Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
MENEPATI JANJI



selama 1 minggu Zana konsentrasi pada ujian nasional dan Kenzo benar-benar tidak menemuinya. sebenarnya berat hati Kenzo melakukan ini tapi mungkin dengan begini menjadi pilihan terbaik untuk mereka memahami perasaan masing-masing.


selama libur Kenzo menghabiskan waktunya hanya berdiam diri di kamar cuma sekedar tiduran, main game atau baca-baca buku pelajaran untuk persiapan dirinya menghadapi ulangan semester minggu depan. Sarah sang ibu merasa khawatir dengan tingkah laku anaknya yang seolah-olah tidak mempunyai semangat hidup.


Sarah tau betul betapa besar cinta dan rasa sayangnya pada Zana, tapi dia tidak habis pikir Kenzo melakukan semua ini.


"bang kamu mandi napa? udah 3 hari lo bang" ucap Sarah yang baru masuk ke kamarnya sambil membuka gorden jendela.


"emmm" jawaban singkat dari anaknya yang sedang serius memainkan ponselnya melihat foto-foto dirinya bersama Zana. Sarah menarik nafas dalam menggelengkan kepalanya dengan kelakuan anaknya semata wayangnya itu.


"kalau rindu samperin jangan liatin fotonya terus" sindir Sarah dan duduk di kasur sebelah Kenzo dan Kenzo hanya menggelengkan kepalanya. dia bangun dari tidurnya dan menyandarkan kepalanya di bahu ibundanya.


"bun keputusan Kenzo seperti ini bener ga?Kenzo hanya ingin tau isi hati Zana sebenarnya selama ini Kenzo selalu merasa Zana tidak benar-benar seriusdengan hubungan kita" Sarah tersenyum, dia merangkul sang anak.


"bang, kalau memang kalian benar-benar saling menyayangi semestinya tidak ada keraguan di hati kalian, dan bunda melihat kalau Zana juga sangat menyayangimu. ga ada salahnya juga sih abang bersikap seperti ini kalau memang abang ingin memastikan bagaimana perasaan Zana, tapi bunda heran emang kamu ga sadar sama cinta Zana ke kamu selama ini?" perkataan terakhir ibunya membuat Kenzo menegakkan kepalanya. Kenzo menatap wajah Sarah lalu mengelengkan kepalanya.


"ya ampun bang polos banget sih jadi cowo, ya udah sana kamu mandi dulu bau tau"


"bun emang keliatan ya??? bun ???" teriak Kenzo tapi Sarah tidak menjawab dan terus berjalan keluar


"mandi bang!!!"


***♥️♥️***


"huuuuft akhirnya ujian beres juga, bebaaaaaasssss" teriak Keysa sambil mengangkat kedua tangannya


"jangan terlalu senang lo setelah ini kita siap-siap ujian SNMPTN" ucap Aji membuatnya patah semangat.


"uaaaaaaa kalian berdua enak pinter dan punya tujuan mau masuk apa? sedangkan gue udah ga ada tujuan otak pas-pasan" kedua sahabatnya hanya tertawa mendengar perkataan Keysa.


"oia btw kita kemana nih ngerayain beresnya ujian" ucap Aji semangat


"maaf gaes gue pulang duluan ya" ucap Zana dia berjalan menuju parkiran dan langsung naik ke dalam mobilnya. Keysa dan Aji saling pandang melihat Zana karena akhir-akhir ini memang dia seperti tidak punya semangat hidup. untung saja dia bisa menjalani ujian Nasional dengan mudahnya.


"cinta memang merubah sifat asli seseorang ya Ji" Aji hanya mengangguk, mata keduanya masih melihat mobil Zana yang keluar dari tempat parkiran sekolah


"...gue heran deh sama Kenzo, dia kan yang cinta banget sama Zana kok bisa dia memutuskan pertunangan mereka"


"bukan memutuskan Kekey pinter, cuma saling introspeksi diri aja, yu ah mending kita main playzone aja" ucap Aji sambil merangkul tubuh Keysa berjalan menuju mobilnya.


