
kelima sahabatnya pulang meninggalkan Zana dan Kenzo karena keduanya yang akan menikmati dinner berdua malam itu. kejutan untuk Zana tidak berhenti sampai saat Zana menerima lamaran Kenzo. setelah beres menyantap hidangan makanan, Kenzo mengeluarkan kotak panjang kecil dan memberikannya pada Zana.
"ini apa?" tanyanya penasaran. "buka aja nanti kamu juga tau" Zana membuka kotak itu dan untuk kedua kalinya dia merasa terkejut dengan kejutan malam ini. undangan panjang tipis berwarna biru di ikat dengan pita silver yang sudah tertuliskan insial nama K&Z kembali Zana meneteskan air mata harunya saat melihat isi dari undangan itu.
"kamu serius? ini tanggal pernikahan kita?" tanya nya kaget karena sesuai tanggal yang tertera di undangan kalau pernikahan akan terlaksana 1 minggu lagi. Kenzo tersenyum mengangguk menjawab pertanyaan dari Zana.
"kok mendadak sih?"
"ga kok, ini udah rencana aku dari dulu, sebelum aku berangkat ke Singapura aku ingin terlebih dahulu menikahi kamu, makanya waktu liburan di Singapura aku menyerahkan padamu untuk memilih apartemen yang memang kamu suka" jelasnya.
pantas saja waktu ini mereka selalu menanyakan pendapatku, bodohnya aku tidak menyadarinya, ucapnya dalam hati.
"gimana kamu suka ga?" Zana mengangguk
"semua persiapan pernikahan sudah berjalan 80%, tinggal fitting baju pernikahan"
"serius? kok bisa?" tanyanya heran
"semua aku serahkan sama WO dan pastinya sesuai yang pernah kita bicarakan dulu" memang mereka berdua dulu sempat berangan-angan tentang sebuah pernikahan dan konsep itulah yang di gunakan Kenzo salam pernikahan nya. Zana tersenyum haru dengan semua kejutan yang dia dapat hari ini, dia tidak menyangka akan menikah secepat ini dan Kenzo berhasil membuat dirinya merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa.
"oia sayang, kamu harus mulai mengurus berkas-berkas untuk pindah kuliah di tempat kuliahku, disana juga ada jurusan akuntansi dan aku sudah menanyakan apa saja persyaratan untuk pindah universitas" ucapnya sambil memberikan kertas persyaratan yang harus di siapkan oleh Zana. Oh Tuhan kejutan apa lagi ini, Kenzo benar-benar sudah mempersiapkan semuanya secara matang tanpa campur tangan sedikitpun dariku, ucapnya dalam hati sambil menatap ke arah Kenzo, dia pun berjalan menujunya dan langsung memeluk tubuh Kenzo.
"makasih sayang kamu sudah mempersiapkan semuanya sendirian dan aku merasa bersalah karena tidak membantu apa-apa" Kenzo berdiri dan menyambut hangat pelukan dari calon istrinya
"semua yang aku lakukan karena ingin membuatmu bahagia, tapi kamu jangan salah semua ini ga gratis loh! dan pernikahan kita juga ada syaratnya dari granpa, kamu tau betapa sulitnya aku mendapat restu dari opa, granpa dan kakek?" Zana melepas pelukannya menatap sinis pada Kenzo, ciih jadi yang dia lakukan tidak ikhlas dari hati batinnya kesal.
"maksudnya??"
"ya semua ini ga gratis, terus kita harus memenuhi syarat dari granpa?"
"apa itu?" Zana mulai penasaran
"kamu harus bayar aku dengan mencintai aku seumur hidup kamu, dan juga syarat dari granpa kalau kita harus mempunyai banyak keturunan" jawabnya sambil terkekeh geli
"iih kirain apaan, seriusan granpa ngomong gitu?" Kenzo mengangguk
"kalau gitu kamu aja yang hamil sama ngelahirin" Kenzo gemas dengan sang calon istri dan menarik tubuhnya untuk kembali dalam pelukannya.
