
setelah bel berbunyi Zana dengan cepat keluar dari kelas pamit pada kedua sahabatnya. Aji dan Keysa merasa ada yang aneh dengan sahabat mereka. Zana sengaja agar tidak bertemu dengan Kenzo, dia masih merasa kesal dengannya, tapi tidak sesuai yang Zana pikirkan, dia ingin cepat keluar dari kelas agar menghindari Kenzo tapi semua itu salah, Kenzo lebih dulu sampai di parkiran, dia sedang menunggu Zana menyenderkan tubuhnya di mobil Zana sambil memainkan ponselnya, Zana menarik nafas dalam karena dia harus siap berdebat lagi dengannya.
Kenzo langsung mengambil kunci mobil yang ada di tangan kekasihnya, lalu merangkulnya menuju pintu mobil sebelah kiri, dia membukakan pintu buat Zana membuat Zana heran dengan tingkah lakunya.
lalu Kenzo masuk kedalam mobil, Zana masih belum mengeluarkan sepatah katapun, Kenzo memasangkan sabuk pengaman untuknya, kedua mata mereka saling pandang Kenzo melemparkan senyumannya tapi tidak dengan Zana dia hanya terdiam heran. setelah itu Kenzo menjalankan mobilnya tanpa bicara sedikit pun.
"maksudnya ini apa?" kata Zana yang mulai mengeluarkan suara
"ga ada maksud apa-apa" jawabnya santai
"sekarang kita mau kemana tuan putri" ucapnya
"ga lucu Ken, kenapa kamu naik mobil aku, motor kamu gimana?"
"sama Galen" jawaban singkat dan terus melajukan mobil entah dia akan membawa Zana kemana
"Ken sebenarnya ini kemana?" Zana baru menyadari mobil itu melaju kearah yang berbeda dari rumah dan tempat lesnya. Kenzo meraih tangannya dan menciumnya membuat Zana semakin aneh dengannya dia ingin menarik tangannya tapi genggaman Kenzo semakin erat membuatnya menyerah
"maafkan aku ya sayang" ucapnya membuat Zana mengerutkan dahinya tidak mengerti
"maaf buat apa?"
"maaf selama beberapa bulan ini selalu egois tidak mengerti perasaan mu" ingin rasanya dia tersenyum karena bahagia tapi Zana lebih mementingkan egonya menahan rasa bahagianya
"baru sadar? kemaren kemana aja?" katanya yang masih menahan senyumannya
"iya aku tau aku salah, maaf ya cantik makanya sekarang aku mau ajak pacar aku yang paling cantik ini kencan"
"les aku gimana?"
"udah jangan dulu pikirkan apapun itu, yang boleh kamu pikirkan itu sekarang cuma aku, oia aku tadi sudah nelepon mama dan bunda kalau hari ini kita akan pulang terlambat"
"emang kita mau kemana sih yank" Kenzo hanya tersenyum membuatnya semakin penasaran.
di tengah perjalanan Kenzo membelokan mobilnya ke rest area, di mengajak Zana turun untuk membeli pakaian ganti dan beberapa cemilan untuk di makan di mobil, Zana masih saja penasaran dan berulang kali menanyakan kemana mereka akan pergi tapi Kenzo tetap tidak menjawabnya.
kedua nya selesai mengganti pakaian, sebelum melanjutkan perjalanan Kenzo mengajak Zana untuk makan terlebih dahulu. setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
setelah 2 jam perjalanan akhirnya mereka sampai, Kenzo mengajak Zana ke puncak Bogor karena dari dulu Zana sangat ingin pergi kencan disana. Zana tersenyum saat turun dari mobil melihat hamparan kebun teh yang sangat luas.
"suka" kata Kenzo yang memeluk tubuhnya dari belakang Zana mengangguk sambil tersenyum.
mereka pun memesan jagung bakar yang ada di pinggir jalan tempat mereka memarkirkan mobil. Kenzo kembali ke mobil mengambil jaket karena udara yang memang mulai dingin karena hari sudah mulai sore dan memakaikannya pada kekasihnya
Zana sangat menikmati jagung bakar yang ada di tangannya.
"mau masuk kesana ga?" ucap Kenzo menunjukan kebun teh yang ada di belakang mereka, Zana mengangguk karena dia sangat ingin masuk kesana.
"mang kita masuk kesana boleh?" tanya Kenzo pada penjual Jagung bakar
"mangga den boleh masuk aja" jawabnya dengan ciri khas bahasa Sunda
Kenzo pun menarik tangan Zana dan berjalan masuk ke dalam. Zana mengambil beberapa foto dirinya dan juga Kenzo.
"Zan maafkan aku ya" ucapnya lagi
"kan tadi udah minta maaf" katanya yang masih asik memotret pemandangan sekitar. Kenzo menarik wajahnya sampai mereka berdua berhadapan
"Zan ijinkan aku untuk memiliki hatimu sepenuhnya" katanya dengan wajah serius. Zana diam kaget dengan apa yang di ucapkan Kenzo.
"...sebentar lagi kita akan tunangan kamu ga lupa kan?" ucapnya, memang Zana benar-benar lupa dengan rencana kedua orang tuanya
"emm...kamu beneran serius sama aku?" tanya Zana
"ga kok, cuma aku takut aja hati kamu suatu saat akan berubah, mungkin saat kamu bertemu wanita yang lebih cantik dan muda dari pada aku" Kenzo tertawa mendengar apa yang di katakan Zana, dia mengacak-acak rambutnya dan merangkulnya kembali ke mobil karena hari yang semakin gelap.
"kenapa ketawa emang yang lucu" katanya kesal
"sayang aku suka sama kamu bukan baru kemaren tapi dari kecil, kamunya aja yang ga pernah melihat" Zana tersenyum mendengarnya merekapun kembali dan masuk ke dalam mobil.
mereka memutuskan untuk pulang ke Jakarta karena hari sudah malam.
"sayang berhenti dulu sebentar" kata Zana dan keluar dari mobil
"kenapa?" Kenzo pun menyusulnya
"aku ingin melihat sebentar ini" katanya sambil memotret suasana malam yang penuh dengan bintang dan lampu-lampu penduduk yang berada dibawah, Karena mereka sekarang sedang berada di atas bukit.
Kenzo meraih ponselnya karena sejak tadi bergetar.
"halo yah"
"kamu dimana? jangan malem-malem bawa anak gadis orang" kata Rangga disebrang sana
"ini lagi di jalan pulang yah"
"oke kalau begitu jaga Zana ya"
"oke yah"
"siapa yank?"
"ayah nyuruh kita cepet pulang, pulang sekarang yu" ajak Kenzo
akhirnya mereka sampai di rumah Zana.
"yank bangun udah sampai" perlahan Kenzo membangunkan Zana
keduanya pun masuk kedalam betapa kaget keduanya melihat Rangga dan Tristan yang sedang duduk di ruang tamu menunggu keduanya
"ayah, papa" ucap keduanya
"ga liat ini jam berapa?" tanya Tristan pada keduanya. memang waktu sudah menunjukan waktu 10 malam. kedua papa muda itu sangat khawatir dengan anak mereka
"maafin Ken yah, pah tadi di jalan sangat macet" katanya menyesal menunduk
"emang kalian habis dari mana?" tanya Rangga
"puncak" jawab keduanya dengan pelan
"apaaa???" Rangga dan Tristan kaget mendengarnya
"Ken kamu tau kan kamu belum punya SIM" teriak Rangga yang mulai emosi Kenzo hanya mengangguk.
"udah-udah namanya juga anak muda, Zana kamu masuk tidur dan Kenzo kamu tidur di kamar Rei ya" ucap Putri yang baru datang dan keduanya pun menuruti apa yang di perintahkan nya
"sayang aku belum beres bicara pada mereka" ucap Tristan
"udah kita istirahat aja ya interogasinya lanjut besok" ucap Sarah, Sarah dan Putri saling tatap dan tersenyum.
Sarah dan Rangga memang memutuskan untuk menginap di rumah sahabatnya itu. para suami pun pasrah dengan perintah istri mereka.
TERIMAKASIH SUDAH MENDUKUNG AUTHOR
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA