
Kenzo duduk di meja belajarnya menatap laptop yang ada di depannya. dia sedang melihat Nanyang Technological University (NTU) yang berada di negara tetangga yaitu Singapura. dia sejak dahulu sudah bercita-cita ingin kuliah disana. walaupun Kenzo masih duduk di kelas 2 tapi dia sudah merencanakan pendidikannya jauh-jauh hari.
Kenzo ingin kuliah disana dengan jurusan ilmu komputer dan IT. karena memang di sana sangat terbaik untuk jurusan itu. tapi dia bingung harus menjelaskannya pada Zana dan juga dia tidak bisa membayangkan akan jauh dengan tunangannya itu.
tapi Kenzo ingin menjadi orang yang pantas untuk Zana dan dia tetap membulatkan tekad untuk mendaftarkan dirinya di sana. Kenzo memang tipikal orang yang selalu membuat rencana sebelum dirinya melakukan sesuatu agar semuanya berjalan dengan sempurna. mungkin Zana akan mengerti setelah dia memberi penjelasan dan pengertian nanti pikirnya.
Kenzo meraih ponselnya yang sejak tadi berbunyi
"halo sayang"
"kemana aja sih Ken, aku dari tadi telpon lama banget sih diangkat nya"
"maaf cintaku, ada apa sayang?"
"anterin aku ke mall yu, aku pengen beli baju kebetulan sekarang ada acara bazar, aku tunggu 20 menit ya kamu udah harus ada disini"
"iya cantik tunggu ya"
Kenzo menarik nafas dalam dan segera bersiap untuk menjemput kekasihnya. dia harus mempersiapkan diri untuk mengantar gadis pujaannya shopping karena dia tau itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
setelah bersiap Kenzo pun pergi menjemput pujaan hatinya.
tidak butuh waktu 20 menit Kenzo sudah sampai dirumah Zana dan itu membuat wanita cantik itu tersenyum padanya.
"tumben ga telat" ucap Zana dan langsung menaiki mobil
"kalo telat ngambek, giliran on time ditanyain tumben, memang ga ada bener nya kayanya aku dimata kamu"
"uuuch gitu aja ngambeeek" ucapnya sambil mengecup pipi kanan Kenzo
"yank tau ga kamu selalu bikin aku jantungan dan ga kuat pengen makan kamu setiap kali kamu seperti ini"
"emang aku makanan dasar, oia yank jemput Kekey di rumahnya dulu ya"
"siap tuan Ratu"
selama perjalanan Zana hanya asik dengan ponselnya, Kenzo ingin sekali membicarakan rencananya tapi dia urungkan mungkin ini bukan waktu yang tepat pikirnya. akhirnya mereka pun sampai di depan rumah Keysa. dia sudah rapih menunggu di depan pagar rumahnya karena sebelumnya Zana sudah memberitahu kalau dirinya sudah dekat.
"Zanaaaa gue kangen" teriaknya, seperti biasanya keduanya berpelukan mencium pipi kanan dan kiri.
"langsung yu" ajak Zana dan mereka pun duduk di belakang. Zana bercerita banyak tentang kampusnya begitupun dengan Keysa sedangkan Kenzo dia hanya melihat lewat kaca spion sambil konsentrasi menyetir.
"eheem....hellow disini ada orang kali" ucap Kenzo yang merasa keberadaannya tidak di anggap
"ya ampuuuun Ken sorry, apa kabar lo" sapa Keysa
"luar biasa baik kak, kakak sendiri?"
"gue baik luar dalam" candanya.
"gue kangen Aji" ucap Zana, Kenzo langsung menatapnya sinis lewat spion, Zana menyadari kalau Kenzo cemburu tapi tidak menghiraukan nya.