"sayang, aku akan menyayangimu selama sisa hidupku, percayalah aku akan membahagiakan kamu dan anak kita kelak" Zana mengangguk, Kenzo pun mencium keningnya.
***♥️♥️***
setelah lamaran pada malam hari Kenzo dan Zana berkomitmen untuk masing-masing dulu sampai saat nanti hari pernikahan. selain karena Kenzo yang akan mempersiapkan diri menghadapi ujian dan Zana yang sibuk mengurus surat-surat pindahannya juga karena budaya keluarga Kenzo yang memang harus ada acara pingit dimana kedua calon mempelai tidak boleh berjumpa sampai saat acara pernikahan berlangsung.
Kenzo yang sedang menghadapi ujian nasional benar-benar berkonsentrasi dan juga tidak sabar ingin segera berakhir. sedangkan Zana sibuk di kampusnya memenuhi tugas-tugas sebelum dirinya pindah untuk menyempurnakan nilai-nilai dirinya karena itu sebagai salah satu syarat universitas Nanyang.
Zana mulai menyebarkan undangan pada teman-temannya kuliahnya yang cukup lumayan dekat dengannya. sebelum menyebarkan pada teman-temannya lainnya terlebih dahulu dia memberikan pada sahabatnya Icha. saat Zana memberikannya bukan ucapan selamat yang Zana dapatkan melainkan tangisan Icha yang membuat Zana tidak mengerti.
"jangan nangis dong, maafin gue kalau gue ada salah" ucap Zana bersalah tapi bukannya diam tangisan Icha semakin menjadi dan langsung memeluk tubuh Zana.
"gue sedih harus kehilangan sahabat seperti lo, gue belum bisa kehilangan lo Zan" ucapnya dalam tangisan. Zana tersenyum menepuk pundak Icha menenangkannya.
"teknologi sekarang canggih Cha, kita bisa kirim kabar lewat email trus bisa VC juga"
"tapi nanti gue di sini maen sama siapa?"
"kan lo bisa hubungin sahabat-sahabat gue juga adik-adik gue, mereka juga udah deket kan sama lo" Icha melepaskan pelukannya
"janji ya lo ga pernah lupain gue" Zana tersenyum mengangguk.
setelah drama melow Zana kembali mendapat sebuah tangisan dan omelan saat dirinya memberi undangan pada Keysa dan Aji. Keysa yang bertemu langsung dengan Zana merengek layaknya anak kecil karena harus berpisah jauh darinya. sedangkan dari Aji bukan tangisan atau ucapan selamat melainkan omelan yang cukup panjang melalui pesan saat menerima kiriman foto undangan, karena memang dirinya yang masih ada di bogor jadi Zana hanya mengundangnya lewat pesan.
tapi ketiga sahabatnya itu walapun pada awalnya di penuhi drama dan protes pada akhirnya mereka ikut berbahagia mendengar pernikahan sahabat mereka. dan mereka pasti berjanji akan menghadiri pernikahannya.
penyebaran undangan pun berlanjut pada teman-temannya, dan itu membuat suasana kampus menjadi heboh terutama di fakultas ekonomi. bagaimana tidak wanita yang menjadi deretan pertama wanita tercantik di kampus akan menikah dengan pria yang baru lulus SMA, bukan sakit hati tapi Zana menanggapi dengan senyuman karena menurut dia itu sudah tidak penting untuk di pikirkan, yang penting sekarang adalah tentang pernikahannya.
Banyak sekali ucapan selamat yang di berikan teman-teman kampusnya dan tidak sedikit dari mereka yang menyayangkan tentang pindahnya dia ke Singapura. memang cukup berat sebenarnya untuk pindah karena Zana sudah merasa nyaman di sekolahnya tapi mau bagaimana lagi dia harus mengikuti suaminya.
.
.
.
.
maaf yaa selalu telat update, karena setelah menyerahkan naskah tidak akan langsung di up harus melalui tahap review dari editor dan apabila sudah selesai baru chapter akan di Up oleh pihak Mangatoon dan Noveltoon.
Terimakasih yang selalu setia menunggu update dari novel ini.
jangan lupa Komen dan minta jarinya untuk Like yaaa.... 😘😘😘