
Setelah selesai membuat minuman Yuri segera kembali keruang tamu dan meyuguhkannya kepada Gian. Yuri menaruhnya gelas yang berisi es sirup jeruk itu di atas meja dan mempersilakan Gian untuk segera meminumnya.
“Makasih Yuri.”
Udah ada minuman kenapa ga sekalian cemilannya sih, eh roti marie aja gua mau kok, batin Gian.
“Lo mau ngelamar Kia? kalau aku sih yes,” ujar Yuri.
“Nah Yuri aja setuju tuh, Gian. Ya udah yakin aja, niat baik itu jangan ditunda-tunda,” sambung Zacky.
Nah lo nguping ya, batin Gian.
Gian hanya mengangguk sambil minum, diletakkannya gelas yang telah kosong itu pada posisinya semula. Segera setelah itu Gian pamit dengan hati yang semakin bertambah keyakinannya.
Dret … dret … dret ….
Diperjalanan Kia sempat menelpon Gian beberapa kali, namun Gian sengaja untuk tidak mengangkatnya. Sebenarnya Gian sudah sangat yakin untuk menikah, hanya saja sulit untuk memilih diantara ingin menjadi sukses dengan menikah muda.
Gian tak langsung pulang kerumah, saat itu ketika pikirannya malah bertambah jelimet Gian memarkirkan motornya, dia turun ke bawah jembatan yang berada di jalanan kota, disitu Gian duduk sambil memeluk lutut pada tanah berumput sambil memandang air jernih yang mengalir sangat perlahan. Ketenangan air mamantulkan potretnya yang begitu kalut.
**♥️♥️**
Dalam rangka Dies Natalies kampus ada salah satu lomba yang diikuti oleh Galen, perlombaan olahraga lari 11km yang dibuka untuk atlit kampus di seluruh universitas se-Jakarta. Galen yang sejak kecil menyukai lari membuatnya sering mengikuti ajang perlombaan di berbagai provinsi, bahkan terhitung sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar darah kompetisi sudah begitu mengental padanya.
Galen sedang menyiapkan seragam dan sepatu larinya. Tidak seperti oknum bucin yang mendadak merebak di tahun 2020 ini, Galen adalah seorang cowok yang bisa menempatkan prioritas dengan proporsisi yang pas, masalah percintaan, masalah hoby dan cita-cita. Semuanya tidak bertabrakan atau saling mendominasi. Galen benar-benar menatata prihal hidup yang dijalaninya.
Dret … dret … dret …. Suara notifikasi panggilan masuk.
“Hallo. Sayang, kangen.”
“Hallo juga Yang, lah kok bisa samaan ya? Kakak juga kanget banget kok.”
“Kak, besok jalan yuk, aku pengen nonton Avanger.”
“Lah ... mau jalan apa mau nonton sih Yank?” Ngakak sekaligus gemas.
“Eh iya kok aku bilangnya belibet sih, maklum kak, 'kan kangen, orang kangen mah bebas, hehe.”
“Akhir pekan ya Sayang. Kakak besok ada lomba.”
“Iya Kak. Oia, semangat untuk lombanya, semoga Kakak juara, ya meskipun Kakak sudah juara di hati aku, hehe.”
“Makasih sayang, seorang pria dengan cinta tidak akan mudah dikalahkan, lagian cuma lari 11km doang kok Dek.”
“Kawin lari sama aku aja Kak, hehe.”
“Jiah ... Sayang udah bisa gombal, kakak bales ah. Bapak kamu jual tahu ya?”
“Kok tahu.”
“Ya tahu, tahu … tahu, tahu Sumedang.”
“Aih Kakak mah, mana gombalnya coba?” Ngambek.
“Haha, I Love You Sayangku, maaf, maaf, nanti kakak beliin permen deh pas kita nonton.”
“Yaudah aku maafin, tapi permen lolipop yang gede ya Kak.”
“Iya Sayang, Yaudah kamu bobo gih.”
Tut … tut … tut …. Notifikasi diputus.
**♥️♥️**
“Cie abang beres-beres kamar, ayo Bang kita bobo!” Dikacangi.
Dret … dret … dret …. Suara notifikasi panggilan masuk.
“Abang ketemu sama Gian ga? Seharian ini dia ga ada kabar nih,” tanya Kia.
“Loh sama, ga ketemu juga, coba Kia tanya Zacky deh.”
“Ehhhhhhhhh, kesel banget deh sama Gian, udah kayak siluman aja ngilang. Ya udah Abang makasih ya, nanti aku coba tanya Zacky.”
Tut … tut … tut …. Notifikasi panggilan ditutup.
“Eh Sayang abis mandi ya? Cantik banget sih, yaudah kita bobo yuk,” ujar Kenzo.
“Tauh ah!” Kesal.
Lah kenapa ya? Kok tiba-tiba ngegas … aku salah apa ya? batin Kenzo.
“Ga usah peluk-peluk, tidurnya ngadep ke tembok,” bentak Zana.
“Ya ampun galak amat, ya udah selamat tidur Sayang,” jawab Kenzo.
Dih ... ga peka banget sih, kesal Zana karena Kenzo tidak menyadari dirinya yang kesal karena tadi dikacangi oleh Kenzo.
.
.
.
.
~Bersambung~
Maaf baru update...
Seperti biasa cerita ini hasil kolab sama Author Arip Rico...
Jangan lupa Like, Komen dan Vote yaaa...
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mawar Kecilku
Di mana kau mawar kecilku telah lama aku mencarimu tak dapat ku temui.
Kau mawar kecilku, panggil namaku di mana aku mencarimu tak pernah ku jumapi.
Mawar kecilku jangan kau layu, berserilah, bersemilah, terangi hidupku.
Mawar kecilku jangan kau ragu, menarilah, bernyanyilah, temani hidupku.
Jangan pernah biarkan gelisah, membuatmu jatuh dan mengalah.
Genggamlah tanganku jika kau ragu, berdiri di belakangku jika kau malu dan setelah itu kembali berdiri dan terjanglah lagi semua mimpi lanjutkanlah langkahmu yang sempat terhenti.
~Azis Beck