Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Raka Hikaru 2



Malam itu Karin benar-benar tidak bisa tidur, karena memikirkan bosnya. Dia sangat merasa khawatir pada Raka. Ingin rasanya dia mengirim pesan singkat pada bosnya hanya untuk sekedar menanyakan bagaimana keadaannya? Karin memandangi ponselnya yang ada ditangannya.


Dia sangat ragu untuk mengirim pesan singkat pada bosnya. Karin pun menyerah, dia meletakan ponselnya di meja, samping kasurnya. Dia berusaha memejamkan matanya dan tidak sabar untuk menemui Raka esok harinya.


Dret ... Dret ... Dret, suara getaran Ponsel Karin membuat matanya kembali terbuka.


Siapa yang menelepon malam-malam seperti ini? Karin mengambil ponselnya dan betapa kagetnya dia melihat nama Raka yang ada di ponselnya sedang memanggilnya. Dengan cepat Karin mengangkat telepon dari Bosnya itu.


Raka :“Halo!”


Karin :“Iya, Halo ....”


Raka :“Kamu, sudah tidur?”


Karin :“Belum Pak,” Jawabnya singkat. Tapi, hatinya kini sedang berdebar, senyumnya terpancar di bawah cahaya lampu tidur yang sedikit redup.


Raka :“Apa aku menganggumu?”


Karin :“Tidak sama sekali, Pak,”


Raka :“Bisakah kamu memanggilku dengan sebutan nama saja? Kita kan seumuran, anggap saja aku teman kuliahmu diluar jam kerja,”


Karin :“ Tapi, Pak ....”


Raka :“Ga ada tapi-tapian. Aku cuma mau memastikan kamu pulang dengan semangat. Mendengar suaramu aku bersyukur karena aku bisa mendapatkan jawabnya.” jantung Karin sangat berdebar dengan kencang. Ingin rasanya dia teriak saat itu juga saking bahagianya dirinya.


Raka :“Kalau gitu, selamat tidur ya,”


Karin :“Kamu juga. Jangan lupa meminum obatmu,” mendengar Karin bicara membuat Raka pun merasa ada yang menekan ulu hatinya, karena saking senangnya dia.


Raka pun menutup ponselnya. Keduanya memeluk ponsel di atas dada mereka sambil tersenyum bahagia. Benar-benar pemandangan kedua insan manusia yang sedang jatuh cinta.


**♥️♥️**


Karin sengaja bangun sangat pagi sekali. Dia langsung menuju ke dapur untuk memasak sarapan. Kedua orang tuanya merasa sangat aneh melihat kelakuan anaknya. Karena selama ini Karin tidak pernah masuk ke dapur, kecuali di hari dirinya libur kerja.


“Kamu sedang bikin apa nak?” tanya ibunya


“Nasi tim Bu.” jawabnya singkat.


“Buat siapa? Memangnya siapa yang sakit?”


“Buat Bos Karin Bu. Dia sedang sakit dan Karin berniat untuk mengantarkan ini sebelum berangkat kekantor.” Ibunya tersenyum dan Menyuruh anaknya melanjutkan pekerjaannya.


Setelah semuanya selesai, Karin pamit pada kedua orang tuanya. Dia sengaja berangkat lebih awal untuk mengantarkan sarapan buat Raka. Raka yang masih tertidur pulas, terbangun mendengar suara bel berbunyi. Dia merasa aneh, siapa tamu yang datang? Karena selama ini dia tidak pernah kedatangan tamu sepagi ini.


Saat membuka pintunya, Rafa merasa kaget melihat Karin yang berdiri di balik pintu apartemennya. Karin tersenyum dan menanyakan apakah dirinya boleh masuk? Raka hanya menjawabnya dengan anggukan. Karin tersenyum, masuk ke dalam apartemen dan langsung menuju ke arah dapur.


“Pak, aku sudah menyiapkan sarapan untuk Bapak dan jangan lupa memakannya ya....” Raka masih belum bisa percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia speechless mematung melihat Karin yang menyiapkan segala makanan untuk dirinya.


Setelah semuanya tertata rapih di atas meja, Karin pun pamit pada Raka untuk segera pergi ke kantor. Raka belum sama sekali mengeluarkan sepatah katapun. Karin tersenyum dan berjalan menuju pintu apartemen. Dengan cepat Raka memeluk tubuhnya dari belakang. Dan itu berhasil membuat Karin sangat kaget.


“Rin, kalau kamu seperti ini, aku jadi semakin ingin memilikimu. Aku tidak bisa menahan perasaan ini lagi, Rin. Aku berharap kamu juga mempunyai perasaan yang sama padaku. Rin, aku memohon jawabanmu sekali lagi! Aku akan menunggu saat pulang kerja nanti. Kalau kamu benar-benar menerimaku, kamu datang kembali ke sini. Kalau kamu menolak aku lagi, kamu boleh langsung pulang dan aku harap, kamu tidak udah lagi memperhatikan diriku. Karena itu, akan membuatku semakin sulit melupakan dirimu.” Selesai mengatakan itu Raka langsung melepaskan pelukannya.


Tanpa menoleh ke arah belakang, Karin segera keluar dari apartemen Raka. Jantungnya masih sangat berdebar dengan apa yang dilakukan dan dikatakan Raka padanya.


Tida terasa waktu pulang pun telah tiba. Sejak tadi Karin tidak berkonsentrasi mengerjakan pekerjaannya. Otak dia di penuhi dengan apa yang dikatakan Raka pagi itu. Satu-persatu karyawan sudah pergi meninggalkan kantor. Karin ragu dengan perasaannya. Tapi, dia tidak mau membohongi perasaannya.


Waktu sudah menunjukan jam 7 malam. Raka duduk di sofa yang menghadap langsung ke arah pintu apartemennya. Dia sejak tadi menunggu Karin datang menghampiri dirinya. Raka terus melihat jam yang ada di tangannya. Sudah 2 jam Raka menunggu kedatangan gadis pujaan hatinya, tapi dirinya tidak datang juga.


Raka pasrah, mungkin Karin benar-benar tidak menyukai dirinya. Dia berdiri, dengan lemas dia melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya.


Ting ... Tong ... Ting ... Tong


Seketika tubuh Raka seakan di penuhi dengan tenaga yang super. Dia tersenyum dan dengan cepat dia membuka pintu apartemennya. Karin berdiri tertunduk di depan pintu kamarnya. Dengan cepat Raka menarik tangannya masuk ke dalam dan memeluknya dengan erat.


“Makasih ya Rin! Aku kira kamu tidak akan datang kesini. Aku merasa sangat bahagia sekarang,”


“Maafkan aku! Aku sudah membuat dirimu menunggu lama. Ka, aku tidak bisa membohongi perasaanku sekarang. Aku juga mencintaimu, entah kapan itu muncul, tapi yang jelas sekarang aku benar-benar sangat mencintaimu.” Raka melepaskan pelukannya. Dia menatap tajam wajah cantik wanita yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya.


“I love you, Karin.” perlahan Raka mendekatkan wajahnya. Dia mengecup bibir manis kekasihnya. Karin merasa kaget, tanpa sadar dia mudur selangkah ke belakang.


“Ma-maaf ....” Rafa menyesal dengan apa yang di lakukannya tadi. Karin merasa tidak enak. Dia melangkah maju mendekat. Diapun mencium bibir Raka. Raka menyambut ciuman kekasihnya dengan sangat bahagia. Ciuman pertama untuk keduanya.


Setelah menjalin hubungan selama 2 bulan, Rafa melamar kekasihnya. Memang dia tidak berniat untuk lama-lama berpacaran. Keluarga Karin pun menyambut Raka dengan penuh suka cita. Pernikahan mewah pun di laksanakan 1 bulan setelah acara lamaran.


Karin pun resmi mengundurkan diri dari perusahaan suaminya. Rumah tangga keduanya berjalan dengan bahagia dan nyaris tidak ada gangguan. Kini Raka sudah di karuniai dua orang anak. Anak pertamanya bernama Erina Hikaru yang sekarang berusia 17 tahun dan anak yang kedua bernama Arez Putra Hikaru yang berusia 14 tahun.


*Flashback off*


Raka yang mendapat kabar duka dari kakaknya, langsung terbang ke Indonesia bersama istri dan anaknya. Ini pertama kalinya Raka membawa anak dan istrinya untuk menginjakkan kaki di Indonesia. Karena kesibukannya dikerjaannya Rafa tidak sempat untuk pulang ke Indonesia. Alhasil Tristan dan keluarga kecilnya yang selalu menghampiri mereka ke Malaysia.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan Lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya...


yang belum follow a


Author di mangatoon/noveltoon follow yuu...


dan follow juga IG Author : @PenulisMicin