
Perut Zana sudah semakin besar. Beruntungnya dia tinggal sidang dan menyelesaikan bangku kuliahnya. Jadi, setelah lulus Zana bisa fokus untuk kandungannya. Tinggal dua hari lagi Zana akan Wisuda. Kedua orangtua dan juga adiknya akan ke Singapura sebelum hari wisuda. Kedua mertuanya tidak bisa hadir, karena Sarah yang tinggal menghitung hari melahirkan adik dari Kenzo.
Sejak pagi Zana sangat sibuk di dapur. Dia menyiapkan berbagai masakan untuk menyambut kedua orangtua dan adik kesayangannya. Kenzo khawatir dan menyuruhnya untuk memesan makanan diluar, tapi Zana ingin saat mereka datang, mereka memakan masakan dirinya.
Tristan sengaja tidak menyuruh anak dan menantunya untuk menjemput mereka di bandara, mengingat kandungan Zana yang semakin besar. Saat sampai di Singapura, mereka terlebih dahulu mengurus barang bawaan dan setelah itu mencegat taxi yang ada di sana. Rasa rindu ketiganya pada Zana sudah sangat besar. Mereka tidak sabar melihat wajah cantik Zana yang sedang mengandung. Sesampai di apartemen, Kenzo sudah menunggu ketiganya di lobby.
“Ma, Pa, Rei apa kabar?” Kenzo menyambut mereka sambil mencium kedua tangan mertuanya.
“Baik sayang, Zana mana?” tanya Putri.
“Sedang masak, Ma.”
“Wah ... papa langsung laper dengernya,”
“Kita langsung naik aja yu!” ajak Kenzo.
Ini pertama kali ketiganya berkunjung ke apartemen Kenzo dan Zana. Mendengar suara buka pintu, Zana langsung berlari ke arah mereka. Melihat istrinya yang berlari Kenzo menjadi khawatir.
“Yank, jangan lari donk!” Zana tidak memperdulikan apa yang dikatakan Kenzo, karena saking rindunya Zana pada mereka. Dia langsung memeluk ketiga orang yang sudah sangat ia rindukan.
“Dengerin kata suami kamu sayang, sekarang di perut kamu ada baby, jadi kamu harus pelan-pelan.” ucap Putri. Zana hanya mengangguk dalam pelukan ibunya.
Setelah melepas Rindu mereka pun menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh Zana. Selesai makan, mereka melepas rindu mengobrol bersama di ruang TV. Tidak terasa hari sudah larut dan seperti biasa Kenzo harus mengalah untuk sementara berpisah tidur dengan istrinya. Zana memilih untuk tidur bersama kedua orang tuanya, sedangkan Rei memilih tidur bersama kakak iparnya, karena kasur kamar tamu yang tak sebesar kasur mereka di Indonesia.
**♥️♥️**
Pagi hari semua sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri wisuda. Zana sudah cantik dengan make-up yang natural, membuat cahaya wajahnya semakin terlihat. Setelah semuanya siap, mereka pun segera pergi ke kampus.
Aula kampus sudah ramai dengan para wisatawan dan wisudawati juga para orang tua mereka. Zana menjadi pusat perhatian, karena dia satu-satunya mahasiswa diangkatannya yang sudah menikah dan sedang mengandung. Terlebih aura kecantikannya keluar membuat semua orang terpana melihatnya.
Memang dasar sudah pintar, Zana terpilih menjadi mahasiswa terbaik angkatannya. Sebagai orang tua tentunya Putri dan Tristan bangga. Keduanya pun naik ke atas podium untuk menerima penghargaan sang anak. Putri meneteskan air mata bahagianya. Semua orang yang melihatnya pun merasa haru. Saat penghargaan itu Zana berikan kepada orangtuanya, suara tepukan meramaikan suasana Aula.
Bukan hanya kedua orangtuanya saja yang bangga, tapi Rei dan Kenzo sebagai sebagai suaminya ikut bangga atas prestasi istrinya. Banyak ucapan selamat dan buket bunga yang diberikan teman Zana untuknya. Banyak pula yang meminta Zana untuk berfoto dengan mereka. Karena, setelah wisuda ini, kebanyakan dari mereka akan kembali ke negara mereka masing-masing. Kebanyakan dari teman-teman Zana memang berasal dari luar negara Singapura.
Melihat istrinya yang sudah kelelahan, Kenzo mengajaknya untuk pulang kerumah. Sejak tadi dia merasa khawatir dengan kondisi istrinya. Mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah.
“Kak, selamat ya. Rei bangga sama kakak.” Zana tersenyum dan memeluk adik kesayangannya.
“Makasih ya, sayangku.”
“Oh iya, mumpung kita lagi kumpul, papa mau meminta sesuatu pada Abang,” seketika suasana menjadi serius.
“Iya, Pa.” jawab Kenzo.
“Berhubung waktu lahir bayi semakin dekat, papa mau minta izin sama kamu untuk membawa Zana pulang ke Indonesia. Papa merasa khawatir, karena kalian berdua masih sangat muda dan belum tau menghadapi kelahiran. Terlebih disini kalian tidak mempunyai siapa-siapa. Papa khawatir dengan keadaan Zana. Papa hanya mohon sama kamu untuk mengizinkan Zana melahirkan di Indonesia.” mendengar itu hati Kenzo merasa sangat sakit. Tapi, apa yang dikatakan mertuanya ada benarnya juga. Kalau mereka berdua belum tau menghadapi kelahiran nanti.
Kenzo menatap istrinya, dia binggung harus menjawab apa. Zana yang sama sekali tidak tahu rencana sang papa pun merasa kaget. Ia tidak pernah memikirkan sejauh itu. Dan Zana juga setuju dengan usul papanya. Dia berharap kalau Kenzo akan mengabulkan permohonan sang papa.
“Sebenarnya Abang merasa keberatan Pa. Tapi, buat kebaikan Zana, Abang setuju.” dengan terpaksa Kenzo menyetujui rencana mertuanya.
“Terimakasih ya, Bang.” Kenzo hanya mengangguk.
“Nanti Setelah usia kandungan Zana menginjak sembilan bulan, mama berharap kamu mengambil cuti di kampus. Walau bagaimanapun juga Zana pasti menginginkan ada suaminya disaat dia melahirkan nanti,” ucap Putri.
“Iya Ma. Abang pasti ambil cuti.”
**♥️♥️**
Zana sibuk mempersiapkan baju yang akan dia bawa ke Indonesia. Kenzo pun ikut membantu istrinya memasukan bajunya ke dalam koper.
“Sayang, nanti setiap weekend aku pasti pulang ke Indonesia.” ucap Kenzo. Zana langsung menghampiri suaminya dan memeluk tubuhnya dari belakang.
“Makasih ya, sayang. Kamu benar-benar Daddy yang sangat perhatian. Maafin aku ya ga bisa nemenin kamu disini,” Kenzo membalikkan badannya dan memeluk istrinya sambil mencium keningnya.
“Jaga anak kita baik-baik ya. Baby tunggu Daddy di Indonesia ya, sayang.” ucapnya sambil mencium perut istrinya.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Jangan lupa Like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya..
~**MARHABAN YA RAMADHAN~
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya...
Selama Ramadhan Author berusaha akan Up. Tapi, Author ga janji setiap hari... maaf yaaa🙏🙏 tapi jangan khawatir, Author tetap akan up kalau ada waktu...
Ayo ... kita sama\-sama mengejar Ridho Allah di bulan Ramadhan...
Sehat\-sehat ya semuanya...
Semoga Ramadhan kali ini kita menjalaninya dengan penuh kedamaian... Aamiin🤲**