
Sampai di kediaman Erina, Galen langsung masuk ke dalam untuk menjemput kekasihnya. Erina sudah siap menunggu kekasihnya datang, karena sebelum Galen menjemput Erina, Galen sudah memberitahukannya. Melihat kekasihnya datang, Erina langsung menghampirinya sambil tersenyum. Keduanya pun pamit pada orang tua Erina.
“Kak, ga apa-apa kalau aku ikut gabung?”
“Ga apa-apa donk sayang, kamu 'kan pacar aku.” jawabnya sambil tersenyum.
Selama perjalanan Galen terus menggenggam tangan kekasihnya. Hubungan dia dan Erina sudah berjalan dua bulan terakhir ini. Keduanya benar-benar sedang dimabuk cinta. Sesampai di rumah Zacky dan Yuri, mereka pun langsung masuk ke dalam. Keempat orang yang ada di sana menganga kaget saat melihat Galen datang bersama Erina sepupu dari Zana.
“Len, maksud lo cewek lo itu dia?” tanya Yuri dengan wajah yang masih kaget. Galen menggengam tangan Erina dan mengangkatnya, menunjukan pada mereka. Erina tertunduk malu dengan kelakuan kekasihnya.
“Waaah ... parah, selama ini lo sembunyiin dari kita? udah berapa lama kalian pacaran?” lanjut Zacky.
“Sorry ... sorry, gue ga maksud. Kita udah dua bulan,” jawabnya. Keempat sahabatnya tercengang mendengar jawaban dari Galen. Keduanya pun bergabung dengan mereka.
“Sini, Er!” ajak Kia pada Erina. Dia pun duduk di samping Kia.
Tawa pecah saat mereka mendengar perjuangan Galen mengejar cintanya. Erina yang mendengarnya pun ikut tertawa malu-malu. Zana yang mendengar kabar mengejutkan ini langsung menelpon mereka. Tidak lupa keduanya memberikan selamat pada keduanya yang sudah menjadi sepasang kekasih.
“Sampe lo sakitin sepupu gue, liat aja Len seumur hidup lo bakal menderita!” ancam Zana kembali mengundang tawa semuanya.
“Mana berani gue Zan, gue udah cinta mati sama Erina,” sambil tersenyum Galen melirik genit ke arah Erina dan itu berhasil membuat Erina tertunduk malu.
“Terus kabar cewek yang deket sama lo di kampus gimana Len?” canda Gian yang ingin melihat sahabatnya mati kutu di depan kekasihnya. Erina menatap sinis ke arah Galen dan membuat dia benar-benar terlihat gerogi. Keempat sahabatnya tertawa melihat Wajah Galen yang panik.
“Apaan sih, mana ada cewe yang deket sama gue. Lo jangan ngarang donk, kalau Erina salah paham gimana?” Galen langsung pindah duduk di sebelah kekasihnya.
“Yank, ga usah dengerin Gian. Dia rese orangnya,” bujuk Galen. Melihat Galen yang sekarang menjadi bucin membuat mereka tertawa geli.
“Er, gue bercanda kok. Gue cuma mau liat aja gimana paniknya Galen,” ucap Gian.
“Rese Lo!!” Erina tertawa melihat kekasihnya yang panik saat mendapatkan lirikan tajam darinya.
Suasana ini sangat jarang sekali mereka dapatkan, karena kesibukan mereka masing-masing di kampus. Kenikmatan berkumpul bersama dengan orang-orang yang dekat dengan mereka menjadi pengobat rindu mereka pada Zana dan Kenzo. Selesai ngobrol dengan Kenzo dan Zana, mereka pun kembali membantu membereskan rumah Zacky dan Yuri, karena memang masih banyak yang harus dibereskan.
