Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
RESTU??



Bapak dari Rangga itu hanya terdiam. Kenzo dan ayahnya harap-harap cemas mendengar jawaban darinya. sebenarnya Rangga tidak masalah dengan itu tapi ini bukan menjadi keputusan dia melainkan bapaknya. ibu dan Sarah yang baru saja datang merasa aneh dengan suasana yang terlihat sangat serius. Sarah menyimpan teh yang di buatnya di atas meja dan duduk di samping suaminya.


"Bang kamu kan masih muda saran kakek raihlah cita-cita mu dulu jangan dulu pikirkan pernikahan" deg perkataan kakeknya mewakili jawaban yang sedang di tunggunya sejak tadi. ya, sudah bisa di pastikan kalau kakeknya tidak setuju.


Kenzo menarik nafas dalam menundukkan kepalanya.


"apa kalian sudah makan?" tanya ibu yang memecahkan suasana yang mulai terlihat menegang


"sudah bu tadi di rumah om Rio" Sarah menjawab


"jadi bapak tidak menyetujui pernikahan abang?" tanya Rangga, sebenarnya dia takut menanyakan itu tapi melihat anaknya dia memberanikan diri.


"bapak setuju-setuju aja, tapi apa tidak terlalu muda untuk menikah di usia 18 tahun, dia itu laki-laki dan dia harus bertanggung jawab sama istri dan anaknya. apa kamu sanggup untuk itu?" Kenzo mengangkat kepalanya


"Abang siap Kek, dan sejak dulu abang sudah mempersiapkan diri abang"


"punya istri itu ga gampang apalagi nanti sudah punya anak, masalahnya kamu itu bawa anak orang"lanjutnya lagi


"kakek tenang aja abang akan bertanggung jawab dengan keputusan abang"


"ya kalau kamunya maksa begini mana bisa kakek tidak setuju" Kenzo tersenyum lebar dan langsung memeluk kakek kesayangannya. Rangga dan Sarah melihatnya ikut merasakan kebahagiaan.


***♥️♥️♥️***


Sepeti yang di janjikan Kenzo, dia malam hari pergi ke rumah Zana.


"malam ma, pa" sapa Kenzo pada kedua orang tua Zana


"malam sayang, bagaimana kamu sudah mendapatkan restu dari kakek?" tanya Putri, Kenzo tersenyum menaikkan kedua jempolnya.


"kapan kamu mau bilang sama Zana? kamu kan selesai ujian 2 minggu lagi?" lanjutnya


"rencananya 3 hari kedepan mah pas hari tenang. oia mah, pah Kenzo sudah memesan WO untuk pernikahan nanti kebetulan orang tua Galen mempunyai bisnis WO yang memang cukup terkenal, jadi kita tau beres aja"


"wah bagus donk, berarti tinggal cari baju sama cincin nya ya"


"iya mah"


"tapi yang paling penting kamu di terima ga sama Zana" canda Tristan


"diterima apa nih?" tanya Zana yang baru saja turun. untungnya dia datang di saat momen yang tepat setelah selesai membicarakan pernikahan. ketiganya saling bertatap mata karena sedikitnya mereka kaget dengan kedatangan Zana yang tiba-tiba


"di terima di universitas Nanyang sayang" jawab Kenzo.


"oh...." tiba-tiba Zana menjadi melas mendengar kata-kata itu


"tadi dari mana aja?" tanya Zana


"habis mempersiapkan keperluan aku yank, kan 2 minggu lagi aku berangkat" Zana hanya tertunduk diam sambil memainkan kedua jarinya.


"...yank, kenapa diem?"


"ga kerasa kamu udah mau berangkat lagi, aku kan jadi sedih" ucapnya dengan nada yang lemas


"ya udah biar ga sedih ikut aja yuuu"


"iiih kamu yaa malah becanda"


"serius sayang" Zana menatap tajam mata Kenzo


"...loh kenapa?emang ada yang salah kalau kamu ikut?"


"ya kali aku pergi kesana dengan alasan ga mau jauh dari kamu. lahi pula aku sudah membiasakan hati ini kok buat jauh dari kamu, walaupun sangat berat" Kenzo tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Zana. setelah ngobrol dan berbagi cerita tidak terasa waktu sudah menunjukan jam 10 malam dan Kenzo pun pamit pulang.


**SEKOLAH**


hari ini tumben-tumbenan Kenzo mengumpulkan semua sahabatnya di taman dekat sekolah. sebelum Ujian Nasional Kenzo meminta bantuan pada kelima sahabatnya untuk membantunya membuat kejutan lamaran. sebenarnya Kenzo ingin melamarnya pada hari ujian selesai tapi itu tidak mungkin karena terlalu mepet dengan hari pernikahan. Jadi Kenzo memilih untuk melamar Zana pada hari libur masa tenang sebelum ujian.


Kelima sahabatnya sangat senang mendengar rencana Kenzo yang akan meminang Zana. mereka tidak menyangka kalau keduanya akan menikah muda juga seperti kedua orang tua Zana. step by step Kenzo jelaskan bagaimana rencananya dan kelimanya hanya menyimak sesekali mengangguk mendengarnya.


Deal, akhirnya sebuah rencana pun sudah tersusun. Gian, Kia dan Zacky yang lebih terjun untuk mempersiapkan semuanya karena Galen dan Yuri pasti sama sibuknya seperti Kenzo untuk persiapan ujian nasional.


sepulang sekolah Kenzo menunggu yang lainnya di parkiran karena hari ini mereka akan pergi membeli cincin dan persiapan lainnya. sebelumnya memang Kenzo bilang pada Zana kalau hari ini dia tidak bisa berangkat dengannya, dan membawa kendaraannya sendiri, Zana pun menyetujuinya karena memang dirinya juga hari ini ada jam kuliah sampai sore.


sesampai di mall mereka terlebih dahulu pergi ke toko perhiasan untuk mencari cincin perkawinan. para wanita membantu Kenzo memilih cincin yang pasti akan di sukai oleh Zana. setelah hampir 1 jam memilih akhirnya pilihan Kenzo tertuju pada sepasang cincin berlian yang bisa digambarkan mahkota seorang raja dan ratu.



setelah mendapatkan cincin mereka pun mencari kembali bahan-bahan yang dibutuhkan untuk lamaran.


kira-kira seperti apa ya kejutan lamaran Kenzo pada Zana???


nantikan di bab selanjutnyaaaa..... hehe


🤵👰


jangan lupa untuk like dan komen yaaa


terimakasih.....