
Nampak jelas kegelisahan dari raut wajah mereka berdua saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit saat itu, berfikir tentang apa yang terjadi pada risqi, hingga mereka lupa bahwa sekarang sudah lewat dari jam 8 pagi, yang seharusnya mereka sudah berada di bandara untuk melakukan penerbangan ke Bali,, beberapa saat setelah mereka berdua sampai di Rumah Sakit Harapan, mereka bergegas berlari untuk mencari tau dimana risqi di rawat,,
"maaf sus, saya mau tanya, pasien atas nama Alfarisqi di rawat di ruangan mana y" (tanya Aldo kepada petugas resepsionis yang sedang bertugas saat itu)
"maaf,, bapak siapanya pasien ya" (tanya petugas tersebut kepada Aldo yang terlihat panik)
"saya saudaranya (jawab Aldo singkat)
" sebentar ya pak, saya lihat dulu (ucap petugas itu sambil membuka lembaran buku yang berada di depanya)
"maaf pak, disini tidak ada pasien atas nama Alfarisqi" (ucap petugas resepsionis pada Aldo setelah beberapa saat membuka lembar buku pasien di depanya)
, Aldo hanya tertegun mendengar penjelasn dari petugas resepsionis tersebut sambil sesekali menengok ke arah putri dengan wajah bingung,, "Tidak mungkin sus, baru saja saya dapat telfon dari saudara saya itu kalau dia berada di Rumah sakit ini, coba di cek kembali sus" (jawab Aldo yang masih terlihat penasaran)
"sudah saya cek pak,, dan memang tidak ada pasien atas nama tersebut" (jawab petugas resepsionis itu mencoba meyakinkan Aldo),, mereka berdua hanya terdiam mendengar penjelasan dari pegawai resepsionis yang sedang berjaga saat itu, "gak mungkin kalau petugas resepsionis ini bohong, gak mungkin juga kalau dia gak tau kalau ada pasien yang masuk, karena setiap ada pasien datang pasti di data, dan namanya pasti terlulis di buku pasien, apalagi pasien yang baru aja masuk" (gumam Aldo saat itu)
"kenapa gak di telfon aja saudaranya itu pak" (ucap petugas resepsionis tersebut kepada Aldo yang terlihat kebingungan )
"benar juga,, kenapa gak kepikiran dari tadi ya" (ucap Aldo dalam hati) langsung di ambilnya hand phon yang berada di saku celananya untuk segera menghubungi risqi sambil berjalan mendekat ke arah putri,
"kita cari tempat duduk dulu put" (ucap Aldo seraya menggandeng tangan putri) putri hanya menurut saat itu, fikiranya saat itu hanya terfokus kepada risqi yang saat ini belum jelas keberadaanya,
"aduhhh,, gak aktif lagi nomornya, ni anak dimana sih sebenernya" (gumam Aldo)
"gimana pak,?" (tanya putri)
"gak aktif put,, (jawab Aldo kepada putri tanpa memalingkan perhatian dari hand phonya), kita coba cari di sebelah sana put (ucap Aldo sambil beranjak dari tempat duduknya) di raihnya tangan putri untuk berjalan mengikutinya,, sesaat terdengar suara hand phon Aldo berbunyi, Aldo menghentikan langkah kakinya sambil mengambil hand phon dari saku celananya, berharap risqi yang menelfon saat itu, "nomor baru,?" (gumam Aldo sambil mengerutkan dahinya)
"Ya halo,," terlihat Aldo berjalan menjauh dari putri saat menerima telfon tersebut, entah apa yang mereka bicarakan dan dengan siapa dia bicara, karena seoalah olah Aldo tidak ingin putri tau perbincangan itu, karena terlihat ingin menjaga jarak dari putri, yang terlihat serius saat saat itu,
"telfon dari siapa pak,,?" (tanya putri berjalan menghampiri Aldo sesaat setelah menutup telfonya),, Aldo terlihat tersenyum tipis sambil berjalan menghampiri putri tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya, namun terpancar kebahagiaan dari raut wajahnya
