Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Program Kehamilan



'Daddy, Mommy pergi kuliah dulu ya ... Jangan lupa makan yang banyak. Sampai ketemu nanti siang, jangan lupa hari ini kita ke Dokter kandungan! I love u so Much, Daddy'


Membaca pesan dari sang istri membuat Kenzo mendadak rindu padanya. Kenzo pun menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh istrinya. Setelah menikmati makanannya, Kenzo berniat untuk menjemput istrinya di kampus. Dia segera bersiap dan langsung menuju ke kampus.


Sambil duduk di taman depan fakultas ekonomi, Kenzo memainkan game kesukaannya diponsel. Tidak terasa waktu berjalan. Zana yang melihat suaminya berlari menghampiri dirinya. Kenzo masih belum menyadari kedatangan istrinya, karena dirinya yang masih asik bermain game kesukaannya. Dan hal itulah yang paling tidak disukai oleh Zana.


Senyum Zana yang tadi terukir entah hilang kemana. Zana berdiri di depan Kenzo dan berhasil membuat Kenzo kaget melihat Zana yang sudah ada dihadapannya. Zana melipat kedua tangannya di dada, melihat itu Kenzo tahu kalau istrinya kesal. Dia melemparkan senyum tanpa dosa sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.


“Udah lama, sayang?” tanyanya tanpa dosa.


Bukan jawaban yang didengar Kenzo, melainkan dirinya yang langsung ditinggalkan oleh Zana. Kenzo bangun dari duduknya dan berlari mengejar istrinya. Kenzo langsung mengandeng tangan istrinya dan tanpa ada rasa malu mencium pipinya. Zana melirik sekitar dan langsung mencubit perut Kenzo. Beruntungnya kampus saat itu sangat sepi.


Keduanya pun naik taxi menuju dokter spesialis kandungan. Sebelumnya Zana sudah membuat janji dengannya untuk melakukan program kehamilan. Karena jaraknya memang tidak terlalu jauh, mereka pun tiba di tempat praktek Dokter Alexa. Dia adalah Dokter ternama di Singapura.


Tidak menunggu lama keduanya pun masuk ke dalam ruangan. Zana mulai menceritakan awal mula pernikahannya yang sempat memakan pil KB sampai dia sudah tidak meminum pil-nya. Dokter Alexa mencatat semua data dari pasiennya sebelum melakukan pemeriksaan.


Setelah melakukan konsultasi, Zana pun naik ke atas kasur untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terlebih dahulu Dokter Alexa melihat kondisi rahim Zana melalu USG. Setelah alat di tempelkan pada perutnya, Dokter Alexa merasa kaget.


“Ny.Zana kapan terakhir anda menstruasi?” tanya Dokter Alexa. Zana dan Kenzo saling menatap. Keduanya heran kenapa Dokter menanyakan hal itu dengan wajah yang kaget. Zana pun mulai memikirkan kapan terakhir dirinya menstruasi.


“Satu bulan yang lalu, Dok. Apa ada masalah?” tanya Zana mulai merasakan cemas.


“Selamat, kalian tidak perlu melakukan program kehamilan, karena Ny.Zana saat ini sedang mengandung. Dan usia kandungannya sekitar empat minggu.” Zana kaget mendengar pernyataan Dokter Alexa begitupun dengan Suaminya.


Beruntungnya Zana tidak merasakan mual pada trisemester pertama. Karena itulah, dia tidak menyadari kalau dirinya sedang mengandung.


Kenzo sangat bahagia mengetahui kehamilan istrinya. Dia tidak menyangka kalau selama ini istrinya sudah mengandung.


Setelah mendapatkan resep, keduanya pun pamit dan langsung menebus resep yang diberikan. Selama perjalanan Kenzo diam tidak seperti biasanya. Zana merasa ada yang aneh dengan suaminya sejak mengetahui dirinya hamil. Zana merasa kalau Kenzo tidak bahagia dengan kehamilannya.


Hati Zana sedikit sakit melihat reaksi dari Kenzo. Selama perjalanan pun Zana juga diam, keduanya sama sekali tidak mengeluarkan suaranya. Sesampai mereka di Apartemen, Kenzo berjalan 2 langkah di depan Zana. Hati Zana benar-benar merasa sangat sakit melihat Kenzo yang mendadak berubah.


“Bang, kamu kenapa? Apa kehamilan aku begitu berat buat kamu?” Kenzo yang mendengar suara sang istri mengangkat wajahnya dan langsung memeluk tubuhnya. Zana semakin tidak mengerti dengan sikap suaminya.


“Sayang, aku malu sama kamu yang tidak bisa menahan tangis ini. Maaf selama perjalanan aku hanya diam. Sebenarnya aku berusaha menahan air mataku.” Zana yang mendengarnya merasa sangat terharu, dia pun meneteskan air matanya dan menyambut pelukan suaminya dengan sangat erat.


Keduanya saling melampiaskan kebahagiaan mereka. Air mata keduanya melengkapi kebahagiaan keduanya. Kenzo dengan perlahan menyentuh perut rata istrinya. Lagi-lagi Kenzo tidak bisa menahan air matanya. Dia tidak menyangka kalau sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah.


“Aku, Malu.” ucapnya dengan suara berbisik. Zana merasa gemas dengan suaminya langsung mengecup kedua pipinya.


Kenzo tersenyum, dia pun menidurkan kepalanya di pangkuan Zana. Wajahnya menghadap ke perut rata Zana. Berulang kali Kenzo mencium perut rata istrinya. Mengusap dan menciumnya lagi, terus seperti itu. Kenzo tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya dirinya hari ini. Tidak lupa kabar bahagia ini diberitahukan pada semua keluarga besar keduanya yang ada di Indonesia.


Saat mendengar kabar dari Kenzo dan Zana, kedua orang tua mereka merasa sangat senang. Terutama Putri, dia sangat bersyukur, karena disaat dia kehilangan seseorang, Tuhan menambahkan satu anggota baru lagi untuk menutupi kesedihannya.


“Hai, kamu yang ada di dalam sana. Kamu dengar ya kalau Daddy sangat mencintai dirimu. Tumbuhlah menjadi anak yang baik ya, Daddy dan Mommy sangat menunggu kehadiranmu.” ucap Kenzo sambil kembali mencium perut istrinya. Zana tersenyum dan mencium kening suaminya.


Granpa, cucu granpa sudah hadir di perut Zana. Sayangnya granpa tidak bisa melihatnya. Tapi, Kenzo janji akan memenuhi janji Kenzo padamu.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan lupa Like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya...