Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Terimakasih ya,,



Bab XIII


Mereka berdua melangkahkan kaki masuk ke ruangan itu dengan perasaan ragu, dengan penuh tanda tanya dalam hati mereka,


"ya Allah kenapa putri jadi deg degan gini ya, ada apa ini, apa bener putri dan mas. Qi mau di jodohkan, tapi masa iya sih mau di jodohkan, harusnya kan ke dua orang tua putri yang njodohin putri" (ucap putri dalam hati dengan kepolosanya)..


Suasana terasa sangat sunyi saat itu, hingga suara jarum jam terdengar sangat jelas di telinga mereka berdua,


"Ini kenapa Aldo kelihatan serius banget ya mukanya,, jadi mules gue" (ucap risqi dalam hati sambil garuk garuk kepala) ,,di sisi lain putri tampak pucat wajahnya seolah olah seperti anak SMP yang baru pertama kali di panggil gurunya di ruang BP, sesekali dia terlihat menghela dafas panjang untuk mencoba membuatnya tenang,,


"silahkan duduk (ucap Aldo singkat)


" ma,, maaf Pak, ada apa ya kok bapak memanggil kami berdua kesini (tanya putri tampak gugup)


"saya tidak yakin harus memulai ini darimana, tapi yang paling penting adalah, kalian berdua mulai besuk pagi tidak perlu datang ke kantor ini lagi".


Sekejap suasana menjadi hening sesaat setelah perkataan Aldo tersebut, putri begitu terkejut mendengarnya, dia hanya bisa terdiam tanpa berkata apa apa, tapi tampak seperti memendam sesuatu, terlihat dari sorot matanya yang mulai nampak berkaca kaca,,


"salah saya apa pak,," (ucap putri sambil mengusap air matanya yang sudah tak terbendung).


Aldo yang melihat putri menangis saat itu merasa terkejut, dengan segera dia ambil sapu tangan yang ada di saku celananya,,


"hei,, kamu kok nangis sih put,, jelek tau, udah ah cup, kita dengarkan dulu sampai Pk. Aldo selesai bicara ya,, udah udah jangan nangis lagi (ucap risqi sambil mengusap air mata putri dengan tanganya)..


Aldo yang melihat hal itu segera memasukan lagi sapu tanganya ke dalam saku, dia merasa bersalah telah membuat putri menangis, dia juga merasa sedikit kesal melihat risqi mengusap air mata putri,, "apa apaan ini, harusnya aku yang mengusap air mata itu" (ucap Aldo dalam hati sambil mengerutkan dahinya)


"iya put,, dengarkan dulu sampai saya selesai bicara, jangan terburu buru dalam menyimpulkan sesuatu, (ucap Aldo melanjutkan), memang benar yang saya ucapkan tadi, mulai besuk pagi kalian berdua gak perlu datang ke kantor lagi, itu karena mulai besuk kalian saya tugaskan untuk membuka stand di Bali, besuk jam 8 pagi kalian harus sudah siap untuk berangkat, dan satu lagi, kalian di Bali selama satu minggu, saya telah mempersiapkan semuanya, dari tiket, hotel dan lain lain, setelah ini kalian berdua boleh pulang lebih awal untuk persiapan ke Bali besuk pagi, persiapkan apa saja yang harus kalian bawa, dari pakean, perlengkapan mandi dan lain lain"


"sa,, saya dan mas. Risqi pak" (tanya putri ragu sambil melihat ke arah risqi)


"iya,, kamu dan risqi" (jawab Aldo singkat)


"cuma kita berdua pak" (tanya putri terlihat terkejut)


"iya,, hanya kamu dan risqi perwakilan dari kantor, tapi setelah sampai Bali nanti akan ada rekan kita dari cabang lain yang akan membantu kita dalam kegiatan buka stand di sana besuk, nanti kalian akan bekerja sama untuk mengembangkan usaha kita yang ada di seluruh indonesia" (terang Aldo)


"tapi saya belum bilang dengan orang tua saya pak, saya tidak tau akan di izinkan berangkat atau tidak" (ucap putri)


" untuk masalah itu kamu gak perlu kuatir, biar saya yang mengurusnya nanti" (jawab Aldo)


"asyiikkkk,,,setelah sekian lama akhirnya kesampaian juga jalan jalan ke Bali, udah berangkatnya gratis, nginep di hotel, satu minggu lagi, wahhhh,,, pasti seru nih (ucap risqi dengan tersenyum lebar)


" eh,,, siapa yang bilang, kalian di Bali itu kerja ya, bukan jalan jalan, sembarangan (saut Tia sambil mengerutkan dahinya)


" masa iya harus kerja terus,, capek tau, sesekali boleh dong refreshing (ucap risqi sambil memainkan alis matanya)


" eh eh,, apa apaan itu alisnya!! (ucap Tia sambil menempatkan kedua tanganya di pinggang)


" sudah sudah,, kalian berdua ini kenapa sih, setiap kali bertemu selalu saja ribut, pusing saya dengernya" (ucap Aldo sambil memegang kepala dengan kedua tanganya)


"maaf pak" (jawab Tia),, sementara itu, risqi hanya senyum sambil garuk garuk kepala mendengar ucapan Aldo,


"qi,, besuk kamu langsung saja ke bandara, usahakan sebelum jam 8 kamu sudah sampai disana, dan untuk kamu putri, besuk saya bantu untuk izin sama kedua orang tua kamu" (terang Aldo)


" tapi pak, besuk pagi kita kan ada jadwal dengan relasi jam 8 pagi" (saut Tia)


" untuk jadwal dengan relasi bisa di undur 1jam sesudahnya, nanti kamu urus saja" (jawab Aldo dengan cepat)


"tapi pak,,," belum sempat Tia melanjutkan omongan nya, Aldo sudah melihat Tia dengan tatapan tajam, yang menandakan bahwa dia tidak mau memperdebatkan masalah ini lagi, melihat itu Tia langsung menundukan kepalanya


"maaf pak" (ucap Tia)


"ok,, kalian berdua bisa pulang ke rumah sekarang untuk mempersiapkan keberangkatan ke Bali besuk pagi(ucap Aldo kepada putri dan risqi)


" baik pak, kami permisi dulu"


"wah beruntung banget kita ya put,bisa dapet tiket liburan gratis ke Bali berdua, besuk harus bawa apa aja ya, pakean renang, sun blog, apalagi ya (ucap risqi sambil *meng*garuk garuk kepalanya)


"mas. Qi emang mau ngapain bawa pakean renang, pake acara bawa sun blog segala, ada ada aja, lagian kita kan ke Bali mau kerja bukan liburan mas" (ucap putri sambil geleng geleng kepala)


" lho,,, siapa tau besuk ada bule yang ngajakin kita berjemur di pantai put, hehehe" (jawab risqi cekikian)..


Mendengar ucapan risqi barusan, membuat putri kembali tersadar bahwa masih ada perasaan yang mengganjal dalam benak nya, bagaimana keadaanya nanti saat seminggu berada di Bali,, dia masih belum terbiasa dengan suasana yang baru dengan orang orang yang Baru juga tentunya


"kamu gak usah kuwatir, semua akan baik baik saja kok, tenang aja,,, kan ada aku" (ucap risqi dengan tersenyum lebar).. Entah bagaimana caranya, tiba tiba perasaan putri menjadi lebih tenang setelah mendengar ucapan dari riski tersebut, Seakan akan risqi bisa membaca apa yang putri fikirkan saat itu,


"terimakasih ya mas. Qi" (jawab putri membalas senyum)