"hei do,,,!!" ( terdengar teriakan risqi dari kejauhan memotong pembicaraa mereka berdua),
"hahh,, ni anak darimana coba, bikin kuatir orang aja" , (gumam Aldo sambil menghela nafas lega melihat saudaranya tersebut baik baik saja sambil membawa sepotong roti besar di tangan kananya), "Dari mana aja qi,, bikin kuatir aja, kirain terjadi apa apa sama kamu, tiba tiba telfon aku suruh darang ke Rumah Sakit, ada apa sih? " (tanya Aldo yang masih terlihat panik)
"hehe,," risqi hanya terkekeh kecil sambil menggaruk garuk kepalanya, "lho,, kok putri juga ada di sini, perasaan tadi aku cuma telfon kamu deh do" ( ucap risqi sambil menengok ke arah putri dengan heran)
" heehhhh,,," (Aldo hanya menghela nafas dalam sambil menggeleng gelengkan kepalanya),, putri terlihat tersenyum tipis sambil menundukan kepalanya mendengar percakapan mereka berdua,,
"lhahh,, kok malah balik nanya sih qi, harusnya kita yang tanya, ada apa, kenapa kamu minta kita datang ke sini"
"eh,,, apa iya, masa sih" (tanya risqi celingukan)
"wah,, mulai lagi ni anak, kek nya lu harus minum obat dulu deh qi, biar sehat" (ucap Aldo sambil menoyor kepala risqi),
"permisi, keluarga pasien kamar nomor 5" (ucap perawat sambil melihat ke arah risqi) risqi terdiam sambil menengok ke kanan dan kiri kebingungan,,
"maaf sus,, suster salah orang mungkin, saya tidak punya keluarga yang berada di kamar nomor 5, bapak ibu saya di rumah beserta sanak saudara saya" (jawab risqi)
"bapak yang tadi kesini membawa pasien yang tak sadarkan diri jam 7 tadi kan" (tanya perawat lagi kepada risqi)
"ha,,?? Kakek kakek yang bawa koper tadi y sus" (tanya risqi sambil mencoba mengingat kejadian yang di alaminya tadi pagi)
"betul,, pasien sudah sadar, Dokter meminta bapak untuk menemuinya di dalam sekarang" (jawab perawat tersebut)
"ha,, ngapain" (tanya risqi singkat sambil mengerutkan dahinya) , perawat tersebut terlihat bingung untuk menjawabnya,,
"makasih sus" (saut Aldo cepat sambil menoyor kepala risqi dan mendorong risqi berjalan memasuki kamar nomor 5 "ni anak emang bener bener harus di ruqiah kaya nya" (ucap Aldo dalam hati)
"eh,, do mau ngapain"
"lu tadi gak denger, perawat tadi ngomong apa" (jawab Aldo singkat) sesaat setelah mereka bertiga masuk ke kamar pasien tersebut terlihat seorang laki laki paruh baya yang hampir seluruh rambutnya di penuhi dengan uban sedang duduk bersandar di tempat tidurnya sambil berbincang bincang dengan seorang dokter,,
"Pak. Robert" (ucap Aldo terkejut melihat sosok yang sangat di kenalnya saat itu,
"ha,, lu kenal sama kakek do" (tanya risqi)
"kakek,,kakek yang mana?" (tanya Aldo seraya mengerutkan dahinya)
"iya kakek ini,, (jawab risqi sambil menunjuk ke arah pak. Robert), terlihat pk. Robet tersenyum lebar saat itu, entah apa yang membuatnya terlihat bahagia mendengar percakapan antara Aldo dan risqi, Aldo yang terlihat kesal dengan omongan risqi yang ceplas ceplos terlihat sesekali menghela nafas dalam untuk mencoba mengimbangi gaya bicara risqi saat itu,, ingin sekali rasanya mengetok kepalanya saat itu, untungnya Aldo masih bisa menahan dirinya di depan Pk. Robert dan putri,
" hahahaha,, Aldo, gimana kabar kamu" (ucap Pak. Robert memotong percakapan Risqi dan Aldo saat itu)
"ba,, baik pak (jawab Aldo terbata sambil menundukan kepalanya)