Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Pindahan Rumah



Tidak ada namanya bulan madu untuk pengantin baru ini. Setelah acara pernikahan mereka kembali sibuk untuk mempersiapkan kepindahan rumah mereka. Memang belum banyak barang yang keduanya punya, tapi mereka harus menata rumah baru mereka. Semua sahabat keduanya turut membantu pindahan rumah sepasang pengantin baru ini. Para orang tua tidak turut membantu, karena sudah cukup anak-anak mereka memenuhi rumah Zacky dan Yuri.


Galen, Kia, dan Gian sudah datang dengan membawa banyak cemilan sesuai perintah dari tuan rumah. Mendengar suara ketukan pintu dengan cepat Zacky berlari membuka pintu untuk para sahabatnya.


“Gila nih pengantin baru, masa nyuruh tamu yang bawa makanan?” Galen menyerahkan semua kantong plastik pada Zacky.


“Ya ... Maaf! Kita ga sempet beli, kalian tau sendiri kita pindah dadakan.”


Ke-empatnya masuk kedalam. Yuri merasa sangat senang saat melihat Kia datang ke rumah mereka. Keduanya saling berpelukan satu sama lainnya.


“Lebay banget sih, kaya udah 100 tahun ga ketemu,” ucap Gian.


“Sirik aja, Lo!!” ucap keduanya sambil menjulurkan lidah mereka.


Selesai menata barang-barang di rumah baru, Zacky pun memesan go-food untuk makan siang mereka. Karena memang Yuri belum bisa memasak untuk saat ini. Kelimanya menyenderkan tubuh mereka di sofa, karena rasa lelah setelah memindahkan banyak barang di rumah itu.


Akhirnya makanan yang sejak tadi ditunggu kelimanya datang. Mereka pun menyantap aneka makanan yang dipesan oleh Zacky. Melihat sepasang pengantin baru yang saling menyuapi makanan membuat ketiga sahabatnya merasa sangat iri.


“Nyesel Gue ga bawa bebep ke sini,” ucap Galen. Semua orang melirik arahnya kaget.


“Lo, udah punya pacar? Kok gue ga tahu?” tanya Yuri.


“Udah donk. Kenapa wajah kalian kaya yang ga percaya ma gue sih? Serius, gue punya pacar. Apa perlu gue jemput terus bawa ke sini?” keempat sahabatnya hanya mengangguk.


“Aish ... Ya udah deh, gue jemput dulu ya.” selesai menyantap makanannya, Galen berdiri dan berjalan keluar. Mereka saling memandang, karena merasa kaget dengan Galen yang benar-benar serius dengan ucapannya.


“Len, lo beneran?” teriak Yuri, Galen hanya melambaikan tangannya sambil berjalan keluar.


“Serius tu anak punya cewe?” tanya Zacky pada istrinya. Yuri hanya menaikkan bahunya dan lanjut menikmati makanan yang ada di depannya.


“Btw, kalian kapan married?” tanya Zacky pada kedua pasangan yang melegenda. Bagaimana tidak? Diantara semuanya merekalah yang paling pertama menjalin hubungan.


“Gue sih tergantung nih cowo,” ucap Kia sambil melirik ke arah Gian.


“Tunggu gue lulus kuliah lah, gue ga kepikiran nikah muda soalnya,” jawab Gian.


“Tapi, aku ga jamin bisa setia ya, yank.” Gian langsung melirik tajam pada Kia, sedangkan dia bicara seperti itu dengan polosnya sambil menikmati makanan yang ada di tangannya.


“Kok ngomong gitu? Kamu jangan mulai lagi deh.” sepasang pengantin baru itu hanya menggelengkan kepalanya mereka melihat hubungan keduanya yang selalu di bumbui dengan pertengkaran.


Kia hanya menaikkan bahunya dan itu membuat Gian merasa sangat kesal pada kekasihnya. Pertengkaran mereka berlanjut, melihat itu Zacky dan Yuri memilih masuk kamar untuk membereskan pakaian mereka yang masih berada dalam koper. Sampai di kamar, Zacky memeluk tubuh istrinya dari belakang dan menciumi tengkuk lehernya.


