Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
MELAMAR



kedua keluarga berkumpul di halaman belakang sambil menikmati aneka cemilan.


"tumben udah pulang?" tanya Rangga pada Tristan


"lagi ga ada kerjaan jadi mending pulang ketemu istri tercinta" ucapnya sambil merangkul pinggang Putri, Kenzo sudah biasa melihat kemesraan keduanya.


"tumben biasanya lo ga ada kerjaan juga selalu cari kerjaan lain" Rangga


"iya kan kerjaan lain gue mainin istri sendiri" canda Tristan tapi mendapat delikan tajam dari sang istri.


"oia sebenarnya kita kesini ada yang mau Kenzo sampaikan sama kalian" ucap Sarah. sebenarnya Putri sudah tau niat mereka datang ke rumahnya tapi tidak dengan Tristan. Dan Putri yang mendengarnya dari Sarah tentang rencana Kenzo sangat menyetujuinya.


"ayo ngomong bang" titah ayahnya


"emm pa, ma Kenzo berniat melamar Zana dan meminta papa sama mama merestui Kenzo" ucapnya malu tertunduk. Tristan yang mendengarnya kaget dengan ucapan Kenzo


"maksud kamu mau menikah dengan Zana bang?" Kenzo hanya mengangguk, sedangkan ketiga orang tua yang lain diam tersenyum melihat reaksi kaget Tristan.


"jadi gimana? lo terima ga nih lamaran anak gue?" tanya Rangga.


"Kenzo kan mau kuliah di Singapura terus nanti kalian bagaimana?"


"emmm...sebenarnya pa liburan kemaren Kenzo sengaja ngajak Zana biar dia memilih tempat tinggal untuk Kenzo yang kelak akan menjadi tempat tinggal buat kita berdua"


"jadi maksudnya Zana dibawa ke sana?" tanyanya dengan nada yang sedikit tinggi karena kaget


"iya sayang, sebenarnya sih aku udah tau rencana awal Kenzo tapi aku menyuruh Kenzo biar sendiri mengatakan nya padamu"ucap Putri dan Tristan hanya diam.


"...jadi gimana??" lanjut Putri menanyakan


"sebenarnya papa ga sanggup jauh dari Zana, tapi semua kembali lagi sama keputusan Zana apapun itu papa akan setuju" ucapnya membuat semua yang ada di sana tersenyum. karena sejak tadi mereka mengkhawatirkan jawaban dari Tristan.


"jadi papa setuju???" teriak Kenzo kegirangan. Tristan tersenyum mengangguk dan langsung dapat pelukan dari sang menantu.


" Tapiii......" Kenzo langsung melepaskan pelukannya


"tapi apa pa?" tanya Kenzo penasaran, bukan hanya Kenzo tapi ketiga orang tuanya juga penasaran.


"kamu juga harus meminta restu sama granpa dan Granma juga oma dan opa" ucapnya


"siaaaap pa, makasih ya pa" sekali lagi Kenzo memeluk tubuh Tristan dan Kenzo mendapat balasan pelukan darinya.


Zana baru saja sampai langsung masuk ke dalam rumah. Dia sangat kaget melihat pemandangan yang tidak biasa di halaman belakang rumahnya.


"kalian ngapain?" tanya Zana yang heran melihat Kenzo yang sedang memeluk tubuh papanya.


"eh kamu udah pulang sini duduk" titah Putri untuk duduk di samping nya.


"biasa Kenzo lagi kangen-kangenan sama papa, iya kan Ken?" ucap Tristan dan Kenzo hanya mengangguk tersenyum. Zana mengelengkan kepalanya tidak mengerti dengan tingkah kedua laki-laki yang sangat dia sayangi itu.


selama para lelaki melanjutkan obrolan mereka Putri, Sarah dan Zana menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Sarah yang melihat kemajuan memasak calon menantunya tersenyum bangga, memang Zana tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa memasak tidak seperti mamanya dulu.


setelah aneka seafood yang menjadi makanan kesukaan dan itu salah satu menu wajib tiap makan malam dan juga tumisan sayur tersaji, mereka pun memanggil para lelaki untuk berkumpul di meja makan. suasana kala itu hening karena sedang menikmati enaknya masakan yang ada di depan mereka.


"enak banget, ini masakan siapa?" tanya Rangga setelah mereka semua selesai menyantap makanan


"mantu kita donk yah, dia sekarang sudah sangat lihai memasak" jawab Sarah, Kenzo yang mendengarnya tersenyum bangga pada calon istrinya.


"waaaah bener-bener ga salah Kenzo punya calon istri" Zana tersipu malu, wajahnya seketika memerah mendengar perkataan Rangga


"siapa dulu donk gurunya, chef Putri" candanya mengundang tawa.


"gue masih inget banget masakan pertama yang lo masakin buat gue Put dan itu makanan yang pertama yang tidak enak menurut gue"canda Sarah dan semuanya tertawa


"udah jangan di bahas napa, yang penting kan sekarang gue udah ahli memasak" ucapnya


selesai makan keempat orang tua lanjut obrolan mereka kembali ke halaman belakang, Rei kembali ke kamarnya untuk belajar dan mengerjakan tugas, Zana membantu bi Siti untuk membereskan meja makan sedangkan Kenzo masih duduk di meja makan menopang wajahnya di atas meja melihat betapa cantiknya calon istrinya itu.


"ga boleh emang liat istri sendiri" Zana mendadak salting mendengar kata istri


"apaan sih, kita belum sah tau" katanya berjalan menuju dapur mencuci kedua tangannya.


setelah semuanya rapih Zana berjalan ke ruang tengah dan duduk di sofa di ikuti Kenzo yang duduk di sebelahnya.


"yank"


"emmm" jawab Zana yang matanya konsentrasi melihat film yang di tontonnya


"yank"


"apaan sih sayang"


"jangan liat ke tv mulu, liat aku napa"


"mau apa siih Kenzo sayang?" Zana langsung menghadapkan wajahnya ke arah Kenzo, dan dia langsung tersenyum melihatnya


"yank kamu mau kan menunggu aku 4 tahun lagi?" Zana mengerenyitkan dahinya tidak mengerti


"maksudnya?"


"iya setelah lulus kuliah nanti aku baru melamar kamu" ucapnya yang sengaja ingin melihat bagaimana reaksi Zana. dia hanya terdiam sambil memikirkan usianya pada saat itu.


"emmm 24 tahun....?? ga terlalu tua juga, oke selama kamu setia sama aku, aku juga pasti setia menunggu kamu" dalam hati Kenzo dia tertawa melihat mimik wajah Zana saat sedang memikirkan usianya 4 tahun ke depan.


"sebenarnya kamu sendiri mau nikah muda ga sih?" tanya Kenzo lagi sambil terus menatap wajah cantik Zana


"yaa...aku juga ga tau sih, cuma kapan pun kamu siap aku siap. btw kenapa jadi ngomongin nikahan sih??udah ga usah bahasa-bahasa pernikahan lagi kalau nyatanya masih 4 tahun lagi kamu lamar aku, nanti akunya baper lagi" kesalnya karena sejak tadi Kenzo selalu membahas pernikahan. Zana kembali memalingkan wajahnya ke arah tv tapi Kenzo menarik wajahnya agar kembali menghadapnya.


"ya kan sayang segala sesuatu itu harus di rencanain, biar semua berjalan mulus" ucapnya


"Bukan rencananya kalau faktanya masih 4 tahun lagi terlaksana itu namanya hayalan" Kenzo tertawa langsung mencubit kedua pipi Zana


"sakit yaaaank"


"gemeeees aku tuh sama kamu, love u sayang" ucapnya menatap Zana sambil tersenyum


"ciiih mulai deh so manis. love u too deh"


"kok pake deh jangan terpaksa donk"


"iya iya love u too sayang" Kenzo tersenyum lebar menarik tubuh Zana agar masuk dalam rangkulannya...


Terimakasih para readers yang selalu menanti up nya novel ini...


jangan lupa komen dan like yaaa...


pengumuman


selamat pemenang give away episode 51🥳🥳🥳🥳


@nurrukoyyah


@meilinda.irna


dan buat yang selalu komentar di postingan ig Author @chichiliga


give awaynya ga seberapa cuma buat seru-seruan aja, dan nanti kan give away selanjutnya yaaaa


sekali lagi terimakasih


happy day😊😊😊😊