Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
KEJUTAN



Putri yang sebelumnya sudah di kabari oleh Sarah bersiap menunggu kedatangan para anak-anak. sedangkan Zana sudah tertidur sejak jam 9 malam.


"malam mama, papa, Rei maaf jadi menganggu malam-malam" ucap Kenzo


"ga apa-apa sayang, mama hampir lupa loh kalau Zana besok ulang tahun, ya udah kita langsung naik ke atas yu" ajak Putri.


sebelum naik ke atas Kenzo mempersiapkan terlebih dahulu kue dengan lilin angka 20, sedangkan yang lainnya ada yang memegang balon, bunga dan juga bingkisan. perlahan mereka pun naik ke atas membuka pelan pintu kamar Zana.


suasana kamar Zana gelap hanya di terangi nyalanya lilin yang di pegang oleh Kenzo.


"HAPPY BIRTHDAY sayang" bisik Kenzo seketika langsung membuat mata Zana terbuka. bagaimana tidak suara yang sudah 1 bulan terakhir ini dia rindukan ada di dekatnya.


"selamat ulang tahun cantik" ucapnya Lagi, Zana tersenyum kaget tidak percaya dia pun langsung memeluk tubuh Kenzo


"tiup lilinnya dulu donk" Zana melepas pelukannya dan meniup lilin yang berangka 20 itu. saat lilin padam seketika lampu nyala dan betapa kagetnya Zana, orang-orang sudah berkumpul mengelilingi kasurnya.


"HAPPY BIRTHDAY" teriak semuanya


pletak pletak suara party popper oleh Gian dan Kia menyemprotkan party string spray membuat Zana tersenyum bahagia. matanya kemudian kembali menatap Kenzo dan kembali memeluknya


"jahaaaaaat kirain lupa" ucapnya manja


"masa sih aku lupa ulang tahun tunangan sendiri"


"kakak selamat ulang tahun ya cantik" ucap Tristan, Zana melepaskan pelukan Kenzo dan langsung memeluk Papanya


"makasih ya pa" satu persatu ucapan selamat di berikan oleh mereka yang berada di kamar Zana.


Tristan, Putri, Rei pun pamit dan meninggalkan para Remaja lalu kembali ke kamar masing-masing.


"kak ini hadiah dari kita bertiga" ucap Kia sambil memberikan kado berukuran sedang itu. Zana pun mengambilnya dan langsung membuka kado pemberian ketiganya.


"aaaaaa syukaaaa" teriak Zana saat melihat camera Canon EOS M100 Kit yang memang sejak lama dia inginkan.


"...makasih yaaaa" ucapnya memeluk Kia yang ada di sebelahnya


"sayang ini dari aku" kata Tristan memberikan sebuah kotak kecil. Zana langsung membukanya dan betapa kagetnya dia melihat kalung berlian yang melambangkan 2 cincin saling menyatu



Zana yang melihatnya sungguh bahagia, dia pun memeluk tubuh Kenzo


"makasih sayang aku suka"


"kamu tau ga apa artinya dari kalung itu?" Zana mengelengkan kepalanya tidak mengerti. ketiga adik mereka pun saling memandang tersenyum


"emang apa?" tanya Zana penasaran


"aku berharap pertunangan kita bisa di ikat dengan hubungan yang halal" jelas Kenzo membuat kedua pipi Zana merah merona


"kamu lamar aku yank?"


"ga kok cuma pengen ngomong aja artinya kalung itu, ga romantis donk lamar kamu disini"


"cieee kak Zana berharap ya???" goda Zacky


"ciiiih ga juga tuuuh" wajah Zana memerah karena malu


karena waktu sudah malam mereka pun menginap di rumah Zana. Kenzo, Zacky dan Gian tidur di kamar tamu sedangkan Kia tidur bersama Zana.


***♥️♥️***


Zana dan Kia turun berjalan langsung menuju ruang makan. mata Zana melihat sekitar karena tidak ada sosok Kenzo di sana.


"Kenzo mana?" tanya Zana


"udah pergi tadi subuh katanya pagi ini dia ada les" jawab Gian sambil menikmati sarapannya. wajah Zana kembali lesu serasa semangat dalam hidupnya kembali pudar. "baru juga ketemu bentar tadi malem udah pergi lagi" gerutunya dalam hati.


selesai sarapan ketiga adik angkatnya pun pamit pulang berbarengan dengan perginya Rei yang sudah di jemput Nia dan bang Jojon untuk pergi ke tempat les juga papa dan mamanya yang mendadak ada urusan. "hellow hari ini ulang tahun gueeee" kata-kata itu ingin sekali di ungkapkan nya tapi sayang itu hanya keluar di dalam hatinya.


benar-benar ulang tahun yang menyedihkan. " baru saja tadi malam merasa senang sekarang udah kesepian lagi" ucapnya sambil melangkahkan kakinya lemas ke kamarnya. Zana melihat ponselnya tapi sama sekali tidak ada pesan masuk dari sahabat dan teman-teman membuatnya sangat merasa sedih.


"usia menginjak kepala 2 tapi tidak ada yang spesial" katanya sambil merebahkan tubuhnya. ponsel Zana berbunyi dan dengan cepat Zana melihatnya ternyata dari sang mama dia pun langsung mengangkatnya.


"ya ma ada apa?"


"sayang maaf mama lupa bawa amplop coklat yang ada di kamar, kamu bisa ga anterin?"


"ya udah mama nanti kirimin kamu lokasinya ya"


"oke ma"


"makasih ya sayang, love u" putri langsung menutup telponnya.


Zana bergegas bersiap setelah mendapatkan chat lokasinya. karena hari ini mood nya sangat tidak baik dia memutuskan untuk memesan mobil online. selama perjalanan Zana mengisinya dengan mendengarkan lagu dari ponselnya menggunakan headset. setelah 30 menit perjalanan akhirnya Zana sampai di depan hotel sesuai dengan alamat yang di kirimkan Putri.


Zana pun masuk ke dalam dan langsung ke bagian resepsionis untuk menanyakan tempat yang dikirimkan Putri, sambil membawa map coklat pesanan ibunya. Zana memencet lift dan segera naik ke atas karena memang ruangannya berada di lantai 6.


saat lift terbuka Zana di sambut dengan karpet merah yang di penuhi oleh mawar dan jejeran lilin yang warna warni di pinggir kiri dan kanan. Zana kembali melihat sekitar takutnya dia salah menaiki lantai tapi saat dia melihat dinding yang bertuliskan angka 6 dia yakin kalau dirinya tidak salah. Zana pun mencoba mengikuti red karpet itu sampai dirinya berada di depan pintu yang tertutup.


"kata resepsionis tadi pintunya tinggi dan besar berwarna merah berarti aku ga salah" ucapnya dan dengan perlahan Zana membuka pintu tersebut.


PLetak PLetak suara party poper meramaikan suasana. ruangan itu di hiasi serba pink dan putih, para sahabat, para adik-adiknya, orang tua, granpa, granma, oma, opa dan banyak lagi yang lainnya sudah berbaris di kiri dan kanan menyambut kedatangannya. Zana menutup mulutnya tidak percaya, orang-orang yang hari ini sangat sibuk ternyata berkumpul disini.


tidak terasa air mata bahagia menetes di wajahnya. dia pun melanjutkan langkahnya sampai dirinya berada di depan panggung yang di atasnya sudah berada Kenzo yang duduk sambil memegang gitar. Zana kembali meneteskan air matanya tidak percaya, Kenzo tersenyum sambil memetikkan sinar gitar dan mulai bernyanyi.


*Hari ini lembaran terindah


Saat ini usiamu bertambah


Tak terasa


Kau lewati hari dengan cinta


Di waktu lalu


Kali ini kau lebih berarti


Saat aku memandang dirimu


Begitu indahnya


Kau hadapi waktu dengan cinta


Di masa nanti


Chorus:


Perjalanan waktu takkan melihat


Siapa dan apa dari dirimu


Tapi bagaimanakah kau mengisi hidupmu


Menjadi lebih indah


Saat hari ulang tahunmu


Kali ini kau lebih berarti


Saat aku memandang dirimu


Begitu indahnya


Kau hadapi waktu dengan cinta


Di masa nanti


 


selamat ulang tahun cinta*....


lagu dari Kahitna "selamat ulang tahun cinta" dengan di iringi tepukan tangan dari semua orang meramaikan aula hotel itu. Zana benar-benar tidak percaya dengan kejutan yang di berikan semua orang yang sangat di sayanginya.


Kenzo melambaikan tangannya pada Zana agar dirinya naik ke atas panggung bersamanya dan Zana pun menuruti nya.


TERIMAKASIH


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️😘