“Sayang, jangan seperti ini! Ga enak, kita ada mereka.” Zacky tidak memperdulikan apa yang dikatakan istrinya. Dia terus mengiring tubuh istrinya hingga jatuh di atas kasur mereka.


Kedua mata saling memandang, Zacky mendekatkan wajahnya perlahan dan mencium bibirnya dengan lembut. Yuri tidak bisa menolak, dia pun menikmati setiap gerakan dari suaminya. Keduanya terus terhanyut dalam suasana. Zacky pun melakukan aksinya, kedua nafas yang saling beradu dan hawa nafsu keduanya yang bergejolak membuat suasana semakin membara.


Kia dan Gian masih beradu argumentasi. Gian tidak menerima dengan ucapan Kia tadi.


“Yank, aku serius!!” Gian menatap tajam ke arah Kia.


“Emang aku ga? Kamu selalu mementingkan pendapat kamu tanpa memikirkan apa yang aku pikirkan,”


“Maksud kamu apa?”


“Apa harus ya aku selalu memberi tahu kamu apa yang aku inginkan? Memangnya kamu ga bisa tahu apa yang aku mau?” Gian menarik tangan Kia menghadap padanya.


“Aku ingin seperti Yuri, menikah muda. Itu cita-citaku sejak dulu,” ucap Kia pelan sambil menundukkan kepalanya. Gian tersenyum, ternyata ini yang di inginkan kekasihnya. Gian menarik tubuh Kia dalam pelukannya.


“Oke, kalau itu yang kamu mau, aku akan segera melamar kamu sama mami dan papi,” mendengar itu Kia mendorong tubuh Gian dan menatapnya dengan wajah kaget.


“Serius? Kamu lagi ga bercanda kan?” Galen tersenyum mengangguk.


Terpancar senyuman bahagia di wajah Kia. Dia langsung memeluk kembali tubuh Gian. Kia merasa sangat senang akhirnya Gian mau melamar dirinya. Karena itulah yang ingin dia dengar sejak hampir empat tahun mereka berpacaran.


Selesai beradu asmara, pengantin baru membersihkan diri dan bergabung kembali dengan kedua sahabatnya yang sedang asik bercanda.


“Udah baikan nih?” tanya Yuri.


“Udah donk. Kalian berdua lama amat beresin bajunya. Gue kok curiga ya, kalau itu hanya alasan.” goda Kia membuat wajah keduanya memerah karena malu. Kia dan Gian yang melihatnya langsung menertawakan keduanya. Mereka tidak menyangka kalau ucapan Kia membuat keduanya tersipu malu.


“Ga apa-apa kali, kita maklum kalian 'kan pengantin baru, pasti lagi hot-hot nya,”


“Rese, lo.” Zacky melempar bantal sofa ke arah sahabatnya. Sedangkan Kia dan Gian masih menertawakan sahabat mereka yang salah tingkah.


Suara dering ponsel Kia menghentikan tawanya. Kia tersenyum lebar karena mendapat panggilan Vidio dari negara seberang. Dengan cepat dia mengangkat telepon dari Zana dan Kenzo. Rasa rindu pada para sahabatnya membuat Zana meneteskan air matanya. Dia sangat ingin pulang ke Indonesia, tapi apa daya Kenzo melarangnya, karena kandungannya yang masih sangat rawan untuk berpergian jauh. Tawa pecah saat itu, mereka berharap bisa berkumpul dan bercanda bersama lagi.


Disisi lain, Galen benar-benar ingin membuktikan kalau omongannya benar pada para sahabatnya. Dia pun menuju rumah pujaan hatinya. Sebenarnya tidak ada yang mengetahui tentang hubungannya, karena Galen sengaja menutup-nutupi hubungan dia. Menurutnya ini hari yang tepat untuk memperkenalkan kekasih pada para sahabatnya.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya yaaa.... ♥️♥️


Guys mampir ke novel favorit aku yuu, ceritanya keren dijamin kalian syukak....


Judul : Pujaku Mayang


Pena : Azis Beck


Judul : My Heart is Only for You


Pena : Erggina Putri


Judul : The Love Story of a WaterGod


Pena : Novi Wu


Ditunggu kedatangan kalian 💃💃💃