Zana memutuskan untuk pergi ke rumah Kenzo dan ingin mengatakan isi hatinya selama ini sesuai dengan janjinya selesai ujian. setelah sampai disana Zana pun masuk ke dalam.


ting tong ting tong


"Zana, apa kabar sayang?" Sarah yang membukakan pintu langsung memeluk calon menantunya itu


"baik bunda" jawabnya tersenyum


"masuk yu sayang" Sarah merangkul tubuh Zana masuk ke dalam rumah.


" dari sekolah langsung ke sini? bagaimana ujian kamu?" tanyanya sambil membuatkan teh manis untuk Zana. Zana duduk di meja bar kecil di depan dapur.


"iya bunda tau betul kok anak bunda kan jenius"


"bun Kenzo ada?" ucap Zana pelan terbata. Sarah memandangi wajah Zana tersenyum menghampirinya sambil membawa teh manis yang sudah beres di buatnya.


"kamu sangat menyayangi Kenzo kan? bunda bisa melihat semuanya" Zana tertunduk dia meneteskan air mata, Sarah menghampirinya dan duduk di sampingnya merangkul Zana


"Kenzo juga sangat sayang sama kamu, tapi bunda ga habis pikir kok dia oon banget sih tidak menyadari perasaanmu" Zana langsung tertawa dengan ocehannya Sarah


"...bener ga? dia terlalu polos, cemburuan dan posesif, Zan apa kamu kuat sama cowo seperti dia?" Zana masih tertawa


"itu yang membuat Zana jatuh cinta padanya bun" Sarah menatap tajam mata Zana dia bangga pada gadis yang sejak dulu di asuh olehnya. Sarah pun memeluk tubuh Zana.


"sayang terima kasih ya mau menerima anak bunda yang banyak kekurangan itu"mendengar itu membuat Zana kembali tertawa


"iya bunda Zana juga sama kok banyak kekurangannya, btw Kenzo nya ada ga bun?"


"ya ampun bunda sampai lupa, tadi abang pergi di jemput Galen sama Yuri ga tau tuh mereka kemana" Zana lemas mendengarnya.


"jangan lemes gitu donk sayang, kamu tunggu Kenzo di kamarnya aja sana biar bunda telpon abang suruh pulang secepatnya" Zana tersenyum dan langsung naik ke atas.


Zana melihat satu persatu foto dirinya yang banyak terpampang di kamar Kenzo, dari mulai dirinya SD sampai sekarang. Zana tersenyum saat melihat foto yang paling besar, fotonya bersama Kenzo saat berada di pulau seribu.


kembali dia mengingat saat liburan dulu, saat dia masih menolak perasaannya untuk Kenzo.


"Ken maafkan aku yang membuatmu menunggu" katanya yang terus menatap foto itu. sambil menunggu Kenzo dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Kenzo sampai akhirnya dia pun tertidur pulas.


Kenzo yang mendapat telepon dari sang bunda langsung keluar dari mall berlari mencegat taxi dan segera pulang ke rumahnya.


"bun Zana mana?" katanya yang baru dateng ngos-ngosan


"habis lari maraton bang" tanya Rangga yang baru pulang dari kerja


"di kamar kamu dia udah nungguin 4 jam bang, kamu kemana aja di telpon ga nyambung terus"


"abang lagi di mall bun mungkin ga ada sinyal ya udah abang ke kamar dulu ya" katanya langsung berlari ke atas.


"bun mereka udah baikan?"tanya Rangga


"mungkin sekarang" ucap Sarah tersenyum


Kenzo membuka pelan kamarnya dia tersenyum melihat gadis bertubuh mungil itu tertidur pulas di kasurnya. dia pun menghampiri Zana duduk dipinggir kasur di sebelah Zana.


"sayang maafkan aku baru datang pasti kamu sangat kelelahan menunggu ku" ucapnya sambil membelai rambut panjang Zana yang menutupi wajah cantiknya


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


DITUNGGU LIKE DAN KOMENNYa ♥️😘