Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
ACARA TUNANGAN



Rani dan Bela sudah tiba di Jakarta bersama anak dan suami mereka juga Citra dan keluarganya. mereka semua berkumpul di rumah Putri dan Tristan.


"ga nyangka gue kalian senekat ini" ucap Romi pada Putri dan Sarah


"emang ada yang salah, cuma Tunangan kan? nikahnya nanti kalau mereka sudah benar-benar siap" timpal Putri


"terus anak kalian kenapa ga sekalian tunangan juga?" tanya Romi pada Satya dan Raffa


"janganlah mereka masih kecil" jawab Raffa


"tapi seru juga ya kalau mereka berdua bisa jadi serius kaya Zana dan Kenzo, yaah cuma Zacky yang ga ada pasangannya" kata Citra


"ada Cit tuh Ghina ( adik Gian yang masih berusia 3 tahun)" ucap Satya mengundang tawa semuanya


"Ghina masih terlalu kecil untuk Zacky Sat" ucap Citra


"ya siapa yang tau kalau mereka jodoh" suasana kala itu ramai sudah lama mereka tidak berkumpul bersama semuanya.


***♥️♥️***


"ga nyangka gue kalian berdua bisa seserius ini" ucap Zacky


"kita itu emang sudah jodoh dari kecil Zack" canda Kenzo mengundang tawa


"nanti giliran kalian deh" ucap Zacky pada Gian dan Kia


"ya itu juga kalau jodoh Zack kan ga ada yang tau" timpal Kia membuat Gian mengkerutkan keningnya


"kok ngomongnya gitu sih yank, emang ga mau ya kita sampai jodoh?" ucap Gian sedikit kesal


"tergantung kamunya" jawab Kia yang membuat para sahabatnya tertawa kecuali Gian.


setelah mereka berbincang melepas rindu, Gian dan Zacky ikut Kenzo menginap di rumahnya sedangkan Kia menginap bersama Zana.


"kak, kakak beneran sayang sama bang Kenzo?" tanya Kia, keduanya berbaring di atas kasur.


"emmm sayang banget malah, awalnya kakak kira cuma sayang sebagai adik tapi ternyata ga seperti yang kamu bilang kalau kita akan merasakan cemburu kalau orang yang kira sukai dekat dengan wanita lain dan kakak merasakan itu" jelasnya Kia yang mendengarnya tersenyum


"kamu gimana sama Gian?"


"ga tau kak, aku selalu berfikir kalau kita lebih cocok seperti dulu lagi karena setelah pacaran aku selalu saja berantem dengannya" ucapnya dengan nada yang lemas


"ya kalau gitu sama"


"emang kakak juga gitu????" seketika semangatnya muncul, Zana tertawa melihat tingkah lakunya


"serius, kakak sama Kenzo nyaris selalu berdebat, tapi ada salah satunya harus mengalah dan sebenarnya itu membuat hubungan kita semakin erat"


keduanya berlanjut curhat hingga tengah malam sampai Putri menyuruh keduanya untuk segera tidur.


**05.30**


Zana sudah membersihkan dirinya karena pihak make up sudah datang. selagi Zana di make up Putri dan Tristan sibuk mempersiapkan semuanya.


"Kia...." panggil Zana dan menggenggam tangannya. tangan Zana terasa dingin terlihat sekali kalau dirinya sudah merasa gugup


"tenang kak jangan tegang" ucap Kia menyemangatinya


"pagi sayang" sapa Kirana di ikuti ketiga orang tua yang lainnya di belakang


"momy, bunda, Daddy, Ayah" sapa nya sambil memeluk satu persatu


"bagaimana persiapannya?" tanya Lesti


"beres bun tinggal nunggu Zana sedang di make up"


"sedih kenapa Dad?" tanya Tristan yang baru bergabung


"ya sedih berarti tidak lama lagi daddy akan segera menjadi uyut donk" semuanya tertawa mendengar perkataan Rio


"ini kan baru tunangan dad" timpal Kirana


"ya sama saja berarti nanti mereka pasti menikah kan? daddy masih terlalu muda untuk di sebut uyut" lagi-lagi tawa pecah di ruangan itu.


