
Hujan turun sangat lebat sore itu, Aldo terlihat sedang asik ngobrol dengan ayah putri di ruang tamu, sedangkan ibu putri kembali ke dapur untuk menyiapkan menu makan malam, sedangkan putri sendiri sudah selesai mandi terus di lanjutkan dengan mempersiapkan kebutuhan untuk keberangkatan ke Bali besuk pagi,,
"Thing,, satu pesan masuk dari Hp Aldo, dilihatnya ternyata pesan dari putri," putri,? ¿ada ada aja, aku kan masih di sini, ngapain juga dia ngirim pesan "(ucap Aldo dalam hati) di bacanya pesan dari putri tersebut,
" persiapan untuk besuk pagi sudah beres pak" (ucap putri) "maksutnya" (gumam Aldo sambil mengerutkan dahinya)
" terus,,? " (balas Aldo singkat)
" lho,, kan bapak tadi siang bilang kalau mau minta ijin ke orang tua putri masalah keberangkatan saya ke Bali besuk, lagian ini kan sudah malam juga pak, saya mau istirahat lebih awal, supaya besuk gak loyo saat perjalanan,, hehehe"
"ngusir nih ceritanya" (balas Aldo)
"aduh,, bukan ngusir pak, tapi kan besuk saya mau berangkat ke Bali, perjalanan jauh lho Pak, saya harus bener bener jaga kesehatan juga, takutnya kalau kecapek an gara gara tidurnya kemaleman malah gak bisa kerja besuknya 🙏"
"iya iya,, tapi kamu sini dong, ikut ngobrol di sini" (balas Aldo)
"iya pak" (jawab putri singkat)..
Tak lama kemudian ibu putri datang dengan membawa pisang goreng hangat di atas piring, di susulnya putri dari arah belakang dengan mengenakan piyama panjang bergambar doraemon dengan rambut terikat yang terlihat menggemaskan,
"ini tante buatin pisang goreng, dingin dingin gini enaknya makan yang anget anget, silahkan di cicipi nak Aldo" (ucap ibu putri sambil meletakan sepiring pisang goreng di atas meja)
"Papa gak di tawarin nih" (saut ayah putri terlihat cemberut sambil mengangkat sebelah alis matanya)
"kalau papa mah gak usah di tawarin juga pasti langsung nyomot" (ucap ibu sambil menarik kumis ayah putri)
"uwaduuuhhh,, jangan di tarikin terus to bu, ntar rontok kumis papa" (teriak ayah putri sambil mengusap usap kumisnya).. Aldo kembali tersenyum melihat interaksi keduanya tersebut, sesaat sebelum ibu putri kembali ke dapur, putri menahan ibunya untuk ikut duduk di ruang tamu bersama,,
"Bapak, ibu,, ada yang mau putri omongin (ucap putri dengan agak ragu)
"ada apa put, ada masalah apa, cerita sama ibu" (ucap ibu putri dengan tatapan tajam ke arah putri)
"sebentar to bu,, sabar, biarkan putri ngomong dulu" (saut ayah putri mencoba menenangkan istrinya yang sudah terlihat tidak sabar menunggu apa yang akan putri bicarakan)
"om, tante maaf kalau saya lancang, kalau boleh biar saya saja yang menjelaskan apa yang ingin putri sampaikan kepada om dan tante" (ucap Aldo memecah ketegangan keluarga putri saat itu),, mendengar ucapan dari Aldo tersebut malah semakin membuat ibu putri panik,
"silahkan nak Aldo, bapa dan ibu akan mendengarkan" (jawab Ayah putri)
"begini om, dan tante, sebenarnya kedatangan saya kesini untuk meminta ijin kepada om dan tante tentang rencana keberangkatan putri besuk pagi ke Bali",
"ke Bali,,? untuk apa" (ucap ayah putri cepat)