**♥️♥️**
Awal-awal kehamilan Sarah tidak ada makan yang bisa masuk ke dalam perut. Berbeda dengan menantunya, Zana sama sekali tidak merasakan apapun saat kehamilan dimasa kehamilan mudanya. Sarah merasakan mabok yang luar biasa saat mengandung anak keduanya. Rangga pun kembali merasakan menjadi seorang ayah yang harus siaga merawat istrinya. Setiap hari Kenzo selalu melakukan VC pada bundanya, karena Sarah yang ngidam untuk selalu melihat anak sulungnya. Zana juga sering berbagi cerita dengan mertuanya tentang kehamilan dirinya.
Kini usia kandungan Sarah sudah memasuki bulan ke lima. Perutnya pun sudah nampak besar. Berbeda dengan kehamilan yang pertama, yang sekarang dia lebih mudah capek dan badannya terasa kaku, mungkin karena dia hamil diusia yang sudah cukup tua. Beruntungnya dia mempunyai suami yang siaga. Apapun yang dibutuhkan istrinya pasti dengan sigap akan di lakukan oleh Rangga.
Hari ini rencananya para sahabat keduanya akan bermain ke rumahnya. Karena kesibukan Putri yang sudah mulai terjun di kantor membuat mereka jarang berjumpa. Berhubung ini adalah hari weekend, mereka semua memutuskan untuk berkumpul di rumah Sarah.
Satu-persatu sahabat Sarah sudah mulai berdatangan. Sarah menyambutnya dengan sangat bahagia, karena semenjak dirinya hamil, dia tidak pernah bertemu dengan mereka, karena kondisinya yang sangat lemas di trisemester pertama.
“Wah ... Bro, tokcer juga lo,” canda Tristan pada Rangga.
“Gue ga mau kalah sama anak kita, Bro,” timpal Rangga mengundang tawa. Sarah yang mendengarnya merasa malu dengan ucapan suaminya dan dengan seketika langsung mencubit perutnya.
“Aw ... sakit Bun,”
“Makanya, kalau ngomong ga usah ngasal,”
“Orang bener juga,” ucapnya pelan.
Akhirnya mereka pun berkumpul dengan formasi yang lengkap, walaupun tidak bersama anak-anak mereka.
“Kalau ngumpul gini secara jadi muda lagi gue, padahal anak-anak udah pada married,” ucap Romi.
“Kalian berdua enak sebentar lagi punya cucu, gue juga pengen jadi nenek muda,” ucap Bela membuat semuanya melirik ke arah Raffa dan Rani.
“Kok, pada ngeliatin kita sih?” heran Raffa.
“Ga peka banget sih lo jadi orang. Bela nunggu anak lo lamar anak dia tuh,” ucap Citra mengundang tawa.
“Oh itu, biarkanlah anak-anak yang menentukan. Kalau Gian siap untuk melamar, gue bakal segera melamar gadis cantiknya lo Bel,” jawab Raffa.
“Gue tunggu....” ucap Bela.
“Ini kok yang ngebet maminya sih?” canda Satya dan semua tertawa.
“Ga nyangka ya, kita pada jadi besan gini. Ga terbayang sebelumnya kalau persahabatan kita berlanjut jadi besan.” ucap Putri kembali mengundang tawa semuanya.
Sudah lama mereka tidak berkumpul seperti ini. Canda tawa meramaikan suasana, hubungan mereka masih seperti disaat mereka dulu muda. Persahabatan yang mereka jalin menjadi ikatan kekeluargaan yang seutuhnya. Tidak ada yang menyangka kalau mereka bisa menjadi besan satu dengan yang lainnya. Dan itu menjadi kenikmatan yang luar biasa untuk mereka.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Jangan lupa Like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya yaaa.....
Aku mau ngasih puisi untuk kalian
Rindu...
Satu kata yang membuat sesaknya dada ini
Kata yang tak pernah lepas akan mengingat dirimu
Kata yang menghantui pikiranku walau tak pernah ingin ku memikirkannya
Ku berharap angin membawa rinduku padanya
Ku berharap Rembulan menyampaikan rasa rinduku dengan sinarnya
Biar kau tau betapa disini ku sangat rindu....
~Wulan😘~