Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Kopi happy



Bab X


Putri bukanlah seorang yang berpengalaman dalam masalah percintaan, dia tidak begitu memahami harus seperti apa dia saat kondisi seperti ini, untung ada susi yang selalu ada untuk berbagi keluh kesahnya,, dia tampak begitu ragu ragu saat ingin menemui Aldo di ruangannya, tapi berkat dorongan dari susi, akhirnya putri memberanikan diri untuk menemui Aldo,,


tok tok tok,,


"masuk (jawab Aldo)"


"maaf pk menggangu (ucap putri sesaat membuka pintu)"


" eh put,, masuk masuk (Aldo begitu terkejut setelah tau kalau yang mengetuk pintu adalah putri),, silahkan duduk put (sambung Aldo)"


"terimakasih pk,, maaf sekiranya saya mengganggu pekerjaan Bapak (ucap putri)"


" enggak kok put, kebetulan lagi gak banyak kerjaan juga, ow iya ada apa put, tumben kok datang ke ruangan saya (tanya Aldo)"


"emmm,, itu pak, (putri nampak ragu untuk menjawabnya, dia tidak yakin harus mengatakan ini ke Aldo)"


"gak usah malu malu, ngomong aja (saut Aldo)"


" itu pak, saya mau bilang ke Bapak, kalau saya,, emmm,, mm,, saya,, mm"


"ngomong aja gak papa (saut Aldo mencoba meyakinkan putri)"


" saya mau pk, saya mau jadi pacar bapak"


Mendengar ucapan putri, Aldo terdiam seolah olah tidak percaya dengan apa yang telah di dengarnya tersebut"


"kamu bilang apa tadi put,,? (tanya Aldo kembali)"


"saya mau jadi pacar bapak (jawab putri dengan malu)


" bener put, kamu gak sedang bercanda kan (tanya Aldo dengan wajah yang begitu antusias), di sisi lain putri hanya bisa diam dan mengangguk anggukan kepalanya dengan sedikit senyum,, (ya Allah,, semoga apa yang putri katakan ini bener) ucap putri dalam hati "


"makasih ya put,, aku janji, aku gak akan ngecewain kamu, dan aku akan selalu ada untuk mu(ucap Aldo dengan menggenggam kedua tangan Putri)".


Di sisi lain putri hanya menunduk tanpa mengatakan sesuatu, dia seperti tidak yakin dengan apa yang telah dia katakan kepada Aldo, dia hanya tau kalau saat ini Ayah nya sudah memberikan kebebasan kepada putri untuk menjalin hubungan dengan seorang laki laki, itu yang menambah keyakinanya untuk mengutarakan semuai ini kepada Aldo,,


"kalau begitu saya permisi dulu ya pak, mau melanjutkan pekerjaan saya (ucap putri)"


"Silahkan put, (jawab Aldo) ow iya nanti sepulang dari kantor kita makan malam dulu gimana, mau? (sambung Aldo)


" inshaAllah pak,, (jawab putri sambil berjalan keluar dari ruangan) ya ALLAH,, kenapa putri ngomong gitu tadi sama Pk. Aldo, Putri harus gimana ini,,, semoga pilihan putri ini tepat, putri gak mau ngecewain pk. Aldo (ucap putri dalam hati)


" hei put,, (sapa risqi)"


" eh,, mas. Qi"


"darimana, ,?" (tanya risqi pada putri)


"ini,, tadi putri habis dari ruangannya pk. Aldo, mas. Qi mau kemana (ucap putri)"


" ini put,, aku mau ke,, emmm,, aku mau kemana tadi y ( jawab risqi bingung, sambil garuk garuk kepala)"


Melihat ekspresi risqi yang kebingungan, menjadikan putri tersenyum senyum sendiri dan tanpa dia sadari membuatnya melupakan khawatiran dalam hatinya yang sedang berkecamuk saat itu


" eh Qi,, ngapain bengong di situ, katanya mau ketemu Pk. Aldo (ucap Asep)


"ow iya,, bener juga ya, aku tadi kan mau ke ruangan Aldo (ucap risqi dalam hati)


" makasih sep (teriak risqi sambil mengangkat tanganya pada asep)"


"ow iya put,, aku duluan ya, takut ntar lupa lagi di jalan,dadah" (ucap Risqi sambil melambaikan tanganya ke arah putri)


"iya,, hati hati ms. Qi, (ucap putri sambil geleng geleng kepala)


Mas. Qi,, mas. Qi,, ada ada aja, masa iya sih lupa mau kemana, (ucap Putri)


" putri,, kamu ngapain di situ, cepat kembali ke ruangan kamu (ucap Tia dengan sinis)"


"iya bu,, maaf 🙏(jawab putri sambil mempercepat jalanya untuk kembali ke ruangan) waduhhh,,, ada bu Tia, gawattt,, bisa bisa kena omelan lagi ini,, haduh,,, putri putri ngapain juga sih kamu harus cengengesan gak jelas tadi (ucap putri dalam hati)


" tadi waktu keluar dari ruangan pk. Aldo ketemu sama bu. Tia"


"terus,, emang ada yang salah ya, kan sudah biasa karyawan keluar masuk ruangan pk. Manager"


"iya,, tapi bukan itu masalahnya sus"


" terus apa"


"tadi kan waktu keluar dari ruangan pk. Aldo aku gak sengaja ketemu sama mas. Qi, sempet ngobrol" juga sama dia, gak tau nya sampai lupa waktu karena keasikan ngobrol,, hehehe"


"hadeh,,, pantesan (ucap susi) eh,, gimana tadi, kamu udah ngomong belum sama pk. Aldo kalau kamu juga sayang sama dia (tanya susi penasaran)


" udah sus,, "


" kok malah kelihatan lemes gitu sih put"


"gak tau aku sus,, ya udah jangan di bahas dulu ya, takut kalau nanti ada bu. Tia, bisa bisa kena omel lagi kita"


" ya udah,, tapi janji, nanti waktu jam istirahat cerita ya "


"iya iya,,"


Siang itu cuaca terasa sangat dingin bagi putri, terlihat dari dalam ruangan hujan yang begitu lebat sedang mengguyur di luar, putri segera mengambil blazer dari dalam tasnya untuk segera dia kenakan, dan segera beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil remot ac yang berada di ujung ruangan nya,,


"dingin banget ya sus (ucap putri)"


" iya nih,, mana di luar hujan gede banget dari tadi"


"aku matiin aja ac nya ya sus, aku gak kuat dingin banget (ucap putri sambil menggosok gosok kan ke dua tanganya)"


"ok put,,, (jawab susi) ow iya put,, gimana tadi di ruangan pk. Aldo (bisik susi)


" haduh,, kamu kok kepo sih sus,, hihihi"


"ayolah cerita,, plisss,,," lagian kita kan udah gak ada kerjaan juga, dari pada gak ngapain ngapain kan, lagian kamu put, pelit amat sama temen, gitu aja gak mau cerita,, (ucap susi sambil melengos)


"iya iya,, jangan ngambeg gitu dong sus, jelek tau,, hihihi"


"makanya cerita sama aku, soalnya kata ibu aku dulu, dingin dingin gini enak nya tu dengerin dongeng sambil minum kopi panas"


" bilang aja pengen di buatin kopi sekalian sus, pake acara bawa bawa nama ibu segala lagi,, wuuuu dasar"


"hehehe,, makasih putri cantik"


"dasar kamu sus, kalau lagi ada maunya aja ke gitu sama aku, mau kopi hitam atau kopi susu sus (tanya putri)"


" kopi hitam put, gak usah manis manis, 1 sendok aja gulanya, hehehe"


"nih sus,, (ucap putri sambil meletakkan secangkir kopi di meja)


" makasih putri cantik untuk kopi nya,,


"wah,, enak nih kayak nya dingin dingin gini ngopi, aku mau juga dong put 😁 (saut risqi)"


" eh mas. Qi,,, mas. Qi mau di buatin juga? (tanya putri)"


" kalau masih ada, (jawab risqi senyum sambil garuk garuk kepala)"


"masih kok mas, kebetulan putri tadi pagi bawa lumayan banyak dari rumah,, hehehe, bentar ya mas"


"putri suka ngopi juga ya,, (tanya risqi)"


" iya mas, dulu gara gara sering liat Ayah ngopi, putri jadi ikutan suka minum kopi sampai sekarang,, hehe"


"aku juga suka kok put,, (ucap Risqi)"


" mas. Qi suka kopi juga? (tanya putri sambil mengaduk kopi di cangkir)"


"enggak,, suka liatin kamu aja (jawab Risqi)"