
Zana sudah merasakan status dia yang sudah menjadi seorang mahasiswa. 1 bulan sudah berlalu Zana maupun Kenzo sama-sama sibuk dengan urusan mereka masing-masing tapi tidak membuat mereka lepas dari komunikasi. Kenzo tetap menjemput dan mengantar tunangannya itu karena dia tidak mengizinkan Zana untuk membawa kendaraannya sendiri setelah dia tau dia mempunyai banyak saingan di kampus Zana.
ya betul, Zana memang seolah-olah jadi primadona di kampusnya. tidak sedikit yang berusaha PDKT padanya, tapi dengan jujur Zana menunjukan cincin yang melingkar di jari manisnya. tanpa harus bicara orang-orang yang mendekatinya pun mundur perlahan saat melihat cincin itu tapi ada juga yang masih belum menyerah untuk mendapatkan hatinya, prinsip mereka selama janur kuning belum melengkung why not?
sepulang sekolah Kenzo langsung menganti baju seragamnya dengan setelan kaos dan celana jins. sebenarnya ini bukan keinginan Zana tapi inisiatif Kenzo sendiri karena dia ingin terlihat pantas di depan orang-orang.
keduanya saling menunggu satu sama lain. kalau Zana ada kelas siang dia tetap berangkat pagi dengan Kenzo dan menghabiskan waktu di perpustakaan sambil menunggu jam kelasnya mulai begitupun sebaliknya, Kenzo selalu menunggu Zana di parkiran kampus saat kelas Zana keluar lebih sore di banding sekolah Kenzo. itu sudah menjadi kesepakatan keduanya demi menjaga keharmonisan hubungan mereka.
"udah ganti baju aja lo, mau ke kampus kak Zana?" tanya Galen dan Kenzo hanya menjawabnya dengan anggukan
"lo ga cape Ken tiap hari kaya gini?" tanya Yuri
"ga lah ngapain cape gue seneng malah, ya udah gue duluan ya" ucapnya sambil berjalan cepat menuju mobil, kedua sahabatnya menggelengkan kepala mereka. keduanya memang benar-benar salut dengan kesetiaan dan cinta Kenzo terhadap Zana.
"gue sih yakin ini hanya awal-awal aja dia semangat kaya gitu" ucap Yuri
"kalau gue sih mikirnya mereka akan terus seperti itu" timpal Galen dan keduanya pun membuat taruhan untuk itu.
"Zan tunangan lo belum sampe" tanya Icha. walaupun keduanya berbeda jurusan tapi kedekatan mereka dari awal masuk kuliah sampai sekarang tetap terjalin. dan dia satu-satunya orang yang tau status Kenzo yang masih sekolah di bangku SMA.
Zana melihat jam yang ada di tangannya "iya kok tumben ya dia belum dateng"
"macet kali ya, btw gue salut banget sama tunangan lo walaupun masih SMA tapi kesetiaannya itu loh rela nungguin lo sampe beres kuliah jam berapapun itu, cowok kaya gitu hanya ada 1 juta : 1 orang" Zana tersenyum, memang benar kata Icha kalau Kenzo itu tipikal cowok yang setia dan tentunya sangat dewasa di usianya yang harusnya masih senang nongkrong bersama teman-temannya.
"btw gue ada kelas jam 4 kan ya?" Icha mengangguk karena dia memang sangat tau jadwal Zana, waktu sekarang menunjukan jam setengah 3 dan ada waktu untuk dirinya dengan Kenzo sebelum masuk ke dalam kelas.
sesampai di kampus Kenzo langsung menghampiri Zana di taman kampus tempat mereka sering bertemu.
"sayang maaf tadi jalanan macet banget" kata Kenzo
"ga apa-apa sini duduk" Kenzo pun langsung duduk dan Zana memegang tangannya
"hai kak Icha" sapa Kenzo
"kiraen lo lupa ada gue disini" ucapnya membuat mereka tertawa
"ga lah, cewek cantik kaya kakak masa ga keliatan" gombal Kenzo
"waaah Zan, dia ngajak perang nih jangan suka godain gue nanti kalau gue jadi jatuh cinta sama lo kan bahaya" candanya balik
Zana pun mengajak Kenzo ke kantin kampus untuk sekedar mencari cemilan, Icha tidak mengikuti mereka karena ada tugas yang harus dia kerjakan sebelum kelas di mulai.
selama perjalanan menuju kantin banyak mata yang melihat keduanya. bukan hanya laki-laki tapi para wanita pun melirik mereka. bagaimana tidak ketampanan Kenzo memang selalu mencuri perhatian dimana pun mereka berada. terlebih memang Zana sudah menjadi bahan gosip para wanita yang iri karena banyak pria yang sering mengejarnya. makanya Zana tidak banyak teman yang dekat dengannya karena mereka yang lebih dulu menjauh darinya. Zana berfikir mungkin ini hanya awal-awal masuk kuliah.
sebenarnya Zana sudah tidak malu lagi dengan status Kenzo yang masih SMA, tapi kini menjadi terbalik Kenzo yang tidak mau membuat wanita pujaannya terasa malu dengan status dirinya.
"sayang laper ga?" tanya Zana
"emm ga begitu, aku mau jus Alpukat aja yank"Zana pun pergi memesan jus.
"hei Zan" sapa Riski salah satu pria yang masih bertahan mengejar Zana
"eh kak Riski, mas jus alpukat 2 ya" sapa Zana dan langsung memesan pesanan Kenzo
"sama siapa?" tanyanya karena mendengar Zana memesan 2 buah jus. Zana menunjuk ke arah Kenzo yang sejak tadi melihat keduanya. hati Kenzo masih terasa panas kalau melihat Zana bicara dengan cowok lain walau dia tau kali Zana sudah menolak semua cowok yang menyatakan perasaan padanya.
"oh tunangan lo ya, setia banget nungguin. kuliah dimana emang?" belum sempat Zana menjawab Kenzo langsung menyusulnya
"sayang udah?"
"nih baru beres" katanya sambil menunjukan 2 jus yang ada di tangannya
"kalau gitu ayo"
"kak aku duluan ya" Riski hanya tersenyum, Kenzo langsung merangkul pinggang Zana dan berjalan keluar dari kantin. mata Riski masih menatap punggung keduanya.
"sabar bro" ucap temannya sambil menepuk bahunya.
keduanya kembali duduk di taman sambil menikmati jus Alpukat. tangan Kenzo terus memegang Zana membuat dirinya merasa aneh.
"yank kamu kenapa?" Kenzo menggelengkan kepalanya
"cemburu?" goda Zana
"iya aku cemburu, tau ga yank aku tuh ga tenang disekolah mikirin kamu takut ada yang ngedeketin terus kamunya tergoda" Zana yang mendengarnya tertawa
"kok di ketawain sih"
"habisnya kamu lucu tau, ga akan lah sayang udah ada yang sempurna kenapa harus nyari yang lain?" kata Zana berhasil membuat Kenzo tersipu malu.
waktu tidak terasa terus berjalan, dia pun harus masuk ke kelas karena jam sudah menunjuk pukul 4. Kenzo seperti biasa balik ke mobil menunggunya disana sampai kelas selesai. Kenzo mengisi waktunya dengan memainkan game kesukaannya atau kadang dia tiduran sambil mendengarkan musik.
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 😘♥️