Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Happy Birthday Kia



Hari ini adalah hari pertama Erina dan Arez sepupu dari Rei. Mereka memutuskan untuk berangkat bersama. Sebelum ke sekolah Rei terlebih dahulu menjemput kekasihnya Nia ke rumahnya.


Sesampai di sekolah, terlebih dahulu Rei mengantarkan Ares ke arah sekolahnya. Walaupun sekolah mereka di lingkungan yang sama, tapi untuk anak baru seperti Arez dia pasti akan merasa kebingungan. Nia dan Erina duluan untuk pergi ke kelas. Kebetulan Erina memang sekelas dengan Nia. Setelah perkenalan Erina pun duduk di bangku kosong yang ada di belakang bangku Nia.


Jam istirahat berbunyi, Rei sudah menunggu kekasihnya Nia di depan kelasnya. Erina dan sepasang kekasih itu pun berjalan bersama ke kantin. Selama perjalanan mata para siswa tertuju Erina. Bagaimana tidak? Erina terlihat sangat cantik terlebih lagi gosip sudah tersebar kalau dia pindahan dari negara tetangga.


Erina tidak banyak bicara kecuali sama Rei. Karena, walaupun bahasa Melayu dan Indonesia hampir sama, tapi dia sangat sulit untuk mencerna bahasa Indonesia. Terkadang Rei mengartikan apa yang dikatakan Nia pada Erina.


**♥️♥️**


“Galen mana sih? Lama bener deh tu anak.” Kesal Yuri.


Rencananya hari ini Gian ingin mengadakan kejutan kecil untuk kekasihnya, karena hari ini dia sedang berulang tahun. Semua orang sudah tau rencana Gian kecuali Kia. Kebetulan hari ini Kia memang tidak masuk ke kampus, karena dirinya sedang tidak enak badan.


“Lama amat sih Lo, Kak,” teriak Gian pada lelaki yang jomblo akut.


“Sabar sih, Gue barusan habis ngobrol sama ....”


“Ga usah di lanjutin, Gue tahu itu siapa. Ya, udah yu kita berangkat!” ajak Yuri tanpa mendengar penjelasan dari sepupunya.


Selain Galen, Yuri dan Zacky, Gian juga menyuruh Rei dan juga Nia untuk ikut memberikan kejutan untuk Kia. Pastinya Erina dan Arez ikut bersama mereka. Setelah mereka janjian depan komplek rumah Kia, mereka pun masuk dan memarkirkan mobilnya di depan rumahnya. Sebelum masuk, Gian menyiapkan kue, sedangkan yang lainnya menyiapkan masing-masing kado yang sudah mereka siapkan sebelumnya.


[Percakapan dalam bahasa Melayu On]


“Rei, aku ga bawa kado dan aku malu untuk keluar. Biar aku dan Arez tunggu di mobil saja,”


“Ga apa-apa kok Er, ikut aja biar kamu kenal dengan mereka. Mereka itu sahabat kak Zana dan Kak Gian itu sepupu dari Nia pacar aku. Mereka asik kok, nanti juga lama-lama kamu merasa enak bergaul dengan mereka.”


“Ya sudahlah, aku ikut. Tapi, kamu jangan cuekin aku sama Arez ya,”


“Ga mungkin lah Er.” ucap Rei sambil tertawa kecil.


[Percakapan bahasa Melayu Off]


Sebelumnya Gian sudah menghubungi Mami Bela, kalau dia akan memberikan kejutan untuk kekasihnya. Bela sangat senang dan setuju, dia pun menyiapkan berbagai macam makanan untuk teman-teman Kia.


Beruntungnya Kia tidak menyadari Maminya yang menyiapkan banyak sekali makanan di dapur. Karena, seharian ini dia berada di dalam kamar. Bela membuka perlahan pintu rumah dan mempersilahkan Gian dan teman-teman masuk ke dalam.


“Kalian masuklah, dia sedang baca buku di kamar,” titah Bela.


