
semua orang sibuk dengan hidangan makanan tapi tidak dengan Gian. sejak 1 minggu yang lalu Kia sangat berbeda, perlahan dia menjauhkan diri darinya. Gian tidak mengerti sebenernya apa yang terjadi dengan pacarnya itu. Gian terus menatap Kia yang sedang asik mengobrol bersama sahabat Kenzo dan Zana.
"hei dari mana aja?" sapa Yuri pada Gian yang ikut bergabung bersama mereka
"habis dari belakang, gue pinjem Kia sebentar ya" Gian menarik tangan Kia
"mau lama juga ga apa-apa" teriak Zacky membuat mereka tertawa
"mereka kayanya lagi ada masalah ya?" tanya Galen yang terus menatap punggung keduanya
"tau tuh dari kemaren ribut mulu" jawab asal Zacky
Gian menarik Kia masuk ke ruangan tunggu bekas Kenzo menunggu tadi.
"ada apa?kenapa harus kesini" tanya jutek Kia
"yank kamu kenapa sih akhir-akhir ini menjauh? apa aku berbuat kesalahan? aku mohon jangan seperti ini lagi, hati aku terasa sakit tau selalu di jutekin sama kamu"
"aku biasa aja kok, udah ngomongnya?kita balik lagi kedalam yu" langkah Kia terhenti Gian menarik tangannya dan langsung memeluk tubuh Kia membuat dia merasa kaget.
"aku sayang dan cinta sama kamu tulus bukan cinta monyet anak remaja, please jangan pernah menjauh lagi dariku yank, aku minta maaf kalau memang aku melakukan kesalahan" Kia yang mendengarnya pun meneteskan air mata. selama ini memang dia sengaja menjauh dari Gian karena ingin membuat jarak agar Gian bisa membaur dengan teman-temannya.
Kia seperti itu karena dia tidak sengaja mendengar teman-temannya sedang membicarakan Gian. kalau Gian semenjak pacaran dengan dirinya seperti seekor anjing di ikat dengan rantai yang hanya menuruti langkah tuannya pergi. mendengar itu hati Kia terasa sakit. makanya Kia hanya memberikan kebebasan untuk Gian dengan cara menjauh karena cuma itu cara satu-satunya.
Gian melepaskan pelukannya merasa aneh kenapa Kia menangis.
"kamu kenapa?" tanyanya kaget sambil mengelap air mata yang ada di pipinya. Kia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"masuk kedalam yu" ucapnya menarik tangan Gian. Gian semakin penasaran ada apa dengan Kia sebenarnya.
***♥️***
para tamu berpamitan satu persatu pada kedua keluarga ini. Zana merasa pegal karena sejak tadi dia terus berdiri. akhirnya acara berjalan dengan lancar, tinggal kedua keluarga dan para sahabat yang masih duduk berkumpul. para orang tua pamit pulang duluan karena merasa lelah.
"cieee yang udah tunangan" goda Kia pada keduanya
"walaupun kalian sudah tunangan, kalian masih dibawah pengawasan papa" ucap serius Tristan tapi mengundang tawa semuanya
"kok malah ketawa?"
"iya sayang mereka kan udah besar mereka pasti mengerti" ucap Putri
para orang tua memilih untuk lanjut mengobrol di cafe hotel sambil meminum kopi sedangkan anak-anak memilih berkumpul di kamar karena mereka rencananya malam itu akan menginap disana.
"jadi rencana nya kapan kalian akan menikahkan Zana dan Kenzo?" tanya Raffa
"tunggu Kenzo lulus SMA" jawaban Putri dan Sarah
"tunggu Kenzo lulus kuliah" jawaban Tristan dan Rangga
mereka mengucapkan secara berbarengan membuat para sahabat tertawa.
"jangan nunggu beres kuliah donk sayang, kasian Zana" ucap Sarah pada Rangga
"betul" timpal Putri mendukung apa yang di katakan Sarah
"tapi Kenzo masih terlalu muda untuk menjalin rumah tangga" ucap Tristan
"kan dulu sama sekarang beda"ucapnya dengan pelan.
"ga ada bedanya kak, sama aja " kata Sarah yang masih tertawa
"kalian ini sibuk seperti biasa memperdebatkan hubungan antara Zana dan Kenzo, ya menurut aku kembali lagi ke anaknya, kalau mereka mau nikah bulan depan gimana?hahaha" kata Romi, tawa kembali pecah. mereka pun larut dalam canda dan tawa.
***
"ciee yang udah tunangan sampe tangannya ga mau lepas" sindir Kia karena Kenzo terus menggenggam tangan Zana
"tau nih, aku ga akan kabur kali Ken" ucap Zana sambil menarik tangannya membuat semua tertawa.
"kalian udah marahannya?" tanya Zacky pada Gian dan Kia
"emang kalian lagi berantem?" Kenzo
"ga kok kata siapa, kita baik-baik aja iya kan yank" ucap Gian pada Kia
"mungkin" jawab Kia singkat dan mereka kembali tertawa tapi tidak dengan Gian dia memasang wajah yang cemberut
"kusut banget pak wajahnya" kata Kia sambil menutup wajahnya dengan lima jarinya. Gian langsung tersenyum dan memegang tangan Kia.
"untung gue jomblo jadi ga usah pusing mikirin pasangan" ucap Zacky
"udah putus lagi lo Zack" tanya Kenzo dan dia hanya mengangguk.
"ya udah Zack sambil nunggu Ghina gede lo nikmatin aja pacaran ma cewek-cewek Banten" canda Kia
"sorry mau pacaran sama adek gue harus berurusan dulu sama kakaknya" tawa kembali pecah saat itu.
tidak terasa waktu sudah larut ketiga laki-laki itu pamit untuk pergi ke kamar mereka. Gian dan Zacky sudah duluan menuju kamar sedangkan Kenzo masih berdiri di ambang pintu kamar Zana.
"makasih ya sayang untuk hari ini" ucap Kenzo sambil menggenggam tangannya.
"iya sama-sama"
"hari ini kamu cantik" mata Kenzo terus menatap Zana sambil menyenderkan tubuhnya di pintu
"kamu juga terlihat lebih dewasa dan cakep"
"tunggu aku sampai saat itu tiba ya, aku akan benar-benar melamar dirimu" ucapnya membuat wajah Zana merah merona. Zana hanya mengangguk sambil tersenyum
"aku balik ke kamar ya" Kenzo berjalan mudur sambil terus menatap Zana
"udah jalannya yang bener nanti jatuh" Kenzo pun membalikkan badannya. langkahnya terhenti dan dia berbalik ke belakang lagi menghampiri Zana
"kenapa balik lagi?"
"ga ada ciuman perpisahan nih" kata Kenzo sambil meletakkan telunjuknya di bibir miliknya, Zana sangat malu dengan permintaan Kenzo walaupun dia tau itu cuma bercanda
"iih Kenzo udah sana balik" katanya sambil mendoron tubuh Kenzo. Kenzo tertawa melihat Zana yang salah tingkah dia pun melambaikan tangan dan membalikkan badannya.
"Ken...." panggil Zana. dia menghampiri Kenzo dan mencium pipinya "mimpiin aku ya" ucapnya dan langsung berlari masuk ke dalam kamar. Kenzo masih berdiri di situ sambil memegang wajahnya yang tadi di kecup Zana. ini pertama kali buatnya mendapat ciuman dari Zana. dia melangkahkan kakinya perlahan, tatapannya kosong ke depan sambil tersenyum dan tangannya masih memegang pipinya.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️