Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
PUTUS??



seperti yang direncanakan, Zana mengikuti Kenzo dan keluarganya pergi ke Singapura untuk mencari apartemen yang cocok buat Kenzo. liburan kali ini tidak seperti biasanya yang di habiskan berkumpul bersama.


hari ini cuaca yang cerah dan memang enak di pakai untuk nongkrong di taman atau cafe. Kiki dan teman Rei yang lainnya sudah menunggunya di cafe tempat mereka suka berkumpul. sebenarnya dia sangat malas untuk keluar rumah, tapi ketiga sahabatnya memaksanya untuk keluar.


Rei berusaha menelpon Nia untuk sekedar memberitahukan kalau dirinya akan pergi berkumpul dengan para sahabatnya semasa SD itu tapi teleponnya tak kunjung di angkat. "kamu kemana sih??" ucap nya kesal, sudah berulangkali tidak juga ada jawaban. dia pun memutuskan untuk pergi tanpa Nia tahu karena sahabatnya yang tak henti-hentinya mengirimi chat padanya.


Rei menggunakan motor miliknya. memang dia masih 1 tahun lagi baru bisa mempunyai SIM tapi berhubung cafe nya sangat dekat dengan komplek jadi dia membawanya. sesampai di cafe Seno melambaikan tangannya dan Rei pun menghampiri mereka yang duduk di dekat jendela tempat yang biasa mereka tempati.


"gilaa anak satu ini susah banget sih di ajak keluar, sibuk pacaran lo" ucap Evan


"pacar lo mana biasanya ngikut?" tanya Kiki


"tau tuh sibuk kali" ucapnya cuek sambil meminum minuman yang ada di meja entah minuman siapa itu.


"kayanya lagi barantem ya?" goda Seno


"berisik tau udah sih ngebahas yang lain aja kok jadi ngebahas gue" katanya kesal membuat sahabatnya menertawakan kekesalannya.


***♥️♥️***


tok tok tok


"iya sebentar" teriak Nia di balik pintu kamarnya


"sayang itu ada temen kamu di depan" ucap Maya


"siapa bu?"


"ibu juga ga tau, sana kamu samperin"


"iya bu, Nia ganti baju dulu" selesai mengganti bajunya Nia langsung menuju ke ruang tamu.


"kak Vino" sapa nya. Vino hanya melemparkan senyumannya


"...kok ga bilang mau ke sini?"


"gue udah chat terus telpon tapi ga ada jawaban"


"sorry, lupa ponselnya tadi di silent terus lagi di chat"


"liburan ga kemana-mana? jalan yu"


"emmm... ga sih kak, boleh tapi taman deket sini aja ya, lagi males ke mall soalnya"


"okee"


"aku ambil tas dulu ya" Vino tersenyum mengangguk


sebelum ke kamar terlebih dahulu Nia menghampiri ibunya.


"bu Nia ke taman depan dulu ya"


"iya sayang, jangan lupa kabarin Rei"


" iya bu"


Nia mengambil ponselnya, saat melihatnya Nia kaget dengan telepon masuk yang berulang kali dari Rei, diapun menelponnya balik. sekarang giliran Rei yang tidak mengangkat telponnya akhirnya Nia meminta izin dengan mengirimkan chat padanya. Rei selalu memberikan kebebasan pada Nia begitu juga sebaliknya asalkan apa yang kan mereka lakukan harus terlebih dahulu memberi kabar.


Nia :"yank aku mau ke taman ya, maaf tadi telponnya ga ke angkat ponselnya lagi di chas 😘"


setelah mengirimkan pesan singkat Nia menghampiri Vino, mereka pun pamit pada Maya. sampai di taman keduanya pun memilih duduk di salah satu bangku di bawah pohon besar yang rindang.


"rencananya mau SMA dimana?" tanya Vino yang mulai membuka pembicaraan


"emm belum tau kak, kayanya sih lanjut disana, kakak sendiri gimana nih udah jadi anak SMA"


"ga ada yang menarik"


"emang kenapa?"


"ga ada lo sih" ucapnya sambil tersenyum


"btw gimana hubungan lo sama Rei?"


"emm baik kok, Kakak sendiri udah ada pasangan? Vino mengelengkan kepalanya


"nungguin lo"


"maksudnya?" tanya Nia tidak mengerti, Vino hanya tertawa melihat wajah bingung Nia


"nyari makan yu, mau baso ga?" Vino berjalan tanpa menjawab pertanyaan Nia


"kak jawab donk" ucapnya sambil mengikuti Vino


"makan dulu laper" katanya tersenyum


***♥️♥️***


Rei mengambil ponselnya yang ada di saku celana, dia melihat pesan dari pacarnya dan membukanya. "sama siapa kamu ke taman?" pertanyaan itu yang langsung muncul di otak Rei.


Rei :"kamu sama siapa sayang?" sudah 15 menit tidak kunjung ada balasan dari Nia membuat dia penasaran dan ingin menyusulnya.


"bro gue balik duluan ya"


"mau kemana sih? masih siang ini" tanya Kiki


"biasa, gue jalan ya" Rei pun pergi meninggalkan mereka


"berubah banget tu gunung es" kata Seno mengundang tawa.


Rei pun menjalankan motornya menuju taman komplek rumah Nia. sampai disana dia langsung melihat sekitar. "Nia...?" tubuh Rei serasa panas saat melihat Nia yang sedang asik mengobrol dengan Vino. dia pun turun dan bergegas menghampiri keduanya.


"pantesan aku hubungin kamu susah banget ternyata kamu lagi asik disini" ucap Rei penuh emosi. semua mata yang ada di sana memandang kearah mereka.


"sabar dulu bro lo dateng-dateng langsung marah aja" tanpa memperdulikan Vino bicara Rei langsung menarik tangan Nia dan pergi meninggalkannya. Nia pun pasrah mengikuti langkah Rei.


selama perjalan Rei hanya diam meski berulang kali Nia mengajaknya bicara tapi tidak di hiraukan. Rei pun mengantarkan Nia sampai di depan rumahnya.


"Rei maaf tadi....."


"kamu suka sama dia?atau kalian udah pacaran di belakang aku?" Rei memotong pembicaraannya


"kok ngomong gitu? kamu ga percaya sama aku Rei?


Rei hanya diam, dia langsung menyalakan mesin motornya "aku balik dulu" Nia memegangi stang motor Rei membuat dia tidak bisa menjalankan motornya.


"Rei kita ga putus kan?" ucap Nia polos, matanya sudah berkaca-kaca. Rei menatap tajam ke arahnya


"kamu maunya seperti itu? biar bebas ya hubungan sama Vino?" kali ini Nia meneteskan air matanya, perkataan Rei benar-benar menyakitkan, Rei memang tidak sadar dengan apa yang di ucapkan nya karena terbakar api cemburu. Rei yang melihat air mata yang jatuh di pipinya turun dari motor dan langsung memeluk tubuh kecil Nia.


"maafin aku sayang, maafin aku" katanya menyesal, Nia hanya mengangguk


"jadi kita ga putus kan Rei?" ucapnya pelan dalam pelukan Rei


"emang aku pernah ngomong itu?" Nia menggelengkan kepalanya.


"sampai kapan pun kita tidak akan pernah putus" katanya melepaskan pelukannya.


"maafin aku yang emosi ya" ucapnya menyesal karena sudah membuat Nia menangis


"ga kok, aku yang harusnya minta maaf" kata Nia tersenyum.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️😘


Kamut :


"suatu hubungan tetap bertahan dengan saling percaya dan penuh dengan rasa kasih sayang"


~wulan