Perlahan Gian membuka pintunya, Kia masih belum menyadari dan masih asik membaca bukunya sambil tengkurap di atas kasurnya.


Happy birthday to you


Happy birthday to you


Happy birthday Happy birthday Happy birthday Kia ....


Kia membalikkan badannya dan sangat kaget dengan kedatangan para sahabat dan kekasihnya. Dia berdiri dan langsung memeluk tubuh Gian. Suara tepukan tangan meramaikan suasana. Mereka semua pun berkumpul di ruang tengah yang sudah tersedia banyak sekali cemilan.


“Kamunya ga keluar-keluar kamar sih, Mami siapin ini udah dari pagi sayang. Semuanya maaf ya Mami cuma menyiapkan segini, silahkan dinikmati semuanya,”


“Terimakasi Mami, ini lebih dari cukup.” ucap Gian.


Suasana penuh dengan tawa canda setelah sekian lama mereka tidak berkumpul seperti ini. Erina dan Arez pun sangat mudah berbaur dengan mereka. Satu-persatu dari mereka memberikan kado yang sudah disiapkan pada Kia. Mereka pun menikmati aneka makanan yang sudah disiapkan oleh Mami Bela.


Zana dan Kenzo memberikan ucapan selamat ulang tahun melalui VC. Mereka sangat ingin bergabung dengan para sahabatnya. Tapi, apa daya jarak yang memisahkan mereka. Keduanya sudah mempersiapkan kado istimewa sebelum hari ulangtahun sahabatnya dan sudah di paketkan ke Indonesia.


Sejak tadi Erina tertunduk, ada 1 hal yang membuat Erina sedikit merasa malu, yaitu tatapan Galen padanya.Ya, memang memang sejak tadi Galen menatap Erina. Dia sangat kagum akan kecantikan Erina. Dan itu membuat dirinya tertarik pada sepupu dari Rei dan Zana.


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Matahari pun perlahan menenggelamkan sinarnya. Zacky dan yang lainnya pamit untuk pulang sedangkan Gian masih diam disana. Tidak lupa mereka mengucapkan terimakasih pada Mami Bela yang sudah menyiapkan banyak makanan untuk mereka.


Sebelum mengantarkan kekasihnya Rei terlebih dahulu mengantarkan kedua sepupunya. Selama perjalanan Erina menceritakan tentang Galen yang terus menatapnya dan itu berhasil membuat Nia dan Rei tertawa. Erina merasa heran kenapa keduanya menertawakan dirinya.


“Kalian kenapa tertawa?” tanyanya yang sudah mulai belajar dengan bahasa Indonesia, walaupun logatnya masih logat Melayu.


“Ya ga, kamu lucu aja Er. Mungkin Kak Galen suka sama Kamu Er. Dia itu dulu jatuh cinta sama kak Kia, tapi sayang kak Kia lebih milih Gian.” jelas Rei.


“Itu tidak mungkinlah Rei, aku kan tidak secantik Kia,”


“Er, kamu cantik lagi, cantik banget malah.” Ucap Nia membuat Erin tersipu malu.


Akhirnya mereka sampai di depan rumah Rei dulu. Erina dan Arez pun pamit. Setelah itu Rei mengantarkan kekasihnya pulang ke rumah. Selama perjalan Rei menggenggam tangannya. Sejak tadi dia sangat ingin memegangnya tapi dia malu di depan kedua sepupunya.


“Mau masuk dulu ga?” tanya Nia.


“Langsung aja ya yank, aku capek,”


“Ya udah, makasih ya cintaku. Sampai rumah mandi terus langsung istirahat.” saat hendak turun dari mobil Rei menarik tangannya.


“Kenapa?” bukan jawaban yang diberikan Rei, melainkan satu kecupan di keningnya. Jantung Nia seketika berdebar.


“Love you.” Ucapnya. Nia tersenyum lalu turun dan berlari masuk ke dalam rumahnya. Dia memegang jantungnya karena merasa kaget dengan sikap kekasihnya. Nia tidak menyangka Rei yang cuek bisa jadi semanis itu.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya....