
Putri dan keluarga suaminya berkumpul di rumah Alm. kedua orang tuanya. Putri masih merasakan kesedihan yang begitu dalam karena kehilangan mereka. Tristan terus menangkan sang istri.
Semua berkumpul, karena hari ini pengacara keluarganya akan memberikan wasiat yang dituliskan kedua orang tuanya untuk ana semata wayangnya. Rio memang sudah mempersiapkan segala sesuatu buat anaknya sebelum dirinya meninggal dunia. Pak Wisnu adalah pengacara dari keluarga Agatha.
Dia membawa berkas-berkas yang akan di berikan kepada Putri anak semata wayang dan satu-satunya turunan dari keluarga Agatha. Untuk masalah kekayaan jangan ditanya, Rio mempunyai semuanya. Cuma satu yang menjadi pesan dari Alm. Daddy-nya. Dia meminta sepeninggal dirinya, Putri harus terjun langsung ke dalam perusahaan yang pastinya di bawah bimbingan suaminya.
Pesan lain juga, setelah Zana, Kenzo dan Rei lulus sekolah mereka harus mengurus masing-masing perusahaan yang dimiliki olehnya. Di sana juga tertulis kalau Rio meminta Raka untuk pindah ke Indonesia dan menjual seluruh saham yang berada di Malaysia. Karena di Indonesia banyak yang harus di urus, selain itu kepindahan dirinya untuk bisa membantu Putri menjalankan semua perusahaan yang jatuh di tangannya.
Air mata Putri mengalir. Rio menulis wasiatnya secara terperinci dan intinya semua itu hanya demi dirinya. Daddy tidak mau Putri merasa keberatan dengan semua yang dimiliki olehnya. Maka dari itu, Rio menunjuk orang-orang yang memang benar-benar mencintai dirinya untuk membantunya menjalankan semua perusahaan miliknya.
Setelah menerima semua berkas-berkas penting, Pak Wisnu pun pamit. Putri berterimakasih pada semua orang yang ikut terlibat di dalam wasiat Daddy-nya. Tanpa mereka Putri tidak bisa apa-apa. Memang sejak dulu dia sangat enggan untuk langsung terjun di perusahaan milik Daddy-nya. Tapi, kali ini dia harus benar-benar terjun, karena itulah yang di inginkan Alm. kedua orangtuanya.
Satu hal lagi yang Putri ingin sampaikan. Dia memutuskan untuk pindah ke rumah masa kecilnya. Dan rumah yang di tempatinya dia berikan kepada adik ipar dan keluarganya. Karena, mereka akan pindah ke Indonesia dan pasti membutuhkan tempat tinggal. Keputusan Putri pun di setujui oleh semuanya.
**♥️♥️**
Tidak banyak yang di bawa dari rumah orang tuanya Zana. Hanya pakaian mereka saja, karena di rumah Granpa-nya sudah tersedia semuanya. Hari ini semua orang sibuk untuk menata kembali tempat tinggal. Keluarga dari Raka pun sudah resmi pindah ke Indonesia.
Raka memasukan sekolah anaknya ditempat keponakannya Rei sekolah. Erina sekarang duduk di kelas 2 SMA menuju kelas 3 SMA sama seperti Rei dan Nia. Sedangkan anak lelaki Raka yang bernama Arez duduk di kelas 3 SMP menuju SMA. Mereka mulai beradaptasi dilingkungan sekitar dan mulai membiasakan logat bicara mereka yang Melayu dengan bahasa Indonesia.
Kenzo terlebih dahulu pulang ke Singapura, karena dia harus mengikuti ujian di kampusnya. Sedangkan Zana meminta izin pada pihak kampus untuk mengikuti ujian susulan. Dia masih ingin menemani Mamanya yang sampai sekarang masih menangisi kedua orangtuanya.
Setiap hari Zana menggantikan Mamanya memasak di dapur dibantu oleh Bi Sari. Makan pun Zana mengantarkannya ke kamar Mamanya, karena Putri sama sekali tidak mau keluar dari kamar orang tuanya. Tristan yang melihat istrinya merasa sangat sedih. Dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuat istrinya kembali tersenyum.
Kedua anak Putri selalu menyemangati dirinya. Tapi, tetap saja Putri tidak mau keluar dari kamar. Semua aktivitasnya dilakukan di dalam kamar kedua orang tuanya.
“Ma, pesan Granpa kan Mama harus terjun ke perusahaan, kalau Mama kaya gini terus gimana nasib perusahaan, Ma?” ucap Zana menyemangatinya. Sudah tidak tahu harus dengan kata-kata apa lagi Zana menyemangati Mamanya.
“Bener Ma, apa yang dikatakan Kak Zana. Rei juga merasa kehilangan kasih sayang dari Mama. Ma, Mama masih ada aku, Kak Zana dan juga Papa. Kita disini butuh kasih sayang Mama, jadi Rei mohon Mama jangan seperti ini! Rei merasa kehilangan sosok seorang Mama.” ucapan Rei membuat Zana meneteskan air matanya. Zana tidak menyangka kalau Rei bisa membuat Mamanya mendengar ucapannya. Karena sejak kemarin Putri sama sekali tidak mau mendengar siapapun yang bicara padanya.
Rei tersenyum melihat reaksi dari Mamanya, dia menarik tubuh Mamanya dan memeluknya. Putri menyambut pelukan anak lelakinya dan memeluknya dengan sangat erat. Melihat itu, Zana dan juga Tristan ikut memeluk mereka.
“Maafin Mama!” ucapnya sambil menangis. Suasana tampak haru kala itu. Bukan hanya Putri saja menangis, tapi suami dan kedua anaknya pun ikut menangis.
**♥️♥️**
Sudah 1 minggu sejak meninggalnya kedua orang Putri, akhirnya dia merasa lebih baik dan sudah bisa terjun ke dalam perusahaan. Melihat kondisi Mamanya yang mulai membaik, Zana memutuskan untuk kembali ke Singapura. Kedua orang tua Zana dan adiknya Rei mengantarkan dirinya ke Bandara.
“Pa, jagain Mama ya! Jangan biarin Mama menangis lagi,” Tristan tersenyum dan menaikkan kedua jempolnya.
“Iya, sekarang Mama kaya anak kecil buat Kaka.” Putri memeluk erat anaknya dan mencium keningnya.
“Ka, kamu jaga kesehatan. Perhatikan makan, jangan sampai telat! Dan juga segera periksakan ke Dokter dan melakukan program kehamilan. Mama ingin sekali segera menimang cucu darimu,”
“Iya Mamaku sayang. Sampai di Singapura aku akan segera melakukan program kehamilan demi Mama,” Keduanya saling melempar senyuman.
Sekali lagi Zana memeluk tubuh Adik dan Papanya. Berat rasanya harus berpisah lagi dengan mereka. Tapi, mengikuti suami itu lebih penting dari segalanya. Zana menarik kopernya, sambil melambaikan tangan pada ketiga orang yang sangat disayanginya.
Tidak terasa air mata Zana menetes di atas pipi. Ini bukan pertama kali untuk dirinya berpisah dengan mereka. Tapi, selalu saja Zana merasa sedih tiap kali dia harus pulang ke Singapura.
Tristan merangkul istrinya dan melangkah menuju mobil mereka. Bukan hanya Zana saja yang menangis, tapi Putri pun menangis setelah anaknya masuk ke dalam Bandara. Dia sengaja menyembunyikan tangisnya agar sang anak pergi tanpa ada beban sedikitpun.
Ma, Pa tunggu Kaka pulang ke Indonesia ya ....
Kaka sangat ingin berkumpul kembali dengan kalian. Tuhan, jaga mereka untukku. Dan lindungi mereka di manapun mereka berada. Pandangan Zana lurus menatap jendela, sambil melihat tumpukan awan yang berada di bawahnya.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Hai-hai kalian yang belum gabung di Grup Chat Author, yuu ... sekarang gabung. Caranya gampang banget, kalian tinggal klik gabung grup di bawah tombol Vote. Kita disana bisa ngobrol-ngobrol syantiiiiik.... ditunggu 😘😘😘
Follow juga IG Author : @Penulis Micin
Jangan lupa juga Like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya ya....
Terimakasih