Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
FAKULTAS EKONOMI



setelah perjuangan yang begitu sulit akhirnya Zana di terima di Universitas Indonesia. liburan Kenzo kali ini sibuk mengantarkan Zana untuk ujian dan mempersiapkan segala kebutuhan untuk kuliahnya. sedangkan Gian, Kia, dan Zacky mereka sibuk untuk mempersiapkan sekolah mereka yang akan lanjut ke SMA.


liburan kali ini benar-benar liburan yang sangatlah sibuk dengan urusan masing-masing. walaupun begitu mereka selalu menyempatkan diri untuk saling berhubungan. Zacky memutuskan melanjutkan sekolahnya tempat dimana Kenzo sekolah karena dirinya yang baru pindah ke jakarta pusat. sedangkan Gian dan Kia tetap melanjutkan di daerah Kalimantan.


Kenzo sudah menunggu sang calon istri untuk mengantarkan dirinya pergi ke kampus dimana hari ini hari pertama Zana masuk kuliah. Kenzo merelakan jam 4.30 subuh sudah berada di rumah Zana karena memang waktu yang sudah di jadwalkan oleh pihak kampus buat para angkatan baru untuk datang ke kampus sangatlah subuh.


"bang kamu ga apa-apa subuh-subuh gini udah nganterin Zana?" tanya Putri sambil mempersiapkan sarapan untuk keduanya karena Tristan dan Rey masih tertidur.


"ga apa-apa ma, sekalian Kenzo berangkat sekolah" jawabnya sambil tersenyum


Zana baru turun dari kamarnya dengan berbagai macam barang bawaannya. Kenzo dan Putri yang melihatnya menganga dengan apa yang di kenakan nya. papan dada yang terbuat dari kardus digantungkan tali rafia dan bertuliskan aku anak sehat dengan topi yang terbuat dari potongn dari ½ bola kaki plastik dan rambut di kucir 2 yang satu ke atas dan yang satu lagi kebawah. keduanya melihat Zana dan langsung tertawa.


"kak emang harus ya seperti itu" tanya Putri sambil menyodorkan roti panggang coklat kesukaannya


"emm iya ma, kalau ga nanti Zana di hukum, kamu ngapain dari tadi ngetawain aku?" ucap Zana sedikit sewot karena Kenzo menertawakan dirinya.


"kamu cantik sayang" katanya dan kembali tertawa, Putri tersenyum melihat keduanya.


setelah menyantap makanan mereka pamit pada Putri dan segera berangkat.


"sayang maaf ya ngerepotin kamu, habisnya aku belum boleh bawa mobil"


"iya ga apa-apa kok, malah aku seneng bisa anter kamu, semua persiapan udah beres?" Zana mengangguk


setelah 20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di depan kampus. banyak mahasiswa yang memakai jas almamater berdiri di gerbang kampus menyambut mahasiswa baru yang baru saja datang. semua yang mereka pakai sama seperti apa yang Zana pakai hari ini. Kenzo membangunkan Zana yang sejak tadi tertidur.


"sayang udah sampai" katanya dengan lembut sambil menyentuh wajahnya


"emm, oh udah sampai kalau gitu aku pergi ya sayang hati-hati dijalan" Kenzo menahan tangan Zana membuat wanita cantik itu membalikan kembali wajahnya.


"ciuman perpisahannya mana?" wajah Zana memerah dengan permintaan Kenzo


"malu ah nanti ada yang lihat" tapi Kenzo tetap memegang tangannya tidak mau melepaskannya sebelum Zana benar-benar menciumnya. Zana melihat keadaan sekitar dan dengan cepat mengecup bibir Kenzo dan segera turun dari mobil. Kenzo tersenyum saat Zana melambaikan tangan dan masuk kedalam.


selama perjalanan Kenzo memegang bibirnya yang tadi di cium oleh Zana, dia meminta ciuman pipi tapi mendapat bonus ciuman bibir membuat dirinya senyum-senyum sendiri.


jarak antara kampus Zana dan sekolah Kenzo lumayan jauh. Kenzo memang sengaja dari rumah sudah menggunakan segaram karena dirinya yang memang berniat langsung berangkat sekolah.


***♥️♥️***


"bro ada yang bening bro" ucap salah satu mahasiswa cowok yang melihat Zana berjalan masuk ke dalam


"lo ya matanya pagi-pagi udah jelalatan" ucap temannya yang ada di sampingnya. tapi matanya pun terus menatap Zana yang berjalan masuk ke dalam.


semua mahasiswa berbagai fakultas berkumpul di lapangan sebelum nantinya mereka akan di pecah sesuai fakultas masing-masing. Zana merasa dirinya kesepian karena 2 sahabatnya yang berbeda universitas dengannya.


"hei lo jurusan apa?" tanya gadis manis yang ada di sebelah Zana


"akutansi kalau lo?"


"gue managemen, kita di fakultas yang sama nama gue Raisa biasa di panggil Icha"


"gue Zana" keduanya tersenyum. teman pertama Zana di tempat nya yang baru.


setelah berbagai pengarahan yang di berikan mereka pun di pecah sesuai dengan Fakultas masing-masing. lumayan cukup banyak yang berbaris di fakultas ekonomi. para mentor membimbing mereka untuk berkumpul di lapangan depan gedung fakultas ekonomi.


"bro cewek yang tadi di fakultas kita" ucap mahasisw yang tadi berada di gerbang. cowok yang sebagai ketua dari Ospek itu tersenyum merasa senang Zana berada di fakultas yang sama dengannya.


"selamat pagi semua"


"pagii" teriak mahasiswa baru


"kenalin nama saya Riski saya mahasiswa tingkat 4 jurusan Akuntansi, disini saya sebagai ketua selama Ospek"


kegiatan ospek berlangsung seperti umumnya tidak ada kekerasan dan intimidasi. hari pertama kuliahnya ini Zana sudah menjadi pusat perhatian mahasiswa senior maupun yang baru. wajahnya yang terlihat sangat cantik dan imut membuat semua orang tidak menyangka bahwa dia adalah seorang mahasiswa.


para mahasiswa baru di beri istirahat 30 menit untuk makan dan istirahat sejenak. Zana bersama Icha pergi ke kantin yang berada di dalam kampus. penjual kantin masih belum sepenuhnya berdagang karena memang belum banyak mahasiswa yang masuk.


"hei boleh gabung" sapa Riski dan bersama 1 orang teman cowo lainnya.


" boleh kak" jawab Icha tersenyum, Zana hanya diam dan menikmati makanannya.


"lo dari SMA mana?" tanya Riski pada Zana, Zana yang dari tadi sibuk dengan makanannya tidak mendengar apa yang ditanyakan oleh kakak tingkatnya itu sampai Icha menyolek tangannya


"lo di tanya tuh" bisik Icha


"hah sorry kak tadi ga denger"


"laper ya sampe ga denger"canda Riski membuat mereka tertawa.


obrolan mereka pun berlanjut sampai waktu istirahat pun habis. Riski meminta nomer Zana dengan alasan untuk sekedar menyimpan nomer para juniornya dan Zana pun memberikannya. memang Zana bisa di bilang sangat polos untuk masalah cinta karena pacar dan cinta pertamanya hanya Kenzo. Icha yang melihat gelagat kakak angkatannya langsung tau kalau Riski sedang mengejar Zana


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


DITUNGGU LIKE DAN KOMENNYA YAA 😘♥️