
Belum sempat Zana bicara, Kenzo langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Zana duduk di sofa kamar, hatinya berdetak dengan kencang karena melihat wajah Kenzo dia pasti sangat marah padanya. Sial ini gara-gara mereka berdua, ucapnya menyesal. Karena mengikuti kedua sahabatnya.
Saat keluar dari kamar mandi Zana dengan cepat menghampiri suaminya dan memeluk tubuhnya. Rasa rindu selama ini hilang dengan seketika. Tapi, pelukannya ditepis oleh Kenzo, dia membalikkan badannya menghadap Zana dengan wajah yang serius. Zana sudah pasrah dan menyiapkan dirinya kalau suaminya akan marah padanya.
"Jadi selama aku pergi kamu kelakuannya kaya gini? kamu harusnya inget kalau kamu sudah menjadi seorang istri jangan seenaknya melakukan hal sesukamu. asal kamu tahu, Bunda dari tadi khawatir menunggu kamu pulang. Aku benar-benar kecewa sama kamu, Zan!!" mendengar kekecewaan suaminya Zana meneteskan air matanya.
"Maafin aku yank!" ucapnya pelan.
Kenzo yang tidak bisa melihat istrinya menangis langsung memeluk tubuhnya. Bukannya berhenti, tangis Zana semakin menjadi, dia benar-benar merasa bersalah.
"Maafin aku sayang sudah membentakmu!" Zana menggelengkan kepalanya.
"Aku yang harus minta maaf, maafin aku yank aku salah. Tapi, ini pertama kalinya kok habisnya kamu seharian ga ada kabar jadi Icha sama Keysa yang melihat aku sedih mengajak aku belanja dan pulangnya pergi ke tempat karaoke, jadi aku lupa waktu." Kenzo melepaskan pelukannya menatap wajah istrinya yang di basahi oleh air mata. dia mengelapnya dan mencium kening istrinya.
"Jangan diulangi ya sayang! Kali ini aku maafkan, tapi lain kali aku tidak akan mendengar alasan apapun." Zana mengangguk, dia langsung mencium lembut bibir suaminya. Mendapat serangan yang mendadak membuat Kenzo lebih bergairah, dia membalas ciuman istrinya dan mendorong tubuhnya sehingga jatuh di atas kasur.
"Yank, aku mau mandi dulu," bisik Zana.
"Ga perlu, aku sudah tidak tahan." ucapnya melanjutkan aksinya. Kenzo meluapkan rasa rindunya setelah tiga hari tidak bertemu dengan sang istri. Setelah melakukan kewajibannya Zana membersihkan dirinya karena badannya yang lengket setelah seharian beraktivitas di luar.
"Belum tidur?" tanyanya pada Kenzo yang masih menunggu dirinya sambil menonton acara tv saat dirinya keluar dari kamar mandi.
"Belum, nungguin kamu," Kenzo memeluk tubuh istrinya manja.
"... Kamu menghabiskan uang berapa dengan belanjaan sebanyak itu?" mata Kenzo tertuju pada tumpukan paper bag yang ada di atas sofa. Zana tersenyum tanpa dosa dan dengan melihatnya Kenzo sudah tau jawaban dari sang istri.
"Bisa ga sayang, kamu hilangin sedikit aja kebiasaan buruk kamu kalau belanja?" mendengar itu Zana langsung melepaskan pelukannya menatap sinis suaminya.
"Kok ngomongnya gitu?"
"Bukannya ngelarang, kamu kan masih banyak pakaian yang layak pakai, ingat se......"
"Sekarang aku seorang istri, iya-iya aku ngerti kalau istri harus nurutin suaminya" ucapnya kesal. Kenzo kembali menarik tubuh istrinya masuk dalam pelukannya.
"Aku gemes banget sama kamu tau ga." ucapnya sambil mencubit hidung mancungnya.
***♥️♥️***
Hari ini ingin rasanya Zana tidak pergi kuliah, karena dirinya masih ingin meluapkan rasa rindunya, tapi ujian menanti dirinya dan membuat nya terpaksa untuk pergi.
"Bunda, maafin Zana!" ucapnya menghampiri sang bunda yang sedang menyiapkan sarapan di dapur. Sarah tersenyum menghampiri nya dan membelai rambut panjangnya.
"Ga apa-apa sayang, Bunda ngerti kok kamu masih muda, tapi lain kali kamu harus lebih hati-hati lagi ya, karena sekarang kamu juga sudah menjadi tanggung jawab Bunda, Ayah dan Abang. gimana semalam, Abang ga marah kan sama kamu?"
"Iyaa Bun, Zana menyesal. marah sih Bun, tapi Bunda tau sendiri laki-laki," ucapnya mengundang tawa keduanya.
Zana pun membantu mertuanya memasak menyiapkan sarapan untuk para suami. Dia benar-benar bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga ini, karena mereka sangat menyayangi dirinya. Setelah semua makanan ditata di atas meja, Zana masuk ke kamarnya untuk membangunkan Kenzo yang masih terlelap.
"Sayang bangun, sarapan yu!" bukannya membuka matanya, Kenzo malah menarik Zana ke dalam pelukannya. Matanya yang masih tertutup berulang kali memberikan kecupan pada istrinya.
"Iiiiih bukannya bangun!" ucapnya sambil memukul dada suaminya.
"Katanya nyuruh sarapan, nih aku lagi sarapan," Kenzo kembali mengecup bibir istrinya. Zana tersenyum dan menyambut ciuman sang suami.
"Mandi yu!" ajak Kenzo.
"Udah mandi, masa mandi lagi?"
Semua sudah berkumpul di meja makan menyantap makanan yang sebelumnya sudah di siapkan oleh kedua wanita cantik di rumah itu.
"Kak, ujiannya kapan beres?" tanya ayah mertuanya saat semuanya selesai menyantap makanan.
"Besok, Yah,"
"Ayah sama Bunda belum kasih hadiah pernikahan untuk kalian berdua. Dan ini hadiah ayah dan bunda," ucapnya sambil memberikan amplop putih di atas meja. Zana menerimanya dan membuka amplop putih tersebut. Kenzo yang melihatnya tersenyum begitu juga dengan Zana. Keduanya mendapat paket honeymoon ke Jepang dari sang ayah.
"Makasih yah, Zana suka,"
"Sebelum kalian pergi ke Singapura, lebih baik kalian honeymoon dulu,"
"Ayah pengertian banget sih sama anaknya, Ayah memang is the best," ucap Kenzo.
"Ayah juga pernah merasakan seperti kalian dan ini memang momen yang paling Ayah tunggu dulu setelah menikah. Makanya dari itu Ayah sama Bunda juga ikut honeymoon sama kalian, taraaaaaa ...." Rangga mengeluarkan dua tiket yang sama seperti milik mereka berdua. Bibir Kenzo yang tadinya lebar kembali ke posisi semula. Para wanita hanya menertawakan kelakuan sang ayah yang mengerjai anak tunggalnya itu.
"Bener-bener ya Ayah, ga bisa gitu ga ngerjain Abang? Kenapa harus ngintilin Abang segala sih? Seneng banget liat anaknya menderita." kesal Kenzo.
"Siapa yang mau ngintilin kamu sih Bang? Ayah juga kan mau bulan madu sama bunda, mau ngasih kamu dedek." canda Rangga yang mendapat cubitan dari sang istri.
"Kalau ngomong jangan ngasal, kalau kejadian gimana?" ucap Sarah yang sedikit emosi.
"Tau nih ayah, kan ga lucu Abang punya adik dan anak secara bersamaan." Zana yang mendengar tertawa.
"Kok, ketawa sih, yank?"
"Habisnya lucu aja ngebayanginnya." begitulah suasana keluarga Kenzo walaupun mereka keluarga kecil, tapi di dalamnya penuh dengan kehangatan. Rangga yang selalu membuat anaknya kesal menjadi penghangat suasana.
Zana pamit pada keduanya dan Kenzo menyiapkan mobilnya untuk mengantarkan istrinya.
"Kita ga usah pergi ke Jepang yank, ayah emang rese banget."
"Kok rese? Seru kali sayang kita liburan bareng."
"Cih, bukan Honeymoon namanya kalau Ayah ikut, kamu tau 'kan jahilnya Ayah sama aku gimana?"
"Aku senang malah liat kamu dijailin sama Ayah,"
"Seneng banget sih liat suaminya menderita." Zana tersenyum gemas melihat suaminya.
Sampai di kampus, Icha yang sudah menunggu keduanya langsung menghampiri mereka saat melihat mobil sport biru itu masuk ke dalam kampus. Dia yang mendapat cerita dari Zana merasa bersalah dan langsung meminta maaf pada Kenzo, karena dialah yang mengajak Zana untuk keluar malam itu. Mendengar penjelasan dari sahabat istrinya, Kenzo memaafkan dirinya dan berharap ini tidak akan terulang kembali.
.
.
.
.
~Bersambung
jangan lupa like dan komen yaaaa cu 😘
Vote sebanyak-banyaknya ya..