Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Kopi saya mana,,?



Bab XI


Sesaat mendengar ucapan dari Risqi tersebut, susi tampak biasa saja karena susi sudah tau betul bagaimana watak risqi, tapi berbanding terbalik dengan putri, walaupun putri sudah tau watak risqi seperti itu, putri tetap saja salah tingkah di buat nya, sampai gugup dan memerah wajahnya, "aduh,,, ada ms. Qi lagi, ini kenapa coba kok malah jadi salting gini aku gara gara ucapan mas. Qi barusan, putri putri kamu kan tau mas. Qi itu orangnya gimana, bisa bisanya kamu anggap serius ucapannya barusan(ucap putri dalam hati dengan sesekali menghela nafas dalam)"


"ow iya,, mas. Qi, kopi nya mau di kasih gula berapa sendok (tanya putri sambil menengok ke arah risqi)"


" gak usah di kasih gula put,kamu udah manis kok (jawab risqi sambil mengangkat ke dua alisnya)"


"kopinya Qi,, kopinya,, gak nyambung banget sih, di tanya mau di kasih berapa sendok gula nya malah jawab nya apa,, dasar modusss (saut susi kesel, karena sudah sering kali risqi memotong pembicaraan mereka berdua)"


" kok gitu sih sus,, kalau cemburu bilang aja, gak usah gitu dong, kan kasihan putri, aku tau aku cakep, tapi aku sukanya Cuma sama putri, kamu ngerti kan, "


"apaan sih, gak banget, (jawab susi sambil memalingkan muka) sembarangan aja kalau ngomong (gumam susi)"


"beneran sus,, kalau cemburu bilang aja, gak papa kok, (jawab risqi menggoda susi)"


"pada ngomongin apa nih, kaya e seru, eh kebetulan ada kopi, mau juga dong (ucap asep dari balik pintu mendengar keributan yang ada saat itu)"


"eh,, loe apa apaan sih sep, ngagetin aja, dateng dateng gak di undang pulang gak di anter, maen samber aja (saut risqi)"


" yaelah,, aku kan pengen kopi juga Qi (jawab asep)"


"pengen kopi,,? Buat sendiri kali,udah gede juga, masa iya harus di buatin putri juga, kaya anak kecil aja, gak malu apa ada orang banyak di sini, sana sana buat sendiri,"


"stop,,, (ucap susi membungkam mulut risqi),, hiihhhh,, gemes aku tuh sama kamu Qi, nyerocos aja dari tadi kerjaanya,"


"yaelah susss, biasa aja kali,, bilang aja mau pegang aku, (jawab risqi dengan mengedipkan sebelah matanya)


"iya tu,, Susi BT kayanya sama kamu Qi gara gara kamu suka kentut sembarangan (saut asep sambil menahan tawa)


" ha,, ada ada aja kamu sep, emange kamu, gini gini aku juga pilih" tempat kalau mau buang gas, enak aja,,


"udah udah,, gak usah pada ribut,, ow iya, mas. Asep ini kopi nya (ucap putri sambil meletakan secangkir kopi di atas meja)


Hawa dingin karena hujan yang mengguyur siang itu, berubah menjadi hangat karena kebersamaan mereka saat itu, melepas penat sesaat dengan berkumpul dan tertawa bersama,


Hampir satu hari penuh mereka lewati dengan bersantai di sertai canda tawa,, gak ada kegiatan yang begitu berarti kala itu,


"ow iya put,, mana katanya tadi mau cerita sama aku (ucap susi kepada putri)


" ssstttt,,, putri hanya diam dengan sesekali melirik ke arah risqi dan asep sambil mengacungkan jari tengah ke depan mulutnya, yang menandakan dia tidak ingin mereka juga tau tentang masalah itu,


"sory,,, (jawab lirih susi)", mendengar ucapan susi barusan membuat risqi dan asep saling pandang dengan ekspresi wajah yang penasaran, mereka sadar bahwa ada yang di rahasiakan dari mereka berdu,,


" ada apaan sih,, kok main rahasia"an segala sih sama kita, (ucap asep)"


" iya nih,, masa iya cuma susi aja yang mau di kasih tau, aku dan asep enggak,, (ucap risqi melanjutkan kata kata asep sambil melihat ke arah putri)"


"enggak,,, enggak ada apa apa kok mas. Qi, mas. Asep (jawab putri meyakinkan mereka ber dua)"


" gak papa cerita aja put,, kaya sama siapa aja kamu, (ucap Risqi)"


"iya put,, gak papa kok, aku jamin mereka bisa jaga rahasia kita, tenang aja, yaaaaa meskipun agak sedikit ember mulutnya, tapi risqi sebebere baik kok orange,, gk macem",percaya deh sama aku (ucap susi kepada putri), putri yang sedari tadi sudah terlihat santai, tiba tiba terlihat diam kembali dan nampak ragu untuk cerita, wajahnya terlihat tegang sambil sesekali menarik nafas dalam untuk mencoba membuatnya tenang, untuk bercerita kepada susi saja dia butuh waktu untuk memberanikan diri, apalagi di tambah risqi dan juga asep,


ya Allah putri harus gimana ini, putri belum siap untuk cerita, jangankan cerita sama mereka bertiga, ngomong sama susi saja aku masih canggung (ucap susi dalam hati).


"ow iya put,, gimana luka kamu kemarin, masih saki" (ucap risqi mencoba mengalihkan pembicaraan)


" oh ini ya,, Alkhamdulillah udah baikan mas", (jawab putri sambil memegang dahinya yang masih tertutup dengan perban)


"syukur lah" ,, (jawab risqi singkat dengan sedikit senyum)


" iya ms,, untung aja ada pk. Aldo waktu itu yang langsung bawa aku ke klinik sebelah untuk segera di obati, kalau gak ada, putri gak tau deh jadinya gimana sekarang, tapi agak aneh juga sih, kok pak. Aldo bisa tau ya kalau waktu itu aku jatuh dari gudang, padahal kan jarak dari gudang ke ruangan pk. Aldo lumayan jauh"


"yang bawa kamu ke klinik itu kan si,,


" iya untung aja ya put,, untung ada pk. Aldo ya,, (saut risqi)" , mendengar ucapan asep yang ter potong tadi membuat putri menjadi penasaran,


"mas. Asep tadi mau ngomong apa,kok gak di lanjutin (ucap putri sambil menengok ke arah asep yang sedang sibuk dengan hp nya)"


" enggak kok put, gak ada apa apa,, biasa asep mah gitu orang nya, gak jelas (saut risqi sambil melotot ke arah asep)",asep yang melihat kode dari risqi tersebut sadar bahwa risqi gak mau putri tau yang sebenarnya, bahwa waktu itu yang menolong dan membawa putri adalah risqi,,


"iya put,, gak ada apa apa kok,, hehe (jawab asep mencoba meyakinkan putri)",, walaupun masih terlihat janggal dengan jawaban asep tersebut putri terlihat tidak begitu mempermasalahkan nya, bagi putri dia sudah bersyukur sekali, karena dengan adanya risqi, dia tidak jadi menceritakan masalahnya dengan Aldo saat itu,,


" ini kenapa pada ngumpul di sini,, emang pada gak ada kerjaan (ucap Tia sambil menempatkan ke dua tanganya ke pinggang)


" astagfirullah,, ibu Tia ngagetin aja sih, gak salam dulu atau gimana, masuk masuk terus teriak teriak gak jelas kaya di hutan aja(ucap risqi sambil garuk garuk kepala)


" saya dari tadi sudah di dalam Qi, kalian aja yang gak sadar karena keasikan ngobrol,emang kalian kira kantor menggaji kalian hanya untuk ngobrol ngobrol aja sambil ngopi,,, haaa!!!" (ucap Tia dengan nada agak tinggi) mendengar ucapan itu sontak menbuat asep, susi dan putri menunduk diam sehingga membuat ruangan sekejap menjadi hening,, kecuali risqi, dia langsung kabur menjauh dari Tia,,


"kopi saya mana,,?"