
Bukan hal yang aneh jika Rei tidur sewaktu guru sedang menerangkan pelajaran di dalam kelas. Itulah sebabnya pada setiap perpindahan kelas Rei selalu memilih bangku paling belakang sebagai tempat duduknya. Prilaku buruk Rei yang seperti ini bukan karena sengaja, kurangnya jam tidur kadang-kadang membuat matanya berat di mata pelajaran tertentu, seperti pelajaran sejarah. Namun otak Rei tergolong cerdas, bahkan saat disuruh menerangkan pelajaran oleh guru Rei selalu bisa melakukannya dengan baik.
Tet … tet … tet ….
Suara bel pergantian jam pelajaran membangunkan Rei dari tidur, dan kelas menjadi kehilangan ketenangannya.
Beberapa siswa ada yang keluar dan ada juga yang berganti pakaian olahraga di dalam kelas. Mata pelajaran penjaskes selalu menjadi yang terfavorit untuk para cowok, tidak terkecuali dengan Rei, dirinya yang sebelumnya sempat tertidur dipelajaran sejarah kini menjadi bersemangat.
Ketika itu semua murid sudah berbaris di lapangan, Guru penjaskes mengabsen dan setelahnya memandu untuk melakukan gerakan pemanasan sebentar. Karena ada rapat akhirnya pak guru hanya memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya, dan mengintruksikan juga untuk bermain olahraga futsal. Para cowok yang ingin bermain membentuk timnya sedangkan para cewek hanya duduk-duduk di taman, sebagian ada yang ngerumpi dan juga yang membuka webtoon.
“Er, kamu beneran jadian sama kak Galen?” tanya Yossie.
“Ya benar kok.”
“What! Lo jadian sama orang kuliahan, Er,”
“Ya memangnya kenapa, lagi pula kak Galen baik,” bantah Nia.
“Bukannya kenapa-kenapa, tapi 'kan secara orang kuliahan pacaran sama anak SMA, lo ga takut cuma dimanfaatin doang? Kalau gua sih ogah banget, nanti digrepek-grepek. Najis!” ujar Yossie.
“Engga kok, kak Galen mah tulus orangnya,” bela Erina.
Sial nih Erina, udah punya pacar aja, udah gitu anak kuliahan lagi, lah gua boro-boro anak kuliahan, cowok di sini aja gak ada yang nembak gue, batin Yossie.
Sampai akhirnya bel pulang sekolah terdengar. Beberapa cowok dari sekolah lain sudah menunggu di luar pagar untuk menjemput termasuk juga Galen, namun meski begitu Yossie hanya di jemput ojek saat pulang sekolah.
“Hai, cantik,” sapa Galen kepada Erina.
“Aih Kakak gombal deh, aku malu tau sama temen-temen aku,” jawab Erina berbisik.
“Oh gitu ya, haha, ya udah buruan naik! Rei, Nia kita duluan ya.” Ujar Galen sambil memakaikan helm kepada tuan putrinya.
“Iya kak, hati-hati di jalan,” jawab Rei dan Nia kompak.
“Gimana tadi belajarnya, Er?” tanya Galen sambil mengendara.
“Jangan ditanya kak, 80% ngerumpi. 20% baru belajar,” jawab Erina.
“Haha, kamu jangan ikut-ikutan dong, belajar yang bener, calon ibu dari anak-anaknya kakak harus pinter,” candanya Galen.
Hah nikah sama kak Galen, mau banget, habisnya kakak dewasa, gimana ya nanti kehidupan kita, batin Erina.
“Kok diem, Er,” tanya Galen.
“Ga apa-apa kok, Kak.” Erina senyum-senyum sendiri.
“Mau anak berapa?” tanya Galen.
“Lah kok jadi bahas ini sih, Kak,” balas Erina kaget.
“Ya ga papa, jawab aja, Er.”
“Delapan, Kak,” jawab Erina.
“Aw, ga kebanyakan tuh?” balas Galen.
“Biar rumahnya rame kak, aku hanya berdua sama Arez jadi rumah sepi.” Galen tertawa mendengar perkataan dari kekasihnya.
“Siapa takut!” ucapnya menantang, dan keduanya pun tertawa.
**♥️♥️**
“Yank, kamu ada kenalan studio foto ga?” tanya Keysa, Aji sedang ada dirumahnya.
“Ada Yank, nanti aku hubungi temanku.”
“Kok kamu ga semangat gitu, Yank? kalau cuma aku yang antusias kok sedih ya,” ujar Keysa.
“Bukannya ga semangat Yank, aku mendadak kepikiran Zana, dipernikahan kita mungkin dia sedang berjuang untuk mengeluarkan anaknya, kayak ironi aja gitu, kita mengundang banyak orang, sementara itu sahabat kita sendiri ga bisa hadir di pernikahan kita,” jawab Aji.
“Yah namanya juga hidup Yank, sesuatu kadang tidak berjalan sesuai keinginan kita, apalagi Zana sudah bersuami, kita doakan saja semoga Zana bisa melewati persalinan secara normal dan lancar,” jawab Kia.
“Semoga saja, habisnya kayak ada yang kurang kalau Zana ga datang.” keluh Aji. Keysa yang melihat calon semuanya sedih langsung memeluknya. Karena dia tahu kalau Zana juga salah satu wanita terpenting dalam hidupnya. Walaupun begitu, Keysa sama sekali tidak ada rasa cemburu pada sahabatnya.
**♥️♥️**
Siang itu Kenzo dan Zana sedang berada dirumah sakit. Hari ini sudah jatuh tempo bagi Zana untuk melakukan kontrol kandungannya. Selagi bisa, Kenzo benar-benar mengurus semua hal yang diperlukan demi kesehatan istri dan calon anaknya. Tidak membutuhkan waktu lama sampai akhirnya proses pemeriksaan selesai. Suami istri itu pulang kerumah dengan membawa beberapa resep obat sekaligus perlengkapan bayi, mereka juga sempat mampir ke babyshop, dari pakaian, mainan, nutrisi kusus sampai botol dot pun masuk ke daftar belanjaan.
“Gimana keadaan cucu, papa?”
“Sehat dan pastinya bakalan cakep kaya daddy-nya,” jawab Kenzo.
“Cih ... PD banget sih Bang.”
“Ya iya dong yank, masa mirip tetangga sebelah, 'kan aku yang buatnya.” kedua orang tuanya tertawa mendengar perdebatan anak-anak mereka.
“Udah lengkap semua kak?” tanya Putri pada anaknya.
“Ga tahu Ma, sudah beberapa kali belanja tapi tetap masih ada aja yang kurang,”
“Memang seperti itu, tapi jangan dulu belanja berlebihan, bayi akan cepat tumbuh besar. 'Kan sayang kalau nanti ga kepake.”
“Tuh denger yank kata mama. Kalau tadi ga ditahan ma, dia bakalan borong seisi toko,” keluh Kenzo yang tidak tahan dengan jiwa belanja istrinya. Semua orang yang ada disana tertawa, kecuali Zana yang hanya menatap sinis ke arah suaminya.
“Pa, Ma, lihat 'kan istri abang ngambek,”
“Kalau udah jadi seorang ibu, Kakak harus pintar-pintar dong me-manage keuangan. Beli yang dibutuhkan aja,” ucap Tristan menasehati anaknya.
“Iya, Papa. Kakak mulai belajar mengurangi hobby belanja kakak deh,” ucapnya dengan nada sedih, tapi membuat semua orang tertawa.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Jangan lupa Like, dan Vote sebanyak-banyaknya ♥️♥️♥️
Kolom komentar terbuka lebar untuk kalian yang mau berkomentar... Karena komentar kalian adalah mood booster buat Author...
CU Next Time... 😘😘😘
Cerita ini hasil kolaborasi bersama dengan Author "Terpaksa Menikahi Pria Culun" Arip Riko. Jangan lupa untuk mampir ke karya dia ya ...