
Putri dan Sarah mulai sibuk mempersiapkan acara pertunangan kedua anak mereka. keduanya benar-benar semangat mengatur semuanya.
acara yang akan diadakan akan cukup meriah karena mereka menggelarnya di hotel milik Rangga. cukup lumayan banyak yang mereka undang membuat kedua wanita cantik ini sangat sibuk mengaturnya.
"sayang apa harus sebesar ini ya acaranya" tanya Tristan
"iya sayang, Zana kan anak pertama kita dan kita juga mempunyai banyak kolega-kolega bisnis aku ingin pertunangan ini berlangsung sangat mewah" Tristan hanya menggelengkan kepalanya
"ya udah aku berangkat kerja dulu ya sekalian mampir untuk mengambil rapot Rei" ucapnya mencium kening istrinya, Putri hanya mengangguk karena dia masih konsentrasi dengan catatan yang ada di tangannya
"ayo Rei kita berangkat"
"mama Rei berangkat ya"
"iya sayang hati-hati ya" ucap Putri mencium kedua pipi anak lelakinya.
di sisi lain Sarah juga sedang sibuk-sibuknya menelpon kerabat dan sanak saudara nya membuat Rangga yang melihatnya menarik nafas dalam-dalam.
"pagi sayang" tegur nya mencium kening Sarah, Sarah yang sedang sibuk menelpon menjawabnya dengan kecupan manis di bibir suaminya
"oke pokoknya saya tunggu yaa, bye" katanya langsung mematikan ponselnya
"kamu mau sarapan apa sayang?"
"Roti aja, bun apa harus ya kita adakan pertunangan sebesar ini? mereka masih kecil bun" pertanyaan yang sama seperti Tristan tanyakan pada istrinya
"ini ga besar kok sayang, pokoknya kamu tau beres biar aku semua yang mengaturnya" katanya sambil menyodorkan piring berisi roti coklat.
***♥️♥️***
"gilaaaa jadi lo bakal langsung tunangan Zan" teriak Keysa saat mendengar cerita dari sahabatnya itu, dengan cepat Zana menutup mulut Keysa agar bicaranya pelan-pelan karena dia tidak mau sampai orang-orang mengetahui nya,
"gue sebenernya berusaha menolak tapi Kenzo sangat senang dengan rencana bunda dan mama, gue jadi terpaksa menyetujui nya"
"terpaksa atau terpaksa???" goda Aji yang baru datang tapi dari tadi dia sudah menguping pembicaraan dua gadis cantik ini.
"Aji...." ucap Zana dengan wajah yang memelas
"lo kalau ga setuju bilang aja dari sekarang jangan nanti menyesal" ucap Aji sambil mengacak-acak rambutnya
"gue setuju aja, tapi yang gue menyesal dengan keputusan gue bunda dan mama mengadakan acara pertunangan gue besar-besaran" jelasnya tertunduk lemas. bukan nya memberi dukungan tapi dua sahabatnya menertawakan Zana.
"hahahaha, bener-bener ya emak-emak gaul ibu kalian" ucap Keysa yang masih dalam tawanya
"ya lo sabar aja, ibadah lo membahagiakan hati orang tua" kata Aji
semua siswa sudah berkumpul dikelas kerena masing-masing wali kelas akan membagikan nilai hasil ulang mereka. satu-persatu nama di panggil. setelah semuanya sudah menerima rapot walikelas menyuruh mereka kembali ke tempat duduk karena ada sedikit pengumuman yang akan di sampaikan.
"mulai 2 Minggu ke depan kita akan sibuk mempersiapkan untuk menghadapi ujian Nasional, ibu berharap gunakan waktu libur kalian sebaik mungkin" ucap wali kelas
"kalau gitu ibu permisi selamat berlibur semuanya" ucapnya dan langsung keluar kelas. sorakan dari anak-anak kelas sangat ramai karena setelah ini mereka akan libur panjang.
Kenzo sudah menunggu Zana di depan kelas sambil menyenderkan tubuhnya di dinding kelasnya. Aji merangkul kedua sahabatnya keluar kelas sambil tertawa karena candaan Keysa. Kenzo yang melihat nya langsung menarik tangan Zana sampai di sampingnya
"masih cemburu aja lo sama Aji" canda Keysa tapi tidak membuat Kenzo tertawa
"guys duluan ya" teriak Zana karena Kenzo sudah menarik tangannya
"serem juga ya liat Kenzo cemburu" kata Keysa
"dia benar-benar cinta sama Zana Key, saking cintanya ga mau kehilangan Zana" timpal Aji dan keduanya pun berjalan menuju parkiran.
"kunci mobil mana?" tanya Kenzo dan Zana memberikannya
"bunda nyuruh aku nyari cincin sekarang katanya pilih sendiri seperti yang kita mau" ucap Kenzo sambil konsentrasi menyetir
"Ken...."
"emmm...."
"apa ini ga terlalu besar-besaran ya, maksud aku hanya ingin pertunangan yang sederhana" Kenzo memegang tangan Zana lalu menciumnya
"gpp sayang, asalkan bunda sama mama bahagia" ucap Kenzo.
Kenzo memang anak yang sangat menuruti perintah orang tuanya terutama ibunya. dia akan melakukan apapun selama ibunya tersenyum dan merasa bahagia. memang Kenzo sangat menghargai seorang wanita karena dia tau bagaimana susahnya mereka mengandung dan membesarkan anak.
sesampai di Mall keduanya turun dan langsung menuju ke tempat perhiasan yang ada di sana.
"suka ga?" Kenzo menunjukan sepasang cincin emas putih yang sederhana tapi kelihatan mewah. Zana mengangguk
"mba saya liat yang ini ya" pegawai itu terlihat ragu karena melihat mereka yang masih memakai seragam SMA.
"tenang aja mba gue sanggup kok bayar semua yang ada disini" ucap Kenzo yang merasa tersinggung dengan pelayanan pegawai itu. wanita yang melayani mereka merasa tidak enak dan meminta maaf pada keduanya.
akhirnya mereka sudah menemukan cincin yang sesuai, cincin itu pun di ukir nama keduanya di belakangnya.
"aku kira mereka hanya anak SMA yang mau iseng nyoba-nyoba barang" ucap pegawai itu pada rekannya setelah Zana dan Kenzo keluar dari sana
"makanya siapapun pembelinya kita harus layani dengan baik" ucap temannya membuat dirinya menyesal.
TERIMAKASIH SUDAH MENDUKUNG AUTHOR
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YAAA
DITUNGGU YA KARENA KOMEN KALIAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK MENULIS ♥️😘😘😘