Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
MEMINTA RESTU



Sesuai permintaan sang mertua Kenzo pun pergi ke kediaman Hikaru terlebih dahulu untuk meminta restu oma dan opa dari Zana. Kedua orang tua dari Tristan itu menyambut keluarga kecil Kenzo yang datang kerumahnya.


Zana sampai sekarang tidak mengetahui rencana dari tunangannya itu. Dan sampai sekarang Kenzo pergi ke rumah oma dan opanya di malam hari saat dia pulang dari rumah Zana untuk sekedar bertemu agar tidak ada kecurigaan.


"jadi ada apa nih cucu opa kesini?" tanya Arta, padahal sebenarnya dia sudah tau akan kedatangan calon cucu mantunya itu dari anaknya


"emm, Kenzo mau minta restu opa sama oma. Kenzo mau melamar Zana dan akan membawa Zana ke Singapura" katanya dengan nada yang sedikit berat. Kedua orang tuanya hanya diam melihat keberanian anaknya melamar.


"emang kamu udah kerja berani-beraninya lamar cucu opa" candanya, oma Lesti dan kedua orang tuanya hanya tersenyum melihat Arya mewawancarai Kenzo


"Kenzo udah sanggup kok opa ngebiayain Zana, Kenzo sudah mempunyai hotel sendiri, walaupun Kenzo belum sepenuhnya terjun di sana" wajah Kenzo sangat serius meminta restu, Arta yang melihatnya benar-benar menahan tawanya.


"apa kamu yakin bisa membahagiakan cucu opa? opa ga mau nantinya kamu malah membuat dia menangis, dia cucu kesayangan opa"


"Kenzo janji opa akan membahagiakan Zana dan menyayangi nya lebih dari siapapun"


"lebih dari bunda juga Bang?" sela Sarah


"bunda beda lagi donk, rasa sayang Kenzo sama bunda tak terhingga" ucapnya mengundang tawa.


"jadi gimana nih opa anak Rangga di terima ga" kini Rangga mulai membuka suaranya


"semua tergantung keputusan dari Rio"candanya


"serius donk opa" Kenzo sedikit memelas karena sejak tadi Arta selalu mengajaknya bercanda


"artinya oma sama opa setuju sayang dan sekarang kamu tinggal minta restu sama granpa" kata Lesti dan langsung mendapat pelukan dari cucu mantunya.


"terimakasih oma, opa Kenzo janji akan menyayangi Zana sepenuh hati Kenzo" Lesti mengangguk tersenyum


"jadi kapan cara pernikahannya?" tanya Arta


"emm setelah ujian selesai opa, kerena 2 hari setelah ujian Kenzo berangkat ke Singapure untuk mengurus syarat-syarat masuk universitas"


"jadi bagaimana dengan Zana?" tanya Lesti


"Kenzo cuma 1 minggu oma di sana, dan akan balik lagi ke Indonesia menunggu kuliah di mulai sambil menjemput Zana. biar sekalian rZana mengurus surat-surat untuk pindah kuliah ke Singapura" jelasnya.


setelah keluarga Kenzo panjang lebar ngobrol bersama Arta dan Lesti mereka pun pamit karena memang hari sudah malam. Rencanannya Kenzo akan pergi ke kediaman Agatha keesokan harinya.


***♥️♥️***


Hari minggu yang cerah dan hari ini memang enaknya untuk berjalan-jalan di taman. Kenzo pagi sekali sudah menjemput Zana ke rumahnya karena memang mereka sudah merencanakan joging pagi hari di taman komplek dekat rumah Zana.


Zana sudah siap memakai tengtop, celana panjang dan jaket yang di ikat di pinggang dengan rambut yang di gelung ke atas. Kenzo yang melihat Zana kala itu merasa risih karena menurutnya itu sangat terbuka. dia menarik jaket yang ada di pinggangnya dan langsung memakaikan pada Zana.


"aku ga suka kamu memamerkan tubuh kamu sama orang lain" ucap Kenzo yang membuat Zana merasa aneh, karena sejak dulu dia selalu memakai setelan seperti ini saat joging bersamanya dan baru kali ini mendapat protes dari Kenzo


"dulu kamu bukan hak aku walaupun sebenarnya aku ga suka tapi sekarang kamu sudah jadi hak aku"ucapnya membuat Zana semakin tidak mengerti. Zana lebih memilih mengalah dengan sikap aneh Kenzo karena hari masih pagi dan dia tidak mau pagi harinya yang cerah di mulai dengan perdebatan dengan tunangannya itu. Kenzo terlebih dahulu pamit pada kedua orang tua Zana sebelum mereka berangkat.


"sayang nanti semua pakaian kamu yang terbuka jangan di pake lagi ya" ucap Kenzo


"emmm..." jawab malas Zana


"kok gitu sih jawabnya"


"iyaaa Kenzo sayang, kamu tuh ya makin kesini makin bawel tau ga?"


"kan demi kebaikan kamu juga dan yang paling penting aku ga mau orang-orang melihat kecantikan kamu, karena hanya aku yang boleh melihat kamu" Zana tertawa dan mencubit pipi kirinya.


"gyemaaaaz deh sama cayang aku ini, suka kalau cemburuan gini" Kenzo hanya tersenyum


sesampai di taman Zana langsung menuju grobak bubur langganannya dan memesan 2 mangkok bubur. Kenzo mengkerutkan dahinya melihat Zana yang sudah duduk manis di bangku menunggu bubur pesanannya. Kenzo yang baru saja datang karena habis memarkirkan mobilnya langsung disuruh duduk oleh Zana di sebelahnya.


"yank kamu ngajak aku joging atau mau makan bubur?gayanya aja setelan olahraga" kata Kenzo langsung duduk disebelahnya


"makan dulu sayang laper, nanti kalau lari aku pingsan gimana?" ucapnya sambil mengambil mangkok bubur yang sudah jadi. Kenzo mengelengkan kepala pasrah dan menikmati bubur ayam yang sudah di pesankan oleh Zana.


"perut aku kenyang" kata Zana sambil mengusap perut ratanya


"lari yu" ajak Kenzo


"sayang ga baik loh habis makan lari, nanti makanannya keluar lagi, tunggu turun dulu ya. mas makasih ya" ucapnya menyerahkan mangkok dan uang pada tukang bubur dan langsung menarik tangan Kenzo.


"terus sekarang kita kemana?"


"duduk disana" Zana menunjuk bangku yang ada di bawah pohon di taman itu. keduanya berjalan perlahan, Zana merangkul tangan Kenzo sambil menyenderkan kepalanya di bahu.


tidak terasa waktu terus berjalan, Zana dari tadi menceritakan tentang dirinya di kampus. rencana joging punah karena jam sudah menunjukan 11 siang dan orang-orang pun sudah tidak ada yang berlari.


"hari ini bener-bener capek" ucap Zana menyenderkan tubuhnya dijok mobil


"emang kamu habis apa? perasaan joging juga ga" tanya Kenzo


"iih sayang kok ngomongnya gitu, jelas capek dong sayang, jalan dari Taman ke parkiran itu jauh, sama kaya kita joging keliling 3 lapangan tau" kelebaian Zana pun keluar, Kenzo hanya tersenyum menggelengkan kepalanya dan memilih untuk diam, karena mau ngomong kaya gimana pun juga dia selalu akan berpikir kalau dirinya yang benar.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAAA.....


CU 😘😘