
Tangis Zana semakin menjadi. Keysa dan Aji terlihat bersalah dan sangat menyesal. Terutama Keysa, dia sejak tadi mengeluarkan air matanya berharap Zana memaafkan kesalahannya. Zana menahan tawanya, dia terus saja menangis dan tidak mau melihat wajah kedua sahabatnya.
“Sayang, udah donk aktingnya. Kasian mereka udah terlihat khawatir tuh,” Ucap Kenzo, berhasil membuat semua orang kaget dan melirik tajam ke arah Zana. Tanpa dosa Zana mengelap air mata dan tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Keysa dan Aji serentak bangun dari jongkoknya. Mereka tidak percaya akan mendapat PRANK dari sahabatnya.
“Tega Lo, Zan,” ucap Keysa yang masih sesegukan karena menangis. Zana tersenyum dan langsung memeluk tubuh sahabatnya.
“Lo yang tega sama Gue, Key. Kalian tega ga cerita sama Gue,”
“Maaf Zan, rencananya memang kita mau cerita pas Lo pulang,” timpal Aji. Zana melirik tajam pada laki-laki yang pernah mengejar dirinya. Aji yang melihat lirikan tajam dari Zana dengan seketika terdiam dan menundukkan kepalanya.
Suasana kembali penuh dengan tawa, yang semula menegangkan karena kelakuan Zana. Mereka saling berbagi cerita tentang kisah dan pengalaman mereka.
**♥️♥️**
Warna langit sudah mulai menghitam, binatang-binatang malam pun sudah mulai keluar. Waktu tidak terasa cepat berjalan, membuat kumpulan sahabat itu berhamburan pulang.
Zana sudah siap membawa bantal kesayangannya. Benar saja apa yang di pikirkan Kenzo tadi siang. Dan dia sudah mempersiapkan hati untuk itu. Percuma saja mengeluarkan rayuan gombalnya, tetap saja sang istri lebih memilih tidur bersama dengan kedua orang tuanya.
Zana pun berjalan pergi meninggal suaminya. Kenzo hanya meratapi kepergian istrinya, menatap punggungnya tanpa mengedipkan matanya. Dengan cepat Zana berjalan masuk ke kamar kedua orang tuanya. Seperti biasa, dia selalu tidur di antara kedua orang tuanya. Walaupun dia sudah menikah, tidak ada rasa malu sedikitpun Zana memeluk tubuh papa dan mamanya.
07.00
Semua orang sudah bangun dan berkumpul di meja makan kecuali Zana. Dia masih sangat pulas tidur di kamar kedua orang tuanya. Mungkin rasa rindu yang selama ini dia rasakan terbayar sudah dengan tidur pulas menikmati wanginya tubuh kedua orang tuanya yang menempel di kasur mereka. Kenzo yang baru keluar dari kamar, langsung mencari keberadaan istrinya dan menanyakannya pada mertuanya.
Setelah dia tau, Putri menyuruh Kenzo untuk membangunkan istrinya. Kenzo pun menuruti perintah mama mertuanya dan masuk ke dalam kamar mertuanya. Kenzo tersenyum melihat istrinya yang masih tidur nyenyak di sinari mentari pagi yang masuk dari selah-selah jendela kamar.
Kenzo menghampirinya, duduk di pinggir kasur dan perlahan membangunkan istrinya. Zana tidak sama sekali bagun dari tidurnya walaupun Kenzo sudah berusaha membangunkan nya. Dia pun terpaksa mencium bibir istrinya agar sang istri lekas bangun dari tidurnya. Benar saja, Zana kaget saat mendapat ciuman dari suaminya.
“Abang, ngagetin aja tau ....” Kenzo tersenyum dan mencium kening istrinya.
“Pules banget sih tidurnya. Bangun yu! Malu sama ayam,”
“Sayang, kamu berat. Kamu gendutan ya?” mendengar itu, Zana langsung mencubit pipi suaminya.
“Aw ... Sakit yank!”
“Habisnya Abang jahat, masa bilang istrinya gendut,” Kenzo hanya tertawa kecil. Keduanya pun keluar dari kamar. Kedua orang tua Zana dan juga Rei menggelengkan kepala mereka melihat kelakukan pengantin yang bukan baru lagi.
Kenzo perlahan menurunkan istrinya di depan kursi makan.
“Kalian berdua udah satu tahun nikah, tapi masih aja kaya yang pacaran,” ucap Tristan sambil menikmati sarapannya.
“Kita kan masih muda, Pa,” jawab Zana tersenyum. Kenzo benar-benar memanjakan istrinya. Dia mengalaskan makanan untuk sang istri dan menyuapinya. Putri menggelengkan kepalanya melihat sifat manja anaknya.
“Ka, kebalik donk, masa suami nyuapin istri,” ucap Rei menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan kedua kakaknya.
“Syirik aja lo, De” Zana menjulurkan lidahnya dan lanjut membuka mulutnya saat Kenzo hendak menyodorkan makanan.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Jangan lupa komen, like dan vote sebanyak-banyaknya ya....
Aku padamu ♥️😘