
tidak terasa 6 bulan sudah berlalu. sesuai dengan kontrak yang terjalin dengan pemilik lahan di Kalimantan selama 7 tahun akhirnya Satya dan keluarganya beserta Raffa dan keluarganya bisa pulang kembali ke Jakarta. berita bahagia ini di sambut oleh para sahabat mereka yang ada di Jakarta dengan penuh suka cita.
Gian dan Kia sangat bahagia dengan pindahnya mereka tapi mereka juga sangat sedih berpisah dengan teman-teman mereka selama di Kalimantan. hari ini adalah hari terakhir mereka menginjakan kaki di Kota yang sudah membesarkan keduanya. para sahabat dan teman sekolah keduanya ikut mengantarkan mereka ke bandara.
"kalian jangan lupa sama kita yang ada di sini ya" ucap Helsi teman dekat keduanya. Kia meneteskan air matanya dan memeluk sahabatnya itu
"pasti, kalian juga jangan lupain kita berdua ya" ucap Kia melepaskan pelukannya dan masih dalam tangisannya
"kalian jangan lupa kalau married undang kita-kita dateng ke Jakarta ya" canda Angga pada keduanya dan mengundang tawa semuanya termasuk keempat orang tua mereka.
"ciih masih jauh kali Ga" ucap Kia
"kalau sama gue bisa lebih deket" canda Angga
"eits sorry Kia hanya punya gue dan ga ada yang bisa nikahin dia selain gue" ucap Gian yang cemburu dan pastinya mengundang tawa semuanya.
pengumuman penerbangan keduanya sudah di umumkan, itu berarti mereka akan segera berpisah. kembali Kia dan Gian memeluk sahabat-sahabat mereka dan pelukan itu adalah pelukan terakhir mereka di Kalimantan. Kia terus mengeluarkan air matanya, sambil berjalan sesekali dia melihat kebelakang dan melambaikan tangan pada mereka.
"udah donk sayang jangan sedih terus mami kan jadi ikutan sedih" ucap Bela menenangkan anak gadisnya
"mami aku seneng akhirnya bisa pindah ke Jakarta tapi aku sedih mi harus kehilangan teman-teman ku" keluh Kia sambil memeluk tubuh Bela
"kata siapa kamu kehilangan mereka, sekarang zaman canggih sayang kalau kamu kangen kan biasa vidio call sama temen-temen kamu"
"iya sayang jangan sedih terus donk kan nanti ada Gian, kak Zana, bang Kenzo dan Zacky" ucap Rani sambil membelai rambut nya, Kia menghapus air matanya mengangguk.
pengumuman penumpang pesawat Garuda agar segera naik ke dalam pesawat. mereka pun bergegas pergi berjalan menuju pesawat.
***♥️♥️***
Putri dan yang lainnya sudah siap berkumpul di rumah Citra. mereka pun sudah menyiapkan 3 buah mobil yang akan menjemput sahabat mereka di bandara. Putri dan Tristan membawa mobil sendiri yang nantinya akan mengangkut Rani dan Raffa, Citra dan Romi akan mengangkut Bela dan Satya sedangkan Putri dan Kenzo akan mengangkut Gian dan Kia. Sarah dan Maya menunggu di rumah Putri untuk mempersiapkan aneka makanan dan cemilan.
mereka pun berangkat pergi menuju bandara.
"sayang sebenarnya ada yang mau aku omongin" ucap Kenzo perlahan
"apa yank?" tanya Zana yang masih sibuk membenarkan make up nya
"aku ingin kuliah"
"ya harus donk sayang kamu harus kuliah" ucapnya sambil meletakkan semua peralatan make up ke dalam tasnya dan langsung serius menghadap Kenzo yang sedang menyetir.
sudah 6 bulan lebih Kenzo memendam rencananya karena dia tidak punya keberanian untuk memberitahukan pada Zana, menurut dia ini adalah waktu yang tepat.
"tapi aku mau kuliah di Singapura" senyum Zana mendadak hilang saat mendengar apa yang di katakan Kenzo.
"sayang ga apa-apa kan?" ucap Kenzo lagi karena sejak tadi tidak ada jawaban dari tunangannya itu
"kenapa harus di Singapura? di Indonesia kan juga banyak yank jurusan yang kamu mau" kali ini Zana sudah berkaca-kaca
"sayang jangan nangis donk please"
"sayang liat aku, aku mohon kamu bisa ngertiin aku, ini sudah cita-cita ku sejak lama kuliah disana dan aku janji akan mengirimkan kabar setiap hari padamu, dan tiap liburan aku akan pulang ke indonesia" jelasnya sambil menggenggam dan menghapus air mata yang ada di pipinya. Zana masih tertunduk dan merasa sangat sedih.
"aku ga mau jauh dari kamu Ken" ucapnya, Kenzo langsung memeluk tubuh mungil Zana.
"kamu bisa pergi menghampiri aku kalau kamu benar-benar kangen sama aku, Singapura deket sayang"
"jadi kita LDRan nih? kalau kamu ketemu cewek muda dan cantik terus melupakan aku gimana?" Kenzo tertawa mendengar apa yang di katakan Zana
"tidak akan mungkin terjadi sayang sejak kecil hati ku sudah terkunci dalam hatimu" Zana melepaskan pelukan Kenzo dan menatap wajahnya
"janji ya kamu selalu mengabari aku setiap 30 menit"
"hahaha ga setiap menit aja?" Kenzo langsung mengecup kening Zana dan memeluknya lagi
"kamu tenang aja sayang aku selalu mengirimkan kabar padamu, ya udah kita lanjut lagi ya" ucapnya, Zana hanya mengangguk dan Kenzo pun mulai menancapkan gas mobilnya.
sebenarnya sedih untuk membicarakan rencananya yang masih 1 tahun lagi tapi ada perasaan lega di hati Kenzo akhirnya yang selama ini di pendam nya bisa di utarakan juga walaupun awalnya ada penolakan dari Zana.
***BANDARA***
semua sudah berkumpul di depan pintu kedatangan penumpang karena pesawat yang di tumpangi Rani dan yang lainnya sudah mendarat. satu persatu penumpang sudah keluar dan akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Putri dan para ibu lainnya saling berpelukan melepas rasa Rindu karena memang 1 tahun belakang mereka tidak pulang ke Jakarta karena mempersiapkan untuk kepindahan mereka.
Zana dan Kenzo pun langsung memeluk para adik mereka. suasana menjadi haru karena memang momen ini sudah lama di tunggu oleh Putri dan yang lainnya.
"akhirnya setelah 7 tahun kita bisa berkumpul lagi" ucap Putri
"iya gue udah kangen banget sama polusi kota Jakarta" canda Bela mengundang tawa.
"ya udah sekarang kita lanjut berangkat yu" ajak Tristan dan mereka pun menyetujuinya. sesuai rencana awal mereka menaiki mobil masing-masing sesuai dengan yang di rencanakan.
selama perjalanan Zana hanya diam tidak seperti biasanya membuat kedua adiknya yang baru datang merasa heran.
"kak Zana kok diem aja tumben" Kia mulai mengeluarkan suara
"aaah emang iya ya hehe"
"oia kak kalian rencana menikah kapan?" tanya Gian yang seketika membuat Kenzo dan Zana saling pandang. pertanyaan yang di tanyakan Gian membuat hati Zana teriris bagaimana tidak di harus menunggu selama 4 tahun untuk menikah dengan Kenzo.
"emm secepatnya" jawab Kenzo sambil tersenyum.
"ciih bohong banget" bisik Zana pelan. Kenzo yang mendengarnya melirik tersenyum ke arah Zana.
mereka pun melanjutkan obrolan, Zana dan Kenzo menjadi pendengar setia mendengarkan cerita Gian dan Kia saat mereka di Kalimantan.
TERIMA KASIH SEMUANYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️😘