"gue juga, dia kuliahnya jauh banget sih"
"tapi tetep aja yank kalau kesana jalan kaki kan jauh"
"yang nyuruh kamu jalan kaki siapa sayang???kan ada mobil"
"ya pokoknya tetep aja jauh"
"stooooop jangan di terusin ga akan ada habisnya kalau kalian nerusin ini oke" Keysa memotong perdebatan sepasang kekasih ini karena dia tau kalau keduanya tidak akan ada yang mau mengalah.
setelah sampai di mall kedua wanita ini langsung naik ke atas di mana tujuan mereka sedang mengadakan obral besar-besaran, tanpa memperdulikan Kenzo yang baru keluar dari mobil. Kenzo hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para wanita yang gila diskon padahal tanpa diskon pun dia sanggup membelikannya untuk Zana tapi dasar wanita dimana-mana tidak bisa mengabaikan barang diskonan.
toko yang menjual baju itu pun di penuhi oleh berbagai usia mulai dari wanita remaja, muda, dan juga yang sudah lanjut usia. Kenzo berdiri di depan pintu toko menyenderkan tubuhnya sambil memainkan ponsel menunggu sang kekasih memborong baju.
banyak mata tertuju padanya, karena memang dia satu-satunya pria yang menunggu disana. 1 jam sudah berlalu Kenzo mulai habis kesabarannya menunggu Zana yang masih saja memilih baju. dia pun meraih ponselnya dan menelpon Zana.
"sayang mau sampe jam berapa kamu di dalam?"
"maafin aku yank, ni udah beres kamu tinggal bayar yaa aku tunggu di kasir" ucapnya sambil menutup telponnya.
Kenzo menarik nafas dalam dan dengan pasrah berjalan menuju kasir. dan betapa kagetnya dia melihat baju yang dibeli oleh Zana.
"sayang kamu beli baju untuk 1 tahun?" Zana hanya melemparkan senyumannya dan langsung merangkul tangan Kenzo manja. Kenzo berusaha bersabar dan mengeluarkan card yang ada di dompetnya.
semua mata tertuju pada keduanya
"udah cakep baik lagi mau rela-relain nungguin pacarnya udah gitu di bayarin lagi bener-bener pacar yang sempurna, 1000:1 tuh cowok kaya gitu" ucap salah satu pengunjung disana.
"total semuanya 2.345.000" ucap pegawai, Kenzo kaget dan langsung melirik ke arah Zana, tapi dasar wanita dia hanya tersenyum sambil menaikkan bahunya.
"ini mba" Kenzo memberikan card miliknya. setelah membayar Zana dan Keysa langsung berjalan keluar sedangkan Kenzo harus membawa semua paper bag belanjaan.
langkah mereka terhenti di salah satu tempat makan khas jepang.
"Ken lo bener-bener cowok yang the best, kalau gue jadi cowok dia sih ogah banget udah nunggu lama trus ngebayarin semuanya eh jadi tukang angkut lagi" canda Keysa sedangkan Zana hanya tertawa mendengar perkataannya
"kalau ga cinta ogah kali kak gue juga, berhubung gue susah dapetin hatinya jadi gue pasrah aja"
"ciih lebay banget sih kamuu" ucap Zana sambil menarik hidungnya
"sayang kamu tau ga, belajaan kamu hari ini ngabisin 2 bulan jatah uang jajan aku" keluh Kenzo
"kali-kali nyenengin tunangan napa" katanya dengan acuh
"nyenengin sih nyenengin tapi aku yang tersiksa tau" ucapnya mengundang tawa kedua wanita yang bersamanya.
untungnya Kenzo sudah mempunyai penghasilan sendiri. karena sejak dirinya lahir kakeknya bapak dari Rangga sudah menghadiahkan 1 buah hotel di daerah Lombok padanya. karena Kenzo adalah cucu pertama keluarga Rangga, cucu yang selalu di nanti oleh mereka terlebih lagi Kenzo adalah seorang cucu laki-laki. makanya setiap bulan Kenzo sudah mendapatkan penghasilan sendiri dari hotel miliknya yang berada di Lombok tapi itu tidak membuatnya menjadi boros dan sombong, dia tetap seperti anak di usianya dan tidak pernah sama sekali menghamburkan uang pribadi miliknya. itu menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi keluarga besarnya.
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️😘