Kirana, Lesti dan Putri pergi ke kamar Zana untuk melihat sejauh mana kesiapan mereka. ketiganya sangat kagum melihat Zana yang sangat cantik dengan baju gaun berwarna gold dan rambut yang di bentuk sebagus mungkin dan make up yang natural membuat wajah cantik nya masih terlihat imut.


"sayang kamu cantik banget" ucap Kirana


"makasih Granma"


semua persiapan sudah lengkap dan mereka pun langsung menuju ke hotel.


disisi lain kediaman Sarah masih sangat sibuk dengan seserahan dan lain-lain. para sahabat wanitanya pun membantu semua keperluannya.


"Zack, Kenzo mana udah beres belum?" teriak Sarah karena sejak tadi Kenzo sangat santai tidak seperti yang lainnya.


"iya bunda sudah kok" Kenzo di bantu kedua adiknya angkatnya itu merapihkan penampilannya, memang tidak seribet pihak wanita Kenzo lebih santai dan bisa mengurus penampilannya sendiri.


celana hitam dan kemeja gold di lapisi Jaz berwarna hitam membuat dia sangat tampan. Kenzo pun turun dari kamarnya bersama Gian dan Zacky. Rangga dan Sarah begitu juga yang lainnya langsung terpana melihat ketampanan anak mereka.


Rangga langsung memeluk tubuh anaknya


"ayah bangga padamu, kamu menuruni ketampanan ayah" ucapnya membuat semua orang tertawa.


setelah siap semua mereka pun menuju ke hotel.


para tamu undangan satu-persatu sudah datang. Putri dan Tristan juga Sarah dan Rangga sibuk menyapa para tamu sedangkan Zana dan Kenzo masih berada di dalam di ruangan yang berbeda di temani para sahabatnya masing-masing.


"gue ga nyangka bakal sebesar ini Zan" ucap Keysa


"gue bilang juga apa kan?"


"btw hari ini lo cantik banget Zan, iya ga Ji?" Aji dari tadi hanya diam menatap kecantikan Zana, andaikan dia yang ada di posisi Kenzo dia akan sangat bahagia ucapnya dalam hati


"ah iya lo cantik banget, gue jadi pengen ngajak lo kabur dari sini" candanya membuat ketiganya tertawa.


disisi lain Kenzo dam dua sahabatnya Yuri dan Galen malah asik tertawa dengan candaan-candaan mereka.


"yaaah kalah lagi deh gue sama kak Zana" ucap Yuri


"kan ada abang Galen, sesama orang yang patah hati bagaimana kita jadian aja?" memang semenjak dia tau Kia dan Gian sudah jadian Galen sangat patah hati dan membuatnya menyerah untuk mengejar Kia.


"diiih ogah banget jadian sama cowok playboy kaya lo, mending gue jomblo aja"


"awas lo omongan lo jadi doa"


"ya jangan ngomong gitu donk" Kenzo hanya tertawa menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya yang selalu saja berdebat


MC sudah mengumumkan kalau acara akan segera di mulai. Kia di suruh menjemput Zana sedangkan Gian dan Zacky menjemput Kenzo. keduanya pun memasuki ballroom hotel. semua para tamu undangan terpesona dengan keduanya semua pun bertepuk tangan untuk pasangan muda ini.


Kenzo terus menatap Zana, di hatinya dia sangat bersyukur akhirnya bisa mendapatkan hati Zana yang sangat keras. gadis cantik yang membuatnya luluh sejak kecil ini akhirnya benar-benar menjadi miliknya. begitupun dengan Zana dia kagum melihat Kenzo yang sangat tampan dan terlihat dewasa. kedua mata mereka saling pandang dan melempar senyuman.


akhirnya acara puncak yang di tunggu-tunggu akan segera di mulai. para orang tua membawa cincin untuk mereka saling menukarkan nya. di mulai dari Kenzo dia memasukan cincin ke jari manis Zana dan sebaliknya Zana pun memasukkan cincin ke jari manis Kenzo.


tepukan dari para undangan meramaikan suasana, akhirnya mereka pun sudah resmi bertunangan. para undangan pun mulai menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh hotel.


TERIMASIH SEMUANYA


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA