Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Baby Gael



Suara isakan tangis Kenzo membuat Zana tersadar. Dia membuka matanya perlahan dan melihat suaminya yang sedang merunduk menangis.


“Sayang ....” suara pelan Zana memangil suaminya. Kenzo yang mendengarnya langsung mengangkat wajahnya dan berdiri mendekat ke wajah istrinya.


Zana tersenyum, Kenzo pun langsung mencium kening sang istrin, ”Sayang, terimakasih kamu sudah melahirkan anak kita dengan selamat. Maafkan aku yang tidak bisa ada di sisi kamu,” ucap Kenzo sambil mengusap lembut wajah cantik Zana.


“Enggak apa-apa, Sayang. Semua juga berkat doamu. Sayang, anak kita mana?” Tanya Zana yang tidak melihat keberadaan bayinya.


“Masih di ruangan bayi, Sayang. Mungkin sebentar lagi akan dibawa ke sini. Oia ... dia sangat mirip denganmu. Mungkin dia membenci ayahnya sampai-sampai tidak ada sedikit pun wajahku yang mirip dengannya,” keluh Kenzo membuat istrinya tertawa.


“Iya, dia sangat membenci ayahnya yang usil. Sayang, walaupun dia tidak mirip denganmu, tapi dia itu 'kan hasil benih darimu,” canda Zana membuat Kenzo tersenyum malu.


Kedua orang tua Zana dan Kenzo memasuki ruangan. Sarah dan Rangga sangat kaget ketika mendengar kabar menantunya sudah melahirkan. Soalnya yang mereka tahu, Kenzo tadi malam giliran jaga untuk menjaga Gian.


Tidak lama dari kedatangan para orang tua, suster pun membawa buah hati dari Zana dan Kenzo. Saat suster meletakkan bayi laki-laki itu di samping ibunya, Zana langsung meneskan air matanya untuk kedua kalinya. Tidak menyangka diusia yang masih sangat muda Zana bisa memiliki seorang anak.


Kenzo pun ikut memeluk istri dan anaknya. Berulang kali dia mencium kening sang istri, menggambarkan betapa dia sangat menyayangi dna bersyukur memiliki istri seperti dia. Kenzo mengusap pipi lembut anaknya yang masih tertidur pulas. Putri, Tristan, Rangga dan Sarah yang melihat anak mereka pun ikut terharu. Akhirnya mereka mempunyai seorang cucu.


Sesuai dengan janji Kenzo pada Alm. Rio ayah dari Putri, cicit pertama dia harus memakai nama belakang dengan menggunakan nama keluarga Agatha. Dan Kenzo pun sudah menyiapkan nama yanh bagus untuk anak laki-lakinya. Nama bayi kecil itu adalah 'Gael Ivander Agatha'.


Dalam bahasa Perancis, nama Gael adalah kependekan dari nama Judicael yang berarti 'pemimpin dermawan'. Gael juga bisa sering diasosiasikan dengan nama Gwenael atau Gwenn yang berarti 'murni' atau 'putih'. Sedangkan Ivander artinya adalah laki-laki yang terbaik. Kenzo berharap anaknya kelak menjadi pemimpin yang dermawan dan juga laki-laki yang terbaik dari semua laki-laki yang ada. Nama seorang anak memang adalah doa dari kedua orang tuanya.


Mendengar kelahiran cucu pertama dari Putri dan Tristan membuat kebahagiaan bagi semua keluarga dan sahabat mereka. Disisi lain Raffa dan Rani masih meratapi Gian yang belum saja sadar dari komanya. Mereka berharap Tuhan mendengar doa- doa semua orang untuk anaknya.


Kia berencana untuk ke rumah sakit menghampiri kekasihnya. Mendengar kabar dari Kenzo, dia lebih dulu menjenguk Zana untuk melihat keponakan barunya. Sampai di ruangan Zana, setelah mencuci kedua tangannya Kia langsung meminta Zana untuk menggendong buah hatinya. Zana mengangguk tersenyum dan memberikan baby Gael padanya.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Bela ibundanya.


”Entah kenapa Mi, aku melihat Gael langsung mengingat Gian. Hatiku merasa sakit, Mi,” ucapnya sambil terisak. Bela dan Putri yang langsung menghampirinya memeluk Kia.


Kia pun memberikan kembali Gael pada ibunya. Lalu Bela menuntun anaknya untuk duduk terlebih dahulu.


“Kamu tenang aja Sayang, Gian sebentar lagi akan sadar dan akan berkumpul kembali dengan kita semua,” ucap Putri menenangkan anak dari sahabatnya itu. Sambil mengusap air matanya, Kia tersenyum mengangguk.


Tidah bisa dibohongi, kalau dirinya saat ini merasakan dada yang sangat sesak. 'Perasaan aneh apa ini, Tuhan,' gumam Kia. Dia berharap perasaan aneh yang dirasanya saat ini tidak ada sangkut pautnya dengan semuanya.


.


.


.


.


.


~Bersambung~