Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
ZACKY



pindah nya Zacky ke sekolah Kenzo membuat 2 sahabat mereka Gian dan Kia sangat iri. mereka juga ingin segera pindah ke Jakarta, tapi karena masih banyak pekerjaan yang harus di kerjakan oleh kedua orang tua mereka akhirnya mereka pun memutuskan menundanya tahun depan.


walaupun dia sudah satu sekolah dengan Kenzo tapi Zacky sama sekali tidak pernah bertemu atau mengobrol lama dengannya karena kesibukan Kenzo yang masih menduduki ketua OSIS dan juga kesibukan Kenzo saat pulang sekolah yang langsung menjemput Zana di kampusnya.


kali ini tidak hanya Kenzo yang menjadi pusat perhatian tapi juga Zacky. Remaja tampan ini mencuri semua perhatian para siswi sekolah. sifat Zacky yang ramah dan juga mudah tersenyum membuat dia gampang akrab dengan yang lainnya.


"cieee jadi idola baru nih ceritanya" tegur Yuri pada Zacky yang sedang duduk di taman


"apaan sih kak Yuri. btw tumben sendiri pacar kakak mana?"


"pacar? gue ga punya pacar kali, pacar gue udah tunangan sama cewek lain"


"serius? siapa kak?"


"Kenzo" jawabnya sambil tertawa


"yaelah seriusan napa kak"


"serius, Kenzo kan dulu pacar gue. oh ya jangan panggil gue kakak deh Yuri aja, risih gue dengernya"


"jadi kakak mantan pacar bang Kenzo?" Zacky menangapi Yuri dengan serius, Yuri yang melihat keseriusan Zacky hanya tertawa sambil mengacak-acak rambutnya.


tanpa di sadari 6 pasang mata melihat keduanya


"gila ya tuh cewek ga bisa liat yang bening dikit maen embat aja, dulu Kenzo sekarang dia" ucap salah satu diantara mereka


"cewek kegatelan kaya gitu memang harus di kasih pelajaran" sahut temannya


"seriusan?" kembali Zacky menanyakan


"kagalah gue ma Kenzo sahabatan doang, ya walaupun sebenarnya gue suka ma dia tapi sayang dianya yang kaga suka ma gue" jelas Yuri mengundang tawa Zacky


"iiih malah di ketawain, seneng banget kayanya lihat orang menderita"


"lo salah orang sih sukanya, hati bang Kenzo itu udah di kunci buat kak Zana dari kecil coba kalau sukanya sama gue, gue dengan senang hati menerimanya" ucap Zacky membuat Yuri tertunduk malu wajahnya memerah mendengarnya.


"diih kecil-kecil udah bisa ngegombal, gue balik kelas dulu bye Zacky" sambil mengacak-acak rambut Zacky tanpa melihatnya Yuri melangkahkan kakinya


"Yuri mau kemana?gue bukan anak kecil kali" teriak Zacky tanpa membuat Yuri menghentikan langkahnya.


jantung Yuri masih berdetak dengan kencang mendengar omongan Zacky, dia tau itu cuma candaan Zacky tapi entah kenapa dia merasa bahagia. Yuri memasuki kelas sambil tersenyum berjalan ke mejanya.


"kenapa muka lo merah gitu? senyum-senyum sendiri lagi, hayooo habis ngapain??" goda Galen pada sepupunya itu


"apaan sih Len, dasar Kepo lo" katanya dan langsung duduk. Galen terus menggoda sepupunya itu, Kenzo yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.


***♥️♥️***


setelah jam pelajaran usai dan bel pulang pun berbunyi, Kenzo dan kedua sahabatnya langsung menuju ke ruang OSIS karena hari ini adalah hari terakhir Kenzo menjabat sebagai ketua OSIS. banyak yang ingin dirinya untuk lanjut sebagai ketua mengingat Kenzo masih 1 ½ tahun lagi sekolah di sini tapi Kenzo menolaknya. alasan dia untuk menolak satu-satunya karena Zana tunangannya. Kenzo tidak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk urusan yang diluar jam pelajaran sekolah.


hari ini Zana tau kalau Kenzo akan pulang telat dan dia pun membawa kendaraan sendiri untuk menjemput Kenzo karena jam kuliahnya yang lebih dulu selesai. sesampai di sekolah Zana masuk ke dalam sekolah berjalan sambil mengenang kenangan dia selama ini bersekolah di sana. tidak sedikit yang menyapa dirinya dan Zana menjawabnya dengan senyuman.


"kak ngapain ke sini?" tanya Zacky


"ngapain lagi?"


"Zack itu Yuri kan kenapa dia sama mereka?" Zana heran melihat mereka karena sepertinya Yuri sedang merasa tertekan. tanpa menjawab pertanyaan Zana Zacky melangkah menghampiri Yuri dan Zana pun ikut bersamanya.


"lo jadi cewek mentang-mentang cantik bisa deketin siapa aja, dasar *******" ucap salah satu dari 3 wanita yang berdiri di hadapannya


"maksud lo apa?jaga ya bacot lo" kata Yuri dengan sedikit emosi


"lo yang jaga tu bacot, dasar cewek kegatelan" timpal temannya lagi


"kalian sebenarnya ada masalah apa sama gue? perasaan gue ga pernah kenal dan cari masalah sama lo pada"


"lo jadi cewek ga bisa liat yang bening dikit ya?ngapain lo tebar pesona sama Zacky?ga cukup deket sama Galen? dulu aja nempel banget lo sama Kenzo tapi kasian memang dasar cewek gatel lo ga di terima kan sama dia?" Yuri menarik nafas dalam dia sudah muak sama para perempuan yang ada di depannya. mereka tidak tahu yang sebenarnya tentang hubungannya sama Galen dan Kenzo. Yuri mengepalkan kelima jarinya dan ingin rasanya dia melayangkan tonjokan pada mereka, tapi sebelum itu terjadi Zacky terlebih dahulu menggenggam tangannya.


semua yang melihat merasa kaget dengan kedatangan Zacky.


"Zacky??" ucap Yuri kaget


"maaf ya jaga ucapan kalian di depan pacar gue, dia berhak deket sama gue karena gue pacarnya dan kalian ga berhak melarang Yuri deket dengan siapa pun" ucap Zacky sambil tersenyum. Yuri tidak percaya apa yang di katakan orang yang selalu dia anggap bocah ingusan itu. ketiga gadis itu pun pergi tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


bukan hanya Yuri yang kaget dengan Zacky tapi Zana yang melihatnya pun kaget.


"Yuri lo ga apa-apa kan?" tanya Zacky sambil memegang bahunya. Yuri hanya mengangguk dan terus menatap serius ke wajah Zacky


"syukur deh, maafin ya gara-gara gue lo disamperin sama cewek-cewek itu" keluhnya. memang Zacky sangat ramah dan dekat pada setiap cewek yang mendekatinya dan membuat para cewek-cewek itu menjadi salah paham terhadap sikapnya.


"kalian seriusan pa......?"


"ga kok kak Zana kita ga pacaran" dengan cepat Yuri menjawabnya


"belum sekarang kak, tapi entar lagi" ucap Zacky berhasil membuat wajah Yuri memerah, Zana hanya tersenyum dia tau kalau adiknya itu menyukai Yuri


"kak gue tinggal ya, sekarang ada rapat OSIS" pamit Yuri pada Zana sambil melangkah meninggalkan keduanya tanpa melirik ke arah Zacky.


Zacky terus memandang punggung Yuri


"sabaar yaa biasa cewek tu awalnya jual mahal padahal hatinya mau" ucap Zana sambil menepuk bahunya. keduanya pun duduk sambil menunggu Kenzo selesai urusannya


"kaya kakak ya" goda Zacky


"mungkin" jawabnya menaikan bahu sambil tersenyum.


"gue baru sadar perasaan gue tadi pas liat Yuri kak, hati gue sakit ngeliat Yuri di gituin dan gue langsung sadar ternyata selama ini gue udah suka sama dia" jelas Zacky


"gue yakin dia juga suka sama lo"


"serius kak, kok bisa tau dari mana?" tanya Zacky kegirangan


"dari cara dia menatap lo, pokonya lo tenang aja kakak yakin kok dan lo jangan pantang menyerah iya seperti Kenzo dulu deketin kakak" Zacky mengangguk, kedua sudut bibir Zacky naik ke atas, dia sangat senang dengan apa yang di katakan Zana


TERIMAKASIH MASIH SETIA MEMBACA NOVEL AUTHOR


MAAF YA BEBERAPA HARI INI TIDAK UPDATE


SEMOGA KALIAN SEMUA YANG BACA SEHAT SELALU YA 😘😘😘