya Aldo yang langsung menepikan mobilnya mendengar jawaban dari putri tersebut),,


"lho, kok berhenti pak?" (ucap putri nampak kebingungan melihat Aldo tiba" berhenti di tengah tengah perjalanan menuju bandara)


"aku tanya sekali lagi sama kamu put,, apakah kamu bener bener suka sama aku" (tanya Aldo sambil mencengkeram erat kedua lengan putri dengan tatapan tajam)


"aduuhhh,, lepasin pak,, sakit" (ucap putri mencoba untuk melepaskan cengkraman Aldo yang di rasakanya semakin kuat),, Aldo nampak tak memperdulikan ucapan dari putri tersebut, terlihat jelas dari sorot matanya yang di penuhi dengan amarah, melihat Aldo seperti itu membuat putri takut sampai tak kuasa untuk menahan air matanya saat itu, dengan sekuat tenaga dia mencoba terlepas dari cengkraman Aldo,,


"jawab put..!! " (ucap Aldo dengan nada tinggi sambil menatap tajam mata putri)


"lepas pak,, tangan putri sakit" (ucap putri lirih dengan bercucuran air mata),, Aldo tersentak setelah menyadari bahwa apa yang di lakukanya telah melukai hati putri sampai membuatnya menangis,,


"maa,, maaf put,," (Aldo kaget sambil melepaskan cengkramanya) "maafkan saya put, saya tidak bermaksut menyakitimu" (ucap Aldo mencoba untuk menenangkan putri)


"jangan sentuh putri pak" (ucap putri mencoba menepis tangan Aldo dari bahunya),, putri masih tidak percaya atas apa yang baru saja dia alamai, Aldo yang selama ini dia kenal sebagai orang yang baik hati dan lembut tiba tiba berubah menjadi sosok yang menakutkan baginya, sudah sejak lama sekali sejak terakhir kali putri merasakan ketakutan seperti ini, terakhir kali dia merasakanya saat dia berusia 17 tahun, tepatnya saat dia masih duduk di bangku kelas 2 SMA ,ada seorang anak laki laki bernama Ari yang selalu saja mengganggunya di kelas, pernah juga sekali saat putri pergi ke toilet dia di hadang oleh beberapa siswa laki laki yang nongkrong di toilet sambil merokok, putri yang saat itu hanya berniat untuk ke toilet tidak memperdulikan mereka,, "bodo ah dengan mereka, toh putri juga gak ganggu mereka" (batin putri saat itu),, tapi ternyata tak se simple kenyataanya, para siswa laki laki itu tiba tiba berdiri menghadang putri dari arah depan dan belakang nya, "cewek, mau kemana sih, buru buru amat, sini duduk dulu sama kita" (ucap salah satu siswa laki laki itu dengan nada menggoda) "iya nih,, sendirian aja, mending temenin kita kita disini,, ya gak coi" (ucap Ari sambil mencolek tangan putri) " plak,,!! jangan kurang ajar ya, colek colek sembarangan (ucap putri sambil mendengus geram kepada Ari, dan dengan reflek mendaratkan tamparanya ke wajah nya),, sesaat suasana menjadi hening saat itu, terlihat jelas dari wajah Ari yang di penuhi dengan amarah dari sorot matanya,, "brengs*k,, brukk!!", (teriak Ari yang langsung mendorong tubuh putri ke tembok sambil mencengkram kedua pergelangan tangan putri) putri terlihat tak berdaya saat mencoba untuk melepaskan cengkraman Ari saat itu, sia sia, tenaganya tak sebanding dengan Ari,


" lepaskann. . Apa yang ingin kamu lakukan" (ucap putri terlihat ketakutan sambil memejamkan matanya)


"ja ja jangan,, jangann..!!" (teriak putri ketakutan)


"Ari...!!! Hentikan.!" (teriak Pak Roni dari ujung pintu masuk toilet dengan sorot mata yang tajam ke arahnya), sontak Ari langsung melepaskan cengkramanya dan langsung tertunduk, sedangkan yang lainya berhamburan menyelamatkan diri dari Pak. Roni, pak. Roni adalah guru BK di sekolahan putri, beliau adalah sosok yang paling di takuti oleh semua siswa, terutama siswa yang kurang bermoral seperti Ari,


"kamu gak apa apa put" (tanya pak. Roni sambil memegang bahu putri)


"ti, ti,, tidakk pak" (jawab putri terbata dengan mata berkaca kaca)


"kamu sekarang kembali ke kelas, biar bapak yang menyelesaikan masalah ini",, Putri pun langsung berlari keluar dari toilet tanpa berkata kata, dia melupakan niatnya yang semula ingin mencuci muka untuk menghilangkan kantuknya, karena semalam kurang tidur gara gara mengerjakan tugas sekolah sampai tengah malam,,, sampai detik ini dia masih ingat dengan jelas kejadian waktu itu, kejadian yang seolah olah meninggalkan bekas luka yang sangat dalam bagi kehidupanya saat ini, dan sejak saat itu pula Ayah putri berubah menjadi seorang yang sangat overprotektif terhadap keluarganya, terutama putri,


"maaf put,, bukan maksut saya untuk menyakiti kamu, tapi..."


Belum sempat Aldo selesai bicara tiba tiba terdengar suara Hand phone dari balik sakunya, di lihatnya Hand phone tersebut sambil mengerutkan dahinya, "Risqi,,?? ow iya, ini pasti dia sudah nungguin di bandara dari tadi" (ucap Aldo sambil menepuk dahinya) aduhhh,, gimana ya, aku haru ngomong apa nih,masa iya aku ngomong kalau habis ribut dengan putri "(gumam Aldo)


" iya Qi,, " (jawab Aldo)


" do,, kamu kesini ya, cepet,, penting" (terdengar suara risqi tampak gugup)


"kamu tenang dulu Qi, jelaskan apa yang terjadi" (jawab Aldo mencoba menenangkan risqi yang terdengar gugup saat itu)


" kamu kesini sekarang do,, ke Rumah Sakit Harapan, cepet,,, thutttt"(ucap risqi singkat langsung menutup telfonya),, "ya ALLAH,, ada apa lagi ini, belum juga selesai masalah yang di sini, sudah nambah masalah lagi (gumam Aldo),,


"Put, maaf ya, untuk saat ini aku mohon lupakan apa yang barusaja terjadi di antara kita, tadi risqi telfon, katanya dia lagi di Rumah Sakit Harapan sekarang" (ucap Aldo sambil menggenggam telapak tangan putri)


"mas. Qi di Rumah Sakit,, kenapa pak?" (ucap putri terkejut mendengar ucapan dari Aldo barusan)


"aku juga tidak tau put,, dia belum sempet ngomong tadi di telfon" (jawab Aldo sambil kembali menjalankan mobilnya)" kita ke Rumah Sakit sekarang ya" (sambung Aldo), Putri hanya diam sambil menganggukan kepalanya,, sepanjang perjalanan putri terlihat sangat panik dan gugup, sudah tak nampak lagi ketakutan dari raut wajahnya setelah mendengar berita tentang risqi tersebut, beberapa kali juga terlihat putri mengirimkan pesan kepada seseorang,, "SIAPA orang itu,,?" (ucap Aldo dalam hati)