"begini om, sebelumnya akan saya jelaskan dulu, jadi dalam rangka memperkenalkan produk kita di masyarakat luas, dan untuk menambah kantor cabang baru, dari kantor akan mengirimkan 2 orang sebagai perwakilan untuk membuka Stand di Bali, dan setelah di putuskan Putri lah salah satu yang terpilih untuk mewakili kantor dalam mempromosikan produk kita di Bali, lebih tepatnya hanya putri dan risqi yang cocok untuk tugas ini (jelas Aldo mencoba memberi pengertian kepada kedua orang tua putri),, terlihat Ayah putri hanya mengangguk anggukan kepalanya sambil menikmati pisang goreng di meja, seperti mulai bisa menerima kejelasan dari Aldo tersebut,,
"terus,, siapa itu risqi nak? Perempuan atau laki laki, terus besuk putri tidurnya dimana, makan nya" (ucap ibu putri terlihat cemas) wajar saja, putri adalah anak satu satunya yang mereka miliki, selama ini belum pernah pergi jauh dari rumah, sebagai seorang Ibu tentunya akan sangat mencemaskan anaknya tersebut,
"ibu tenang dulu, biarkan nak Aldo menjelaskanya" (ucap Ayah putri mencoba menenangkan hati istrinya tetsebut),, berbeda dengan ibu putri, ayah putri terlihat lebih tenang saat mendengar penjelasan dari Aldo tersebut, ternyata tidak se posesif yang Aldo kira selama ini, bahkan menurutnya, Ayah putri adalah orang yang sangat bijak dalam menyikapi suatu masalah,,
"begini ibu, besuk rencananya putri akan berangkat ke Bali jam 8 pagi, dan kemungkinan putri akan di Bali selama satu minggu, putri di Bali gak sendirian kok, ada mas. Risqi juga, dan tentunya ada banyak lagi nanti teman teman putri dari kantor cabang lain, ibu gak usah kuatir ya, untuk makan, tidur dan lain lain semua juga sudah di siapkan dari kantor putri" (ucap putri sambil menggenggam tangan ibunya),, mendengar ucapan dari putri tersebut membuat Ibu putri merasa sedikit lebih tenang, meskipun dalam hati masih terasa berat untuk melepaskan anak semata wayangnya itu untuk pergi ke Bali besuk, apalagi sampai berhari hari dengan seorang laki laki yang belum ia tau bagaimana orangnya,,
"bagaimana pa" (tanya ibu putri sambil memandang ke arah suaminya tersebut)
"ya bagaimana lagi, meski sebenarnya berat, tapi anak kita kan ke Bali untuk kerja bu', itu adalah tugas yang harus putri kerjakan, seharusnya kita malah bangga, karena dari sekian banyak nya karyawan di kantor, anak kitalah yang di percaya untuk mengemban tugas ini (terang ayah putri),, mendengar ucapan dari suaminya tersebut, ibu putri hanya terdiam sambil sesekali menghela nafas dalam dan memandang ke arah putri,,
"kamu harus jaga diri baik baik ya put, jangan lupa makan, sholat, jangan sampai kecapek an, jangan sampai lupa waktu, setelah sampai di Bali besuk langsung beri kabar ibu dan juga bapak" (ucap ibu putri sambil membelai rambut anaknya tersebut),,
"om dan tante tidak usah kuatir, besuk risqi yang akan menjaga putri selama di Bali, saudara saya yang satu ini mungkin agak slengek an orang nya, tapi sebenarnya dia adalah orang yang baik, saya jamin putri akan baik baik saja selama di Bali, dan untuk masalah tempat tinggal, makan, dan lain lain sudah di siapkan dari kantor, sama seperti yang putri jelaskan sebelumnya" (terang Aldo),, ayah dan ibu putri menghelas nafas lega mendengar ucapan dari Aldo tersebut, dia pun segera menghabiskan jeruk hangatnya untuk segera pulang, karena putri juga harus segera istirahat untuk persiapan perjalan besuk,,