Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Pulang



Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. Kenzo dan Zana sejak dini hari sudah berada di bandara menunggu pesawat keberangkatan ke Indonesia. Zana sudah tidak sabar bertemu dengan keluarga dan para sahabatnya.


Disisi lain, kedua orang tua Zana dan Kenzo juga sedang bersiap untuk pergi ke bandara menjemput anak-anak mereka. Setelah semua siap, merekapun pergi ke bandara karena memang jarak antara Singapura dan Indonesia cukup dekat dan tidak memakan waktu yang lama.


Seperti biasa mereka memesan class bisnis untuk penerbangannya. Keduanya memilih untuk tidur sekejap. Sejak semalam keduanya tidak tidur sama sekali karena takut kesiangan. Setelah Kurang lebih 2 jam perjalanan, akhirnya keduanya menginjakan kaki ke Indonesia.


Sudah satu tahun berlalu dan keduanya baru menyempatkan pulang diakhir tahun ini. Setelah mengambil barang, keduanya pun langsung menghampiri para orang tua yang sudah menunggu di depan pintu keluar.


Zana tersenyum saat melihat mertuanya Rangga membawa papan nama yang memang sudah di siapkan nya untuk menyambut kedua anak mereka. Zana berlari memeluk papa dan mamanya lanjut memeluk kedua mertuanya. Rasa rindu selama ini pada mereka terobati sudah.


Setelah berpelukan melepas rindu, mereka pun langsung pulang. Selama perjalanan banyak hal yang Zana ceritakan pada para orang tua. Sambil sesekali dia memeluk tubuh Sarah dan Putri. Kenzo yang duduk sendiri di belakang hanya bisa menatap istrinya yang sedang kegirangan.


Tidak terasa mereka pun tiba di rumah. para assisten rumah tangga menyambut kedatangan keduanya dan membantu membawakan barang-barang mereka. Zana berjalan sambil merangkul tangan papanya. Fix, Kenzo mempersiapkan hati dan dirinya untuk siap-siap tidur sendiri malam ini.


Saat Zana membuka pintu rumah.


PLETAK... Suara party popper menyambut kedatangan keduanya.


Zana menutup mulutnya kaget melihat semua orang yang dirindukannya berkumpul menyambutnya. Para sahabat sengaja berkumpul untuk menyambut kedatangannya.


Satu-persatu dari mereka di peluk oleh Zana. Kenzo menarik tangan Zana saat hendak memeluk Aji sahabatnya. Semua orang tertawa melihat mereka.


“Masih aja Lo sensi ma gue, Ken,” ucap Aji.


“Jelas, gue tau isi otak Lo soalnya.” Lagi-lagi mereka tertawa.


Saat Zana melihat adik kesayangannya, dia langsung menghampiri Rei dan memeluknya dengan erat. Dia tidak menyangka 1 tahun di tinggal olehnya, Rey tumbuh lebih tinggi dan pastinya tambah berkharisma.


“Rei, Kakak jatuh cinta sama kamu.” ucap Zana mencium kedua pipi adiknya. Rei merasa malu terutama pada Nia yang tertawa memperhatikan dia dan Zana. Rei pun mendorong tubuh Zana.


“Kak Zan, malu ih. Rei kan udah besar,” Zana tertawa melihat wajah malu adiknya. Kembali dia masuk kedalam pelukan adiknya. Pelukan yang menggambarkan betapa rindunya dia pada adik kesayangannya. Rei tersenyum dan menyambut pelukan kakaknya. Semua yang melihat kedua kakak beradik itu tersenyum haru.


Mereka pun masuk dan seperti biasa berkumpul di halaman belakang. Pagi hari itu penuh dengan tawa dan kebahagiaan. Putri sudah mempersiapkan makanan dan aneka cemilan untuk para sahabat anak-anak nya.


“Kalian udah baikan lagi?” tanya Kenzo pada Gian dan Kia.


“Udah donk kak, ga kuat gue lama-lama dijauhin Kia,” Kia menatap sinis pada kekasihnya sedangkan yang lain hanya tertawa.


“Gue, lusa akan bertunangan dengan Yuri,” perkataan Zacky berhasil membuat semua orang kaget dan hampir menjatuhkan bola mata mereka. Mereka tidak menyangka, Zacky yang terkenal seorang playboy bisa seserius ini berhubungan dengan Yuri.


“Gila, gue sepupu lo Ri, tapi lo ga cerita sama Gue!” ucap Kesal Galen. Yuri hanya tersenyum dan tertunduk malu.


“Sebenarnya ini rencana udah lama, cuma gue sengaja ngadainnya pas Bang Kenzo dan kak Zana pulang ke Indonesia. Gue pengen seperti kalian, menikah di usia muda dan Gue ga nyangka kalau Yuri juga berpikiran yang sama,” jelasnya sambil menunjuk kepada pasangan muda Kenzo dan Zana.


“Yah, kalah lagi gue sama bocah,” Keluh Aji mengundang tawa semuanya.


“Makanya, Lo cepet lamar Gue biar ga kalah ma Zacky,” ucap Keysa keceplosan. Semua serentak melirik pada mereka berdua. Keysa tidak sadar apa yang dia ucapkan. Dia hanya tersenyum tanpa dosa dan Aji menggaruk tengkuk yang sama sekali tidak gatal.


“Sumpah hari ini jantung Gue hampir copot 2 kali. Kalian pacaran?” ucap Kenzo pada kedua sahabat dekat Zana. Keysa dan Aji tersenyum mengangguk. Sedangkan Zana terus menatap keduanya dengan sinis sambil melipat kedua tangannya di dada.


“Zan, ngeliatnya jangan gitu donk! Gue jadi takut tau,” Keysa mendekat pada Zana dan memeluk tubuhnya. Dengan cepat Zana melepaskan pelukan sahabatnya itu.


“Kalian jahat!! Kenapa ga pernah cerita sama Gue?” Zana mengeluarkan air mata buayanya, menangis sekencang-kencangnya dan itu berhasil semua orang kaget dan menghampirinya. Aji dan Keysa berlutut di depannya minta maaf agar Zana berhenti mengeluarkan air matanya.


Kenzo hanya tersenyum melihatnya. Dia tau kalau istrinya hanya berbohong dengan tangisnya. Karena, Zana sering melakukan hal itu padanya. Semua panik melihat Zana yang tidak kunjung menghentikan tangisnya. Suasana kala itu menjadi ricuh dengan tangisan Zana.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya. Vote kalian sangat berharga dan membuat Author semangat menulis.


Terimakasih yang sudah setia menunggu upnya novel ini..


Aku padamu Semuanya.... 😘