
Kia memilih untuk tidur untuk melupakan kekesalannya pada kekasihnya. Tidak terasa tiga jam sudah dia terlelap dalam tidurnya. Perlahan Kia membuka matanya dan mengambil ponsel yang ada didekatnya untuk melihat jam berapa saat itu.
Lima belas panggilan 'tak terjawab tertera pada layar ponselnya. Semua sahabat-sahabatnya menghubungi dirinya, dan itu membuat Kian merasa aneh dan mengerutkan keningnya. Tidak hanya panggilan 'tak terjawab, tapi beberapa pesan masuk juga ke ponselnya. Dia pun membuka satu persatu pesan yang masuk ke dalam ponselnya.
[ Zana : “Kia, lo dimana? Please! Angkat telepon gue!”]
[ Zacky : “Woy ... lo kemana?”]
[ Zana : “Kiaa 😭😭😭😭”]
[ Yuri : “Kia, Gian 😭 ... telpon gue angkat dong!!!!!!”]
Masih banyak pesan yang masuk di dalam ponselnya. Tapi dari sekian banyak pesan yang ada, dia tertuju pada pesan Yuri yang menyebutkan nama kekasihnya. Dengan cepat Kia menelepon Yuri.
Yuri yang mendapat telepon dari sahabatnya bergegas mengangkat teleponnya. Karena kebetulan kedua orang tua Kia yang sedang berada di luar kota jadi, sama sekali tidak ada yang memberitahukan Kia kalau sejak tadi ponselnya berbunyi.
Kia :“Ada apa?” tanya Kia saat telepon tersambung. Mendengar suara tangisan, Kia semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Zacky langsung merebut ponsel istrinya agar tidak membuat Kia merasa kebingungan.
*Zacky :“Gue jemput Lo. Siap-siap ya!”
Kia :“Kemana*?” tanyanya kebingungan.
Zacky :“Pokoknya, gue jemput. Lo harus sudah siap!” Zacky mematikan teleponnya.
Kia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Hatinya merasa sangat tidak enak. Dia mencoba menghubungi Gian tapi kembali ponselnya tidak aktif sama sekali.
Apa yang sebenarnya terjadi?? batin Kia terus bertanya-tanya dengan keadaan yang begitu rumit dan sulit untuk dia tebak. Tidak butuh waktu lama, Kia bergegas siap-siap sesuai dengan perintah sahabatnya.
Tidak butuh waktu lama menunggu Zacky, akhirnya orang yang ditunggu datang juga. Kia lansung menghampiri sahabatnya dan naik ke dalam mobil Zacky.
“Zack, sebenarnya apa sih yang terjadi?” tanya Kia penasaran. Zacky hanya tersenyum dia dan menjalankan mobilnya.
“ ... Please! jangan buat gue tambah binggung!”
“Ga ada apa-apa kok. Nanti juga lo bakal tahu.” kembali Zacky hanya melempar senyuman padanya. Senyuman yang menurut Kia mengandung arti yang berbeda. Kia pun memilih diam dan mengikuti apa yang direncanakan para sahabatnya.
Jujur, sampai sekarang jantungnya terus berdebar. Dadanya terasa sangat sesak sekali. Pikirannya kacau dan terus mengingat kekasihnya yang kembali tidak bisa dihubungi. Selama perjalanan, dia terus memainkan ponselnya dan mengirimkan banyak pesan singkat untuk kekasihnya, tapi sama sekali tidak ada tanggapan.
Tanpa sadar mobil Zacky pun masuk ke sebuah rumah sakit besar. Kia yang sejak tadi melihat ke arah ponselnya tidak menyadari kalau mau Zacky membawanya masuk ke dalam rumah sakit besar.
“Hey ... turun yuk!” ajak Zacky yang berhasil membuat Kia tersadar. Kia tersenyum, dia menyimpan ponselnya ke dalam tas dan ikut turun dari mobil.
Saat turun, Kia menyadari dirinya yang sedang berada di rumah sakit cukup besar di kota Jakarta. Dia lansung menatap curiga ke arah Zacky, tapi Zacky hanya membalasnya dengan senyuman.
“ ... Zack, ini ga lucu! Ngapain kit ke sini?”
“Nanti juga lo tahu kok!” keduanya pun memasuki lift dan saat di lantai empat, keduanya langsung menuju ke depan ruang operasi.
Saat sampai di sana, Kia merasa kaget melihat para sahabat dan para orang tua yang sedang duduk dengan wajah yg harap-harap cemas. Kia juga kaget melihat kedua orang tuanya yang berada disana. Yang membuat dia semakin tidak mengerti, dia melihat beberapa orang yang sedang menangis.
Langkah Kia terhenti. Dia menatap semua orang dan mencari sosok kekasihnya. Semua orang yang ada di sana menatap kearahnya. Kia sejak tadi terlihat seperti orang linglung, karena mencari sosok Gian. Melihat anaknya yang kebingungan, Bela sang ibu langsung menghampiri dirinya dan menarik tangannya untuk duduk bersama dengan yang lainnya.
“Mami, ini ada apa?” pertanyaan itu bersamaan dengan tetesan air matanya yang entah kenapa keluar dengan sendirinya. Kia sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi, tapi air matanya terus mengalir dan juga dadanya yang terasa sangat sesak. Melihat anaknya seperti ini, Bela langsung memeluk sang anak.
“Mami, ini ada apa?” kini tangisnya semakin menjadi. Semua orang yang ada di sana pun ikut mengeluarkan air matanya. Semua tertunduk dalam kesedihan.
“Sayang, Tuhan pasti sayang sama Gian. Kita sama-sama berdoa agar Tuhan menyelamatkan dia ya!” mendengar kata-kata itu Kia melepaskan pelukan ibunya.
“Apa yang terjadi, Mi? Kenapa semua orang berkumpul seperti ini?” Kia berteriak, kini emosinya tidak stabil. Dia menangis sejadi-jadinya dan membuat dirinya tidak sadarkan diri.
Bela dan Satya kedua orang tua Kia dan dibantu beberapa dari mereka bergegas membawa Kia ke ruang UGD. Bela memeluk sang suami sambil menangisi apa yang terjadi pada kedua anaknya.
“Pi, akankah Gian selamat? Bagaimana dengan anak kita, Pi.” tangis Bela dalam pelukan suaminya.
“Kita serahkan semua pada Tuhan, Mi. Semua kehendak dari yang Maha Kuasa. Apapun yang terjadi itu adalah yang terbaik buat anak-anak kita.” Bela terus mengeluarkan air matanya sambil mengusap kepala anaknya, meratapi bagaimana reaksi Kia kalau dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Jangan lupa Like dan komen yaa...
biar Author semangat untuk CRAZY UP 🤩🤩🤩
AKU PADAMU SEMUANYA 😘😘😘😘♥